alexametrics
22.6 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Takut Terkena Serpihan Atap, Guru Ngajar Pakek Helm

Mobile_AP_Rectangle 1

TANGGUL.RADARJEMBER.ID- Rasa trauma saat mengajar masih dirasakan guru di SDN Selodakon 03, Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur, pasca atap salah satu ruang kelas ambruk beberapa waktu lalu. Terlebih, mereka juga mengajar di tiga ruang kelas yang kondisinya sudah tak layak.

Sehingga untuk berjaga-jaga dan takut sewaktu-waktu atap ambruk, dua guru kelas di SD setempat, Uswatun, guru kelas 1 mengenakan helm saat mengajar. Dia mengaku trauma karena sering kejatuhan benda keras dari atap. “Bahkan pernah ada plafon yang jatuh. Beruntung saat itu siswa sedang istirahat,” ujarnya.

Menurut Uswatun, dari enam ruangan yang ada, tiga ruang lainnya sudah lama dikosongi karena rawan ambruk. Ternyata benar, ruang kelas 5 ambruk pada Rabu, medio Desember lalu. Beruntung ambruknya ruang kelas ini terjadi pada malam hari sehingga tak sampai menimbulkan korban.

- Advertisement -

TANGGUL.RADARJEMBER.ID- Rasa trauma saat mengajar masih dirasakan guru di SDN Selodakon 03, Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur, pasca atap salah satu ruang kelas ambruk beberapa waktu lalu. Terlebih, mereka juga mengajar di tiga ruang kelas yang kondisinya sudah tak layak.

Sehingga untuk berjaga-jaga dan takut sewaktu-waktu atap ambruk, dua guru kelas di SD setempat, Uswatun, guru kelas 1 mengenakan helm saat mengajar. Dia mengaku trauma karena sering kejatuhan benda keras dari atap. “Bahkan pernah ada plafon yang jatuh. Beruntung saat itu siswa sedang istirahat,” ujarnya.

Menurut Uswatun, dari enam ruangan yang ada, tiga ruang lainnya sudah lama dikosongi karena rawan ambruk. Ternyata benar, ruang kelas 5 ambruk pada Rabu, medio Desember lalu. Beruntung ambruknya ruang kelas ini terjadi pada malam hari sehingga tak sampai menimbulkan korban.

TANGGUL.RADARJEMBER.ID- Rasa trauma saat mengajar masih dirasakan guru di SDN Selodakon 03, Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur, pasca atap salah satu ruang kelas ambruk beberapa waktu lalu. Terlebih, mereka juga mengajar di tiga ruang kelas yang kondisinya sudah tak layak.

Sehingga untuk berjaga-jaga dan takut sewaktu-waktu atap ambruk, dua guru kelas di SD setempat, Uswatun, guru kelas 1 mengenakan helm saat mengajar. Dia mengaku trauma karena sering kejatuhan benda keras dari atap. “Bahkan pernah ada plafon yang jatuh. Beruntung saat itu siswa sedang istirahat,” ujarnya.

Menurut Uswatun, dari enam ruangan yang ada, tiga ruang lainnya sudah lama dikosongi karena rawan ambruk. Ternyata benar, ruang kelas 5 ambruk pada Rabu, medio Desember lalu. Beruntung ambruknya ruang kelas ini terjadi pada malam hari sehingga tak sampai menimbulkan korban.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/