Reka Ulang Kasus Pembunuhan di Lapas, Otak Pembunuhan Mengarah ke F

Jumai/Radar Jember MAKIN TERANG: Dua tersangka sedang melakukan reka ulang di gedung Bhayangkara Jl. PB Sudirman, kemarin.

RADARJEMBER.ID – Polres Jember bergerak cepat untuk menuntaskan kasus pembunuhan Rahmad Andita alias Mat Tawon. Salah satunya dengan menggelar rekonstruksi alias reka ulang kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh delapan tersangka yang merupakan penghuni kamar Blok B nomor 2 di Lapas Kelas 2A Jember.

IKLAN

Kegiatan reka ulang yang digelar Polres Jember kemarin memang tidak dilaksanakan di lokasi kejadian pembunuhan di dalam Lapas. Polres Jember memindahkan reka ulang penganiayaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa Dita itu di gedung Bhayangkara yang ada di Jalan PB Sudirman Jember. “Kami pindah agar lebih kondusif,” kata Kasatreskrim Polres Jember AKP Erik Perdana, kemarin.

Dalam kegiatan reka ulang ini, ada sekitar sampai 11 adegan yang diperagakan oleh kedelapan tersangka. Yakni dimulai dengan kegiatan obrolan sejumlah tersangka dengan korban terkait klarifikasi sikap korban yang dinilai arogan dan banyak utang. Termasuk pencekikan hingga pemukulan dengan beramai-ramai oleh para penghuni kamar, sampai adegan terakhir korban dibaringkan di tempat tidur seakan-akan mati dengan wajar.

Erik mengatakan, pihaknya perlu melakukan reka ulang ini karena untuk memastikan kejadian penganiayaan di dalam lapas ini seperti apa. “Karena banyaknya tersangka dan keterangan saksi,” jelasnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan reka ulang untuk mencocokkan keterangan saksi, dan untuk meyakinkan penyidik.

Dirinya menuturkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya tidak terlalu banyak menemukan fakta baru, juga tidak ada penambahan tersangka baru. Namun, lebih meyakinkan bahwa otak penganiayaan hingga meninggal ini dilakukan oleh Fajar, yakni penghuni lapas yang banyak diutangi oleh korban.

Fajar meminta bantuan rekan-rekannya untuk memberikan pelajaran kepada korban, namun malah kebablasan hingga meninggal dunia. “F ini juga yang melakukan pemitingan dan mencekik korban dari belakang, sehingga terjatuh ke belakang,” jelas Erik, kemarin.

Dalam kesempatan itu, terkait dugaan adanya keterlibatan orang dalam yang sempat santer mencuat, Erik kemarin menegaskan tidak ada. Pihaknya juga sudah melakukan penyelidikan. “Tidak ada itu, dan memang sudah sesuai SOP, (para petugas jaga) itu menjalankan tugasnya,” jelasnya.

Namun, pihaknya mengakui memang ada informasi tambahan dari video CCTV yang ada di dalam penjara. “Untuk CCTV di dalam kamar memang sudah lama tidak bisa digunakan, jadi informasi dari kamera CCTV di luar kamar saja yang bisa kami dapatkan keterangan,” sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lapas Kelas 2 A Jember Jumat pekan kemarin dihebohkan dengan salah satu penghuninya yang ditemukan tewas. Kematian yang dianggap tidak wajar membuat pihak Lapas Kelas 2 A Jember langsung berkoordinasi dengan Polres Jember. Apalagi, karena tidak ada penghuni yang mengaku, sebanyak 47 narapidana dievakuasi ke Mapolres Jember.

Meskipun dilakukan rapi karena seolah-olah meninggal dengan wajar, Polres Jember kurang dari 24 jam menemukan para tersangka pelaku pembunuhan terhadap korban. Dari hasil pemeriksaan, ternyata penganiayaan hingga membuat korban meninggal dunia ini dilatarbelakangi utang piutang korban dengan Fajar dan korban dianggap arogan.

Reporter : Rangga Mahardika, Jumai
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.
Fotografer: Jumai

Reporter :

Fotografer :

Editor :