alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Pencarian Nelayan Tenggelam Dihentikan

Sudah Tujuh Hari Belum Ditemukan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Memasuki hari ketujuh, pencarian terhadap Mat Yasin, seorang anak buah kapal (ABK), belum ditemukan. Hingga kemarin (29/3), upaya pencarian terhadap nelayan yang hilang tergulung ombak di jalur Plawangan, Pantai Pancer, Kecamatan Puger, itu belum juga membuahkan hasil. Peristiwa ini menandakan betapa pentingnya alat keselamatan yang harus digunakan nelayan saat melaut. Misalnya pelampung.

Hingga siang kemarin, pencarian terhadap korban masih berlangsung. Bahkan, petugas dari tim gabungan menyebut, pencarian sejauh ini telah memasuki sepekan sejak korban dinyatakan hilang. “Dan sampai hari ini korban belum ditemukan,” terang Iptu Muhammad Nai, Kasatpolair Polres Jember, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Karena telah memasuki hari ketujuh dan korban belum ditemukan, lanjut dia, maka pencarian untuk sementara waktu dihentikan. Kendati begitu, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan petugas terkait, sambil menunggu informasi lebih lanjut dan menanti perkembangan informasi dari nelayan setempat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meskipun pencarian di tengah laut telah dihentikan, petugas masih menyisir wilayah sempadan pantai. Serta beberapa titik di bibir pantai yang biasanya menjadi lokasi penemuan jasad nelayan yang tenggelam. “Kami tetap menyisir wilayah Pancer hingga ke barat arah Paseban,” imbuhnya.

Menurutnya, ABK atas nama Mat Yasin yang hilang terseret ombak itu diduga terbawa arus cukup jauh. Bahkan, ada dugaan korban tenggelam ke dasar laut dan belum muncul ke permukaan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Memasuki hari ketujuh, pencarian terhadap Mat Yasin, seorang anak buah kapal (ABK), belum ditemukan. Hingga kemarin (29/3), upaya pencarian terhadap nelayan yang hilang tergulung ombak di jalur Plawangan, Pantai Pancer, Kecamatan Puger, itu belum juga membuahkan hasil. Peristiwa ini menandakan betapa pentingnya alat keselamatan yang harus digunakan nelayan saat melaut. Misalnya pelampung.

Hingga siang kemarin, pencarian terhadap korban masih berlangsung. Bahkan, petugas dari tim gabungan menyebut, pencarian sejauh ini telah memasuki sepekan sejak korban dinyatakan hilang. “Dan sampai hari ini korban belum ditemukan,” terang Iptu Muhammad Nai, Kasatpolair Polres Jember, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Karena telah memasuki hari ketujuh dan korban belum ditemukan, lanjut dia, maka pencarian untuk sementara waktu dihentikan. Kendati begitu, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan petugas terkait, sambil menunggu informasi lebih lanjut dan menanti perkembangan informasi dari nelayan setempat.

Meskipun pencarian di tengah laut telah dihentikan, petugas masih menyisir wilayah sempadan pantai. Serta beberapa titik di bibir pantai yang biasanya menjadi lokasi penemuan jasad nelayan yang tenggelam. “Kami tetap menyisir wilayah Pancer hingga ke barat arah Paseban,” imbuhnya.

Menurutnya, ABK atas nama Mat Yasin yang hilang terseret ombak itu diduga terbawa arus cukup jauh. Bahkan, ada dugaan korban tenggelam ke dasar laut dan belum muncul ke permukaan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Memasuki hari ketujuh, pencarian terhadap Mat Yasin, seorang anak buah kapal (ABK), belum ditemukan. Hingga kemarin (29/3), upaya pencarian terhadap nelayan yang hilang tergulung ombak di jalur Plawangan, Pantai Pancer, Kecamatan Puger, itu belum juga membuahkan hasil. Peristiwa ini menandakan betapa pentingnya alat keselamatan yang harus digunakan nelayan saat melaut. Misalnya pelampung.

Hingga siang kemarin, pencarian terhadap korban masih berlangsung. Bahkan, petugas dari tim gabungan menyebut, pencarian sejauh ini telah memasuki sepekan sejak korban dinyatakan hilang. “Dan sampai hari ini korban belum ditemukan,” terang Iptu Muhammad Nai, Kasatpolair Polres Jember, kepada Jawa Pos Radar Jember.

Karena telah memasuki hari ketujuh dan korban belum ditemukan, lanjut dia, maka pencarian untuk sementara waktu dihentikan. Kendati begitu, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan petugas terkait, sambil menunggu informasi lebih lanjut dan menanti perkembangan informasi dari nelayan setempat.

Meskipun pencarian di tengah laut telah dihentikan, petugas masih menyisir wilayah sempadan pantai. Serta beberapa titik di bibir pantai yang biasanya menjadi lokasi penemuan jasad nelayan yang tenggelam. “Kami tetap menyisir wilayah Pancer hingga ke barat arah Paseban,” imbuhnya.

Menurutnya, ABK atas nama Mat Yasin yang hilang terseret ombak itu diduga terbawa arus cukup jauh. Bahkan, ada dugaan korban tenggelam ke dasar laut dan belum muncul ke permukaan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/