23.3 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Ratusan Rumah Warga Ngampelrejo Jember Direndam Banjir Setinggi 1 Meter

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Banjir akibat luapan sungai pembuangan Pladingan di wilayah Desa Ngampelrejo, Kecamatan Jombang, Jember, mengakibatkan sedikitnya 600 KK terdampak. Sungai Pladingan yang melintasi empat desa di wilayah Kecamatan Jombang itu, sebelumnya diguyur hujan hingga membuat debit air sungai penuh dan meluap.

Ngampelrejo menjadi desa yang terparah terkena banjir dengan ketinggian bervariasi. Mulai dari 50 – 100 sentimeter. “Sedikitnya ada 600 KK di Desa Ngampelrejo yang terdampak banjir dengan ketinggian variasi dari 50 -70 cm. Bahkan ada yang kurang lebih satu meter,” kata Nasyihudin, Kepala Desa Ngampelrejo, kala dikonfirmasi Minggu (27/11) petang.

BACA JUGA: Kalisemangir di Jember Meluap, Rumah dan Tempat Usaha Warga Terdampak

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, banjir yang merendam permukiman warga itu sudah terjadi sejak Sabtu (26/11) sore. Saat itu, air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul empat sore. Warga yang terdampak adalah mereka yang dekat dengan aliran sungai. “Namun kemudian, banjir masih terjadi dan semakin banyak merendam permukiman warga,” imbuh Nasyihudin.

Diketahui, penyebab banjir lantaran menguapnya aliran sungai pembuangan Pladingan di desa setempat. Nasyihudin menilai, sungai tersebut sudah waktunya dilakukan normalisasi. Pihaknya sempat dijanjikan oleh pemerintah terkait untuk normalisasi itu, namun tak kunjung terealisasi. “Sejak tiga tahun terakhir belum ada normalisasi,” bebernya.

Ia menambahkan, banjir yang menerjang desa yang dipimpinnya itu sudah beberapa kali terjadi dalam kurun waktu dua tahun terakhir, di tahun 2020 lalu. “Banjir kali ini merupakan langganan tiap tahun. Sehingga kami benar-benar berharap perhatian untuk segera dilakukan normalisasi sungai,” harapnya.

Hingga Minggu (27/11) petang, Petugas TRC BPBD Jember masih melakukan proses asesmen di lokasi. Informasi yang dihimpun sementara oleh TRC BPBD, banjir tersebut sudah terjadi sejak sejak sehari sebelumnya, Sabtu (26/11). (*)

Reporter: Maulana

Foto      : BPBD untuk Radar Jember

Editor    : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Banjir akibat luapan sungai pembuangan Pladingan di wilayah Desa Ngampelrejo, Kecamatan Jombang, Jember, mengakibatkan sedikitnya 600 KK terdampak. Sungai Pladingan yang melintasi empat desa di wilayah Kecamatan Jombang itu, sebelumnya diguyur hujan hingga membuat debit air sungai penuh dan meluap.

Ngampelrejo menjadi desa yang terparah terkena banjir dengan ketinggian bervariasi. Mulai dari 50 – 100 sentimeter. “Sedikitnya ada 600 KK di Desa Ngampelrejo yang terdampak banjir dengan ketinggian variasi dari 50 -70 cm. Bahkan ada yang kurang lebih satu meter,” kata Nasyihudin, Kepala Desa Ngampelrejo, kala dikonfirmasi Minggu (27/11) petang.

BACA JUGA: Kalisemangir di Jember Meluap, Rumah dan Tempat Usaha Warga Terdampak

Menurut dia, banjir yang merendam permukiman warga itu sudah terjadi sejak Sabtu (26/11) sore. Saat itu, air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul empat sore. Warga yang terdampak adalah mereka yang dekat dengan aliran sungai. “Namun kemudian, banjir masih terjadi dan semakin banyak merendam permukiman warga,” imbuh Nasyihudin.

Diketahui, penyebab banjir lantaran menguapnya aliran sungai pembuangan Pladingan di desa setempat. Nasyihudin menilai, sungai tersebut sudah waktunya dilakukan normalisasi. Pihaknya sempat dijanjikan oleh pemerintah terkait untuk normalisasi itu, namun tak kunjung terealisasi. “Sejak tiga tahun terakhir belum ada normalisasi,” bebernya.

Ia menambahkan, banjir yang menerjang desa yang dipimpinnya itu sudah beberapa kali terjadi dalam kurun waktu dua tahun terakhir, di tahun 2020 lalu. “Banjir kali ini merupakan langganan tiap tahun. Sehingga kami benar-benar berharap perhatian untuk segera dilakukan normalisasi sungai,” harapnya.

Hingga Minggu (27/11) petang, Petugas TRC BPBD Jember masih melakukan proses asesmen di lokasi. Informasi yang dihimpun sementara oleh TRC BPBD, banjir tersebut sudah terjadi sejak sejak sehari sebelumnya, Sabtu (26/11). (*)

Reporter: Maulana

Foto      : BPBD untuk Radar Jember

Editor    : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Banjir akibat luapan sungai pembuangan Pladingan di wilayah Desa Ngampelrejo, Kecamatan Jombang, Jember, mengakibatkan sedikitnya 600 KK terdampak. Sungai Pladingan yang melintasi empat desa di wilayah Kecamatan Jombang itu, sebelumnya diguyur hujan hingga membuat debit air sungai penuh dan meluap.

Ngampelrejo menjadi desa yang terparah terkena banjir dengan ketinggian bervariasi. Mulai dari 50 – 100 sentimeter. “Sedikitnya ada 600 KK di Desa Ngampelrejo yang terdampak banjir dengan ketinggian variasi dari 50 -70 cm. Bahkan ada yang kurang lebih satu meter,” kata Nasyihudin, Kepala Desa Ngampelrejo, kala dikonfirmasi Minggu (27/11) petang.

BACA JUGA: Kalisemangir di Jember Meluap, Rumah dan Tempat Usaha Warga Terdampak

Menurut dia, banjir yang merendam permukiman warga itu sudah terjadi sejak Sabtu (26/11) sore. Saat itu, air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul empat sore. Warga yang terdampak adalah mereka yang dekat dengan aliran sungai. “Namun kemudian, banjir masih terjadi dan semakin banyak merendam permukiman warga,” imbuh Nasyihudin.

Diketahui, penyebab banjir lantaran menguapnya aliran sungai pembuangan Pladingan di desa setempat. Nasyihudin menilai, sungai tersebut sudah waktunya dilakukan normalisasi. Pihaknya sempat dijanjikan oleh pemerintah terkait untuk normalisasi itu, namun tak kunjung terealisasi. “Sejak tiga tahun terakhir belum ada normalisasi,” bebernya.

Ia menambahkan, banjir yang menerjang desa yang dipimpinnya itu sudah beberapa kali terjadi dalam kurun waktu dua tahun terakhir, di tahun 2020 lalu. “Banjir kali ini merupakan langganan tiap tahun. Sehingga kami benar-benar berharap perhatian untuk segera dilakukan normalisasi sungai,” harapnya.

Hingga Minggu (27/11) petang, Petugas TRC BPBD Jember masih melakukan proses asesmen di lokasi. Informasi yang dihimpun sementara oleh TRC BPBD, banjir tersebut sudah terjadi sejak sejak sehari sebelumnya, Sabtu (26/11). (*)

Reporter: Maulana

Foto      : BPBD untuk Radar Jember

Editor    : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca