alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Timbul Tenggelam di Bebatuan Padas, Ternyata Mayat

Santri Meninggal Terseret Arus Sungai Ditemukan di Selatan Jembatan Ponjen

Mobile_AP_Rectangle 1

KENCONG, RADARJEMBER.ID – Nasib tragis dialami Syafi’i, warga Desa Cakru, Kecamatan Kencong. Santri Ponpes Assunniyah Kencong ini terseret arus sungai yang tak jauh dari tempatnya mondok, kemarin (27/9). Saat ditemukan sekitar pukul 09.00, remaja 18 tahun tersebut sudah dalam keadaan meninggal.

Informasi di lapangan menyebutkan, awalnya korban bersama siswa dan santri lain melakukan kerja bakti membersihkan gorong-gorong di sekolah, Minggu (26/9) sore. Ketika sudah selesai, korban dan teman-temannya pergi ke sungai untuk membersihkan badannya yang kotor.

Saat mandi itulah korban ditengarai terseret arus sungai hingga hanyut. Di saat bersamaan, teman-teman korban sudah banyak yang meninggalkan lokasi. Salah seorang saksi yang melihat peristiwa itu mengatakan, sebenarnya korban sempat ditolong. Namun, upaya itu sia-sia karena arus sangat deras hingga membuat tangan korban terlepas, lalu hanyut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Proses pencarian pun dilakukan. Polisi, TNI, warga, dan Basarnas malam itu menyusuri sungai. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil. Akhirnya, tubuh korban ditemukan keesokan harinya oleh Wiji Triatmoko, warga setempat.

Wiji melihat tubuh korban mengapung di selatan jembatan Ponjen dengan posisi terjepit. Tubuh korban tampak timbul tenggelam di bebatuan padas. “Saya lihat kepalanya, langsung ditarik tangannya supaya tidak hanyut. Kondisi korban sudah meninggal dan ada beberapa luka lebam. Mungkin karena terbentur batu saat hanyut,” kata Wiji.

- Advertisement -

KENCONG, RADARJEMBER.ID – Nasib tragis dialami Syafi’i, warga Desa Cakru, Kecamatan Kencong. Santri Ponpes Assunniyah Kencong ini terseret arus sungai yang tak jauh dari tempatnya mondok, kemarin (27/9). Saat ditemukan sekitar pukul 09.00, remaja 18 tahun tersebut sudah dalam keadaan meninggal.

Informasi di lapangan menyebutkan, awalnya korban bersama siswa dan santri lain melakukan kerja bakti membersihkan gorong-gorong di sekolah, Minggu (26/9) sore. Ketika sudah selesai, korban dan teman-temannya pergi ke sungai untuk membersihkan badannya yang kotor.

Saat mandi itulah korban ditengarai terseret arus sungai hingga hanyut. Di saat bersamaan, teman-teman korban sudah banyak yang meninggalkan lokasi. Salah seorang saksi yang melihat peristiwa itu mengatakan, sebenarnya korban sempat ditolong. Namun, upaya itu sia-sia karena arus sangat deras hingga membuat tangan korban terlepas, lalu hanyut.

Proses pencarian pun dilakukan. Polisi, TNI, warga, dan Basarnas malam itu menyusuri sungai. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil. Akhirnya, tubuh korban ditemukan keesokan harinya oleh Wiji Triatmoko, warga setempat.

Wiji melihat tubuh korban mengapung di selatan jembatan Ponjen dengan posisi terjepit. Tubuh korban tampak timbul tenggelam di bebatuan padas. “Saya lihat kepalanya, langsung ditarik tangannya supaya tidak hanyut. Kondisi korban sudah meninggal dan ada beberapa luka lebam. Mungkin karena terbentur batu saat hanyut,” kata Wiji.

KENCONG, RADARJEMBER.ID – Nasib tragis dialami Syafi’i, warga Desa Cakru, Kecamatan Kencong. Santri Ponpes Assunniyah Kencong ini terseret arus sungai yang tak jauh dari tempatnya mondok, kemarin (27/9). Saat ditemukan sekitar pukul 09.00, remaja 18 tahun tersebut sudah dalam keadaan meninggal.

Informasi di lapangan menyebutkan, awalnya korban bersama siswa dan santri lain melakukan kerja bakti membersihkan gorong-gorong di sekolah, Minggu (26/9) sore. Ketika sudah selesai, korban dan teman-temannya pergi ke sungai untuk membersihkan badannya yang kotor.

Saat mandi itulah korban ditengarai terseret arus sungai hingga hanyut. Di saat bersamaan, teman-teman korban sudah banyak yang meninggalkan lokasi. Salah seorang saksi yang melihat peristiwa itu mengatakan, sebenarnya korban sempat ditolong. Namun, upaya itu sia-sia karena arus sangat deras hingga membuat tangan korban terlepas, lalu hanyut.

Proses pencarian pun dilakukan. Polisi, TNI, warga, dan Basarnas malam itu menyusuri sungai. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil. Akhirnya, tubuh korban ditemukan keesokan harinya oleh Wiji Triatmoko, warga setempat.

Wiji melihat tubuh korban mengapung di selatan jembatan Ponjen dengan posisi terjepit. Tubuh korban tampak timbul tenggelam di bebatuan padas. “Saya lihat kepalanya, langsung ditarik tangannya supaya tidak hanyut. Kondisi korban sudah meninggal dan ada beberapa luka lebam. Mungkin karena terbentur batu saat hanyut,” kata Wiji.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/