Takut Terkena Serpihan Atap, Guru Ngajar Pakek Helm

LINDUNGI KEPALA: Seorang guru di SDN Selodakon 03 memakai helm saat mengajar siswa di sekolah setempat. Ini dilakukan, karena guru merasa trauma lantaran beberapa kali kepala terkena reruntuhan plafon serta benda keras lain dari atap.

TANGGUL.RADARJEMBER.ID- Rasa trauma saat mengajar masih dirasakan guru di SDN Selodakon 03, Kecamatan Tanggul, Jember, Jawa Timur, pasca atap salah satu ruang kelas ambruk beberapa waktu lalu. Terlebih, mereka juga mengajar di tiga ruang kelas yang kondisinya sudah tak layak.

IKLAN

Sehingga untuk berjaga-jaga dan takut sewaktu-waktu atap ambruk, dua guru kelas di SD setempat, Uswatun, guru kelas 1 mengenakan helm saat mengajar. Dia mengaku trauma karena sering kejatuhan benda keras dari atap. “Bahkan pernah ada plafon yang jatuh. Beruntung saat itu siswa sedang istirahat,” ujarnya.

Menurut Uswatun, dari enam ruangan yang ada, tiga ruang lainnya sudah lama dikosongi karena rawan ambruk. Ternyata benar, ruang kelas 5 ambruk pada Rabu, medio Desember lalu. Beruntung ambruknya ruang kelas ini terjadi pada malam hari sehingga tak sampai menimbulkan korban.

Sementara tiga ruang kelas yang masih ditempati kegiatan belajar mengajar (KBM) juga sudah tidak layak. Masing-masing ruang kelas bagian plafonnya sudah banyak yang rontok. Demikian juga bagian dinding terlihat retak dan bagian penyangga genting utama mulai melengkung.

Sementara, agar ruang kelas yang tersisa bisa digunakan KBM, dua ruang kelas disekat untuk ditempati empat rombongan belajar (rombel) dari kelas berbeda. Masing-masing adalah rombel kelas 1 dan 2, serta kelas 3 dan 4. Sedangkan satu ruang kelas lainnya ditempati siswa kelas 5. “Untuk siswa kelas 6 menempati ruang perpustakaan,” tandas Uswatun. (*)

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Mahrus Sholih