alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Siswa Kelas 3 SD di Jember Meninggal Saat Pembelajaran di Alam

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran luar ruangan yang dilaksanakan SDN Dukuhmencek 03 Kecamatan Sukorambi, Jember, berubah menjadi petaka. Salah seorang siswanya ditemukan meninggal tenggelam di sungai saat pembelajaran di alam. Korban ditengarai terpisah dari rombongan sebelum warga menemukannya tak bernyawa.

Abdul Rochim adalah warga yang kali pertama menemukan jasad Muhammad Dhanar Agustian, Sabtu (28/5) siang sekitar pukul 10.30 WIB. Kala itu, warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek ini hendak mandi di kawasan dam desa setempat. Mengetahui ada tubuh bocah, dia langsung memberitahu Eko Andry Susilo, 34, wali kelas di sekolah korban. Siang itu, Eko bersama puluhan siswa lainnya sedang mengikuti pembelajaran di alam terbuka.

Menurut Eko, sebelum warga menemukan jasad muridnya, sekitar 25 siswa kelas 3 sedang mengikuti pembelajaran tema delapan, yakni Praja Muda Karana (Pramuka). “Pagi harinya para siswa belajar di dalam kelas, karena praktik maka anak-anak dibawa ke sungai,” ujar Eko.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Balita Asal Balung Jember yang Dikabarkan Hilang, Ditemukan Meninggal

Eko mengatakan, tujuan ke sungai itu bukan untuk mandi, melainkan menjelaskan kepada siswa kalau sungai itu sangat bermanfaat bagi kehidupan. Sehingga siswa diberi pemahaman agar jangan sampai mengotori atau merusak alam supaya tak berbalik menjadi ancaman bencana.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran luar ruangan yang dilaksanakan SDN Dukuhmencek 03 Kecamatan Sukorambi, Jember, berubah menjadi petaka. Salah seorang siswanya ditemukan meninggal tenggelam di sungai saat pembelajaran di alam. Korban ditengarai terpisah dari rombongan sebelum warga menemukannya tak bernyawa.

Abdul Rochim adalah warga yang kali pertama menemukan jasad Muhammad Dhanar Agustian, Sabtu (28/5) siang sekitar pukul 10.30 WIB. Kala itu, warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek ini hendak mandi di kawasan dam desa setempat. Mengetahui ada tubuh bocah, dia langsung memberitahu Eko Andry Susilo, 34, wali kelas di sekolah korban. Siang itu, Eko bersama puluhan siswa lainnya sedang mengikuti pembelajaran di alam terbuka.

Menurut Eko, sebelum warga menemukan jasad muridnya, sekitar 25 siswa kelas 3 sedang mengikuti pembelajaran tema delapan, yakni Praja Muda Karana (Pramuka). “Pagi harinya para siswa belajar di dalam kelas, karena praktik maka anak-anak dibawa ke sungai,” ujar Eko.

BACA JUGA: Balita Asal Balung Jember yang Dikabarkan Hilang, Ditemukan Meninggal

Eko mengatakan, tujuan ke sungai itu bukan untuk mandi, melainkan menjelaskan kepada siswa kalau sungai itu sangat bermanfaat bagi kehidupan. Sehingga siswa diberi pemahaman agar jangan sampai mengotori atau merusak alam supaya tak berbalik menjadi ancaman bencana.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran luar ruangan yang dilaksanakan SDN Dukuhmencek 03 Kecamatan Sukorambi, Jember, berubah menjadi petaka. Salah seorang siswanya ditemukan meninggal tenggelam di sungai saat pembelajaran di alam. Korban ditengarai terpisah dari rombongan sebelum warga menemukannya tak bernyawa.

Abdul Rochim adalah warga yang kali pertama menemukan jasad Muhammad Dhanar Agustian, Sabtu (28/5) siang sekitar pukul 10.30 WIB. Kala itu, warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek ini hendak mandi di kawasan dam desa setempat. Mengetahui ada tubuh bocah, dia langsung memberitahu Eko Andry Susilo, 34, wali kelas di sekolah korban. Siang itu, Eko bersama puluhan siswa lainnya sedang mengikuti pembelajaran di alam terbuka.

Menurut Eko, sebelum warga menemukan jasad muridnya, sekitar 25 siswa kelas 3 sedang mengikuti pembelajaran tema delapan, yakni Praja Muda Karana (Pramuka). “Pagi harinya para siswa belajar di dalam kelas, karena praktik maka anak-anak dibawa ke sungai,” ujar Eko.

BACA JUGA: Balita Asal Balung Jember yang Dikabarkan Hilang, Ditemukan Meninggal

Eko mengatakan, tujuan ke sungai itu bukan untuk mandi, melainkan menjelaskan kepada siswa kalau sungai itu sangat bermanfaat bagi kehidupan. Sehingga siswa diberi pemahaman agar jangan sampai mengotori atau merusak alam supaya tak berbalik menjadi ancaman bencana.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/