Bantaran Manggisan Ambrol Lagi, Rumah Suharto Tinggal Ruang Tamu

Jumai/Radar Jember YANG KETIGA: Bantaran Sungai Manggisan di Dusun Krajan, Desa Tanggul Wetan kemarin kembali ambrol. Dua rumah Suharto, warga setempat ambrol. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.00 pagi.

RADARJEMBER.ID – Warga Dusun Krajan RT 003/012, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, kemarin dikagetkan dengan longsor di bibir Sungai Manggisan. Meski tak ada korban jiwa, peristiwa itu langsung menyebar seantero kampung.

IKLAN

Longsor kemarin menggerus rumah Suharto. Beruntung, saat itu dia berhasil menyelamatkan diri. Padahal, saat longsor terjadi, dia dan lima anggota keluarganya sedang ada di dalam rumah.

Suharto mengatakan, awalnya dia mendengar suara ada benda jatuh ke sungai. Tiba-tiba diikuti suara yang cukup keras seperti gempa. “Saya bersama anak dan istri langsung berlari keluar ke depan rumah, karena saya mengira kalau yang ambrol itu bibir sungai,” ujar Suharto.

Ternyata, tebing sungai yang ambrol itu juga menggerus sebagian rumahnya. Longsoran yang ambrol ini cukup lebar, sehingga tanah yang di atasnya ada dapur dan kamar mandi juga ikut ambrol. “Tingginya sekitar 10 meter dengan lebar sekitar 12 meter yang tanahnya menutupi sungai,” ujarnya.

Dia mengakui, sebelum tanah itu longsor, sudah ada beberapa retakan baru. Namun, dia sama sekali tidak menyangka bahwa akan terjadi longsor. Apalagi, diakuinya selama beberapa hari ini tidak ada hujan, sehingga tidak mengkhawatirkan keluarga yang menempati dua rumah ini.

Dirinya mengaku, longsor pertama terjadi beberapa tahun lalu. Disusul beberapa waktu kemudian. Dirinya tetap membiarkan longsoran itu karena memang tidak memiliki dana untuk membuat plengsengan sebagai penguat bangunan. “Awalnya bagian dapur yang longsor, akibat tergerus banjir beberapa tahun lalu,” terangnya.

Longsoran yang terjadi ini merupakan yang ketiga kalinya, sehingga bangunan rumah dengan panjang 18 x 18 meter untuk dua rumah ini hanya tinggal 8 meter saja. “Untuk rumah yang paling barat hanya ruang tamu yang selamat, sedangkan dapur dan kamar mandinya sudah ambrol,” ujarnya.

Sebenarnya, rumah yang ada di pinggir sungai ini jumlahnya cukup banyak. Tetapi yang menjadi langganan ambrol hanya empat rumah. Empat rumah itu masing-masing milik Suharto, dan dua rumah lainnya milik Huda dan Faisol. Semua rumah yang ambrol ini bersebelahan.

Untuk longsor yang ketiga kali kemarin, hanya menggerus rumah Suharto. “Saya terpaksa menempati rumah ini karena tidak ada lagi rumah yang bisa ditempati,” ujarnya. Jika sampai ada hujan deras, dirinya bersama keluarga terpaksa tidur di teras dan di halaman menggunakan tenda terpal. Sebab, rumah yang ada sekarang ini sudah muncul retakan baru di dindingnya. “Ini saja sudah ada tiga retakan yang hanya menunggu waktu saja,” ujar Suharto kepada radarjember.id.

Sementara itu, BPBD Jember setelah menerima laporan langsung memberikan bantuan berupa terpal dan alat-alat kebersihan. Ini untuk menutupi retakan yang ada. Sehingga, jika ada hujan, retakan tersebut tidak kemasukan air.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Jember Ir Rasyid Zakaria yang datang langsung ke lokasi longsor didampingi Kades Tanggul Wetan dan Camat menuturkan, pihaknya akan segera melakukan perbaikan. “Harus segera dilakukan perbaikan,” tegas Rasyid, kemarin.

Pihaknya mengatakan, akan melakukan sinergi perbaikan antara Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air dengan BPBD Jember dalam perbaikan longsoran ini. “Jadi, nanti bahannya dari PU, karena itu di pinggir sungai. Sehingga, dilakukan perbaikan dengan bronjong. Untuk tenaga serta pelaksanaannya dari BPBD dan masyarakat,” jelas Rasyid.

Dengan demikian, perbaikannya memang membutuhkan total anggaran yang tidak terlalu banyak, karena sistemnya swakelola. Saat ini bahannya sudah ada dan pekerjaannya dilakukan dengan gotong royong.

Rasyid menuturkan memang menargetkan untuk perbaikan longsoran di pinggir sungai ini dengan segera. “Pertengahan September kami prediksi bisa selesai,” jelasnya. Penanganan ini memang harus segera dilakukan. Pasalnya, pada Oktober 2018 ini diprediksi sudah mulai musim hujan.

“Jika banjir lagi, maka akan memperparah kerusakan di bekas longsoran,” terangnya. Apalagi, banyak rumah di sekitarnya akan terdampak longsoran. Bukan hanya perbaikan dinding saja, pihaknya juga akan melakukan normalisasi sungai. Aliran sungai yang pindah ini akan ditutup dan dikembalikan ke arah sungai semula.

Reporter : Rangga Mahardika, Jumai
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah.
Fotografer: Jumai

Reporter :

Fotografer :

Editor :