Dalam Seminar Harmonisasi Pembinaan Keluarga LDII Jatim, LDII Jember Siap Hadapi Era Digital

OPTIMISTIS: Ibu-Ibu delegasi DPD LDII Kabupaten Jember mengikuti seminar Parenting Skill yang diadakan oleh DPW LDII Provinsi Jawa Timur di Surabaya ( 26/8).

RADARJEMBER.ID – Menyiapkan generasi penerus bangsa yang profesional dan religius adalah salah satu rekomendasi Munas LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) Tahun 2016 lalu. Hal itu yang mendasari DPW LDII Provinsi Jawa Timur secara rutin mengadakan Seminar Parenting Skill untuk mewujudkan prgoram mulia tersebut.

IKLAN

Tahun 2018 ini, seminar mengambil tema Pembinaan Keluarga di era digital, yang digelar di Pondok Pesantren Sabilurrosyidin, Surabaya, dan diikuti ratusan peserta Ibu-Ibu dari DPD LDII Kabupaten/Kota se Jawa Timur (26/8). Pada seminar tersebut DPD LDII Kabupaten Jember mengirimkan tujuh orang delegasi peserta dari bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga.

Menurut Yuyun, anggota DPD bagian PPKK DPD LDII Jember, hasil seminar ini akan ditindaklanjuti dengan mengadakan seminar serupa di Jember yang rencananya akan dibuka oleh Bupati dr Faida, MMR, pada Bulan September 2018. Dia menilai pentingnya harmonisasi antara suami dan istri dalam pembinaan keluarga di era digital saat ini. “Seorang anak akan merasa nyaman bercerita kepada orang tua yang harmonis dalam setiap ada masalah dibanding cerita kepada teman media sosialnya,” ujarnya.

Gubernur Jawa Timur terpilih periode 2019- 2024, Khofifah Indar Parawansa, dalam seminar tersebut  mengajak seluruh stakeholder untuk bersiap-siap menyambut era baru revolusi industri 4.0. Semua kalangan baik kalangan industri, birokrasi, tenaga di bidang pendidikan, bahkan orang tua, kata Khofifah, harus siap dan mempersiapkan diri menghadapi era revolusi industri yang akan lebih maju dalam memanfaatkan teknologi digital.

Dikatakan Khofifah, era digitalisasi harus diformat supaya masyarakat siap jika ada pengusaha yang sedang memulai untuk menghadapi ekonomi digital. Begitu juga dengan di bidang birokrasi, lanjut Khofifah, pemerintah harus siap menghadapi revolusi industri 4.0 yang akan 300 kali lebih cepat dibandingkan revolusi industri 1.0, lantaran kemajuan teknologi informasinya.

Setuju atau tidak setuju, lanjut mantan Mensos ini, warga bangsa harus siap menghadapi era digital, sehingga ada percepatan layanan produksi, transportasi. “Bahkan akan ada hyperloop dengan kecepatan tertentu dan membuat masyarakat bisa mengakses percepatan layanan yang mereka rasa itu hak mereka,” tandasnya.

Di bidang pemerintahan, ketua umum PP Muslimat NU itu juga siap untuk melakukan beberapa terobosan dalam rangka menyambut revolusi industri 4.0.”Terutama bagaimana kita bisa memonitor seluruh layanan dan juga mengedepankan respons cepat,” jelasnya. Dia mengaku pihaknya dan pemerintahahan akan melakukan integrasi layanan di kabupaten kota.  Akan lebih akuntabel, lebih transparan dan lebih termonitor dan layanan bisa lebih cepat. “Kita akan membangun sistem yang terintegrasi dengan kabupaten kota. Saya rasa kabupaten kota yang siap akan kita sambungkan bersama-sama,” imbuhnya. Dia tidak akan memaksakan untuk kabupaten kota di Jatim serentak terkoneksi dalam pelaksanaan percepatan pelayanan  revolusi industri 4.0 ini.

Editor : M. Shodiq Syarif

Reporter :

Fotografer :

Editor :