Motor dan Mobil Kencing Bersama, Berbahaya Memindahkan BBM Dekat SPBU

Jumai/Radar Jember KENCING: Mobil menjadi alat yang praktis untuk mengisi BBM guna dipindahkan ke dalam jeriken.

RADARJEMBER.ID – Larangan Pertamina kepada SPBU untuk melayani pembelian BBM dengan menggunakan wadah jeriken plastik, bisa disiasati warga. Tidak hanya dengan drum kecil yang terbuat dari baja, warga juga menyiasatinya dengan memodifikasi tangki kendaraan bermotornya. Praktik ini biasa disebut masyarakat dengan istilah “kencing”.

IKLAN

Dari pantauan radarjember.id, kreativitas warga terlihat dengan menyulap mobil pikap di bagian tangkinya. Mereka memasang drum kecil yang dipasang di bagian bawahnya. Selain itu, ada juga yang dipasang drum dobel di bagian samping dan di bagian bawah bak pikapnya. Namun, ada juga yang menggunakan cara manual, yakni dengan memindahkan BBM dari tangki ke dalam jeriken plastik.

Praktik memindahkan BBM dari tangki mobil ke dalam jeriken plastik ini disebut berbahaya. “Itu sangat rawan sekali. Apalagi kalau memindahkannya masih berdekatan dengan SPBU,” tutur Supratigto, Ketua  Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Jember saat dikonfirmasi radarjember.id.

Alasan pelarangan penggunaan jeriken plastik oleh Pertamina ini adalah faktor keamanan. “Dengan larangan baru yang dikeluarkan pihak Pertamina, maka banyak yang berpindah menggunakan drum kecil yang berbahan dari logam,” ujar Supratigto.

Jeriken berbahan plastik sangat berpotensi menyebabkan terjadi kebakaran ketika terjadi aliran listrik. Semua SPBU memang sudah melarang penjualan BBM eceran yang menggunakan jeriken dari plastik. “Sehingga, sekarang ini semua harus menggunakan jeriken yang berbahan logam,” tutur Supratigto.

Hiswana Migas juga sudah pernah menegur SPBU yang masih melayani pembelian jeriken plastik. Praktik itu biasanya dilakukan pada malam hari.

“Biasanya jeriken yang sudah disiapkan itu ngisinya pada malam hari, dengan mematikan lampu di dalam SPBU. Memang setelah ada larangan dari Pertamina, pembeli harus menggunakan sepeda motor dan mobil,” pungkas Supratigto.

Reporter & Fotografer: Jumai
Editor : Adi Faizin
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :