alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Risma Ngamuk di Jember

 Puluan Ribu KPM Jember Belum Transaksi Bansos Sembako

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini marah saat mendengarkan hasil laporan penyaluran bantuan sosial, kemarin (28/8) di Hotel Aston. Kemarahan Risma itu muncul, akibat alasan tidak logis, karena ada ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jember belum melakukan transaksi pencairan program bantuan sembako.

“Ada 21 ribu sekian itu buktikan,” ucapnya Risma dalam acara tersebut. Risma bernada tinggi tersebut, tidak lain melihat banyaknya KPM belum melakukan transaksi. Terlebih lagi, juga diketahui ada KPM belum memiliki kartu dari bank yang ditunjuk sebagai penyaluran bantuan. “Bagaimana bisa transaksi kalau tidak membawa kartunya pak. Memang bisa cairkan pakai kertas biasa,” terangnya. Bahkan, Risma juga menantang bank yang diberi kewenangan penyaluran bantuan tersebut untuk memproses kartu yang rusak. Karena, memberikan alasan terjadi kartu rusak.

Tonton Full Video Risma Naik Pitam

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, Kementerian Sosial (Kemensos) berusaha keras agar pada awal bulan bantuan sosial sudah ditransfer. Ditemukan adanya KPM yang belum melakukan transaksi inilah yang membuat dirinya merasa aneh.

Lanjutnya, bila bantuan tersebut tidak kunjung ditransfer atau tidak dipakai, hingga tenggat waktu tiga bulan lamanya. Maka, akan terblokir. Risma juga mencecar salah satu perbankan penyalur bantuan sosial dari Kemensos hingga pendamping.

Dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan, tidak mempermasalahkan bila dalam satu rumah terdapat dua keluarga yang menerima manfaat bantuan atau KPM. Risma juga meminta bupati menjelaskan ke kades, tentang bantuan Kemensos tersebut standarnya memakai keluarga. Bukan alamat rumah atau tempat tinggal. “Di Jakarta itu banyak, seperti kos-kosan alamatnya satu. Tapi KKnya berbeda dan menerima bantuan sosial,” jelas Risma.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini marah saat mendengarkan hasil laporan penyaluran bantuan sosial, kemarin (28/8) di Hotel Aston. Kemarahan Risma itu muncul, akibat alasan tidak logis, karena ada ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jember belum melakukan transaksi pencairan program bantuan sembako.

“Ada 21 ribu sekian itu buktikan,” ucapnya Risma dalam acara tersebut. Risma bernada tinggi tersebut, tidak lain melihat banyaknya KPM belum melakukan transaksi. Terlebih lagi, juga diketahui ada KPM belum memiliki kartu dari bank yang ditunjuk sebagai penyaluran bantuan. “Bagaimana bisa transaksi kalau tidak membawa kartunya pak. Memang bisa cairkan pakai kertas biasa,” terangnya. Bahkan, Risma juga menantang bank yang diberi kewenangan penyaluran bantuan tersebut untuk memproses kartu yang rusak. Karena, memberikan alasan terjadi kartu rusak.

Tonton Full Video Risma Naik Pitam

Menurutnya, Kementerian Sosial (Kemensos) berusaha keras agar pada awal bulan bantuan sosial sudah ditransfer. Ditemukan adanya KPM yang belum melakukan transaksi inilah yang membuat dirinya merasa aneh.

Lanjutnya, bila bantuan tersebut tidak kunjung ditransfer atau tidak dipakai, hingga tenggat waktu tiga bulan lamanya. Maka, akan terblokir. Risma juga mencecar salah satu perbankan penyalur bantuan sosial dari Kemensos hingga pendamping.

Dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan, tidak mempermasalahkan bila dalam satu rumah terdapat dua keluarga yang menerima manfaat bantuan atau KPM. Risma juga meminta bupati menjelaskan ke kades, tentang bantuan Kemensos tersebut standarnya memakai keluarga. Bukan alamat rumah atau tempat tinggal. “Di Jakarta itu banyak, seperti kos-kosan alamatnya satu. Tapi KKnya berbeda dan menerima bantuan sosial,” jelas Risma.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini marah saat mendengarkan hasil laporan penyaluran bantuan sosial, kemarin (28/8) di Hotel Aston. Kemarahan Risma itu muncul, akibat alasan tidak logis, karena ada ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Jember belum melakukan transaksi pencairan program bantuan sembako.

“Ada 21 ribu sekian itu buktikan,” ucapnya Risma dalam acara tersebut. Risma bernada tinggi tersebut, tidak lain melihat banyaknya KPM belum melakukan transaksi. Terlebih lagi, juga diketahui ada KPM belum memiliki kartu dari bank yang ditunjuk sebagai penyaluran bantuan. “Bagaimana bisa transaksi kalau tidak membawa kartunya pak. Memang bisa cairkan pakai kertas biasa,” terangnya. Bahkan, Risma juga menantang bank yang diberi kewenangan penyaluran bantuan tersebut untuk memproses kartu yang rusak. Karena, memberikan alasan terjadi kartu rusak.

Tonton Full Video Risma Naik Pitam

Menurutnya, Kementerian Sosial (Kemensos) berusaha keras agar pada awal bulan bantuan sosial sudah ditransfer. Ditemukan adanya KPM yang belum melakukan transaksi inilah yang membuat dirinya merasa aneh.

Lanjutnya, bila bantuan tersebut tidak kunjung ditransfer atau tidak dipakai, hingga tenggat waktu tiga bulan lamanya. Maka, akan terblokir. Risma juga mencecar salah satu perbankan penyalur bantuan sosial dari Kemensos hingga pendamping.

Dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan, tidak mempermasalahkan bila dalam satu rumah terdapat dua keluarga yang menerima manfaat bantuan atau KPM. Risma juga meminta bupati menjelaskan ke kades, tentang bantuan Kemensos tersebut standarnya memakai keluarga. Bukan alamat rumah atau tempat tinggal. “Di Jakarta itu banyak, seperti kos-kosan alamatnya satu. Tapi KKnya berbeda dan menerima bantuan sosial,” jelas Risma.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/