alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Dugaan Penggelapan Tebu, BUMDes Polisikan Kades Plerean Sumberjambe

Mobile_AP_Rectangle 1

PLEREAN, Radar Jember – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Plerean, Kecamatan Sumberjambe, kompak melaporkan dugaan kasus penggelapan tebu ke Mapolres Jember. Orang yang dilaporkan tidak lain adalah kepala desa setempat serta beberapa orang yang melakukan penebangan.

BACA JUGA : Dua Bocah di Bawah Umur Asal Puger Tertangkap Edarkan Pil Edan

Laporan kasus penggelapan ini dilakukan Ketua BUMDes Plerean Hamdari. Menurutnya, peristiwa penebangan, pencurian, atau penggelapan tanaman tebu terjadi di persawahan Desa Plerean yang dikelola BUMDes.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hamdari menyebut, BUMDes telah lama mengelola lahan seluas 10 hektare yang ditanami tebu. “Sudah empat tahun ditanami tebu, dan baru sekarang ada masalah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dijelaskan, penebangan tanaman tebu diketahui setelah ada laporan dari warga. Begitu ditelusuri, orang-orang yang melakukan penebangan tebu bukan dari pihak BUMDes. Melainkan orang-orang suruhan kepala desa. “Saya kebetulan lagi di luar. Tiba-tiba warga berkabar, ada penebangan tebu milik BUMDes,” terangnya.

Ditambahkan, peristiwa tersebut di luar pengetahuannya. “Biasanya ada koordinasi dengan saya. Tapi, ini malah main tebang sendiri, tanpa pantauan saya,” tuturnya. Menurutnya, penebangan dilakukan selama empat hari atas perintah kades.

- Advertisement -

PLEREAN, Radar Jember – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Plerean, Kecamatan Sumberjambe, kompak melaporkan dugaan kasus penggelapan tebu ke Mapolres Jember. Orang yang dilaporkan tidak lain adalah kepala desa setempat serta beberapa orang yang melakukan penebangan.

BACA JUGA : Dua Bocah di Bawah Umur Asal Puger Tertangkap Edarkan Pil Edan

Laporan kasus penggelapan ini dilakukan Ketua BUMDes Plerean Hamdari. Menurutnya, peristiwa penebangan, pencurian, atau penggelapan tanaman tebu terjadi di persawahan Desa Plerean yang dikelola BUMDes.

Hamdari menyebut, BUMDes telah lama mengelola lahan seluas 10 hektare yang ditanami tebu. “Sudah empat tahun ditanami tebu, dan baru sekarang ada masalah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dijelaskan, penebangan tanaman tebu diketahui setelah ada laporan dari warga. Begitu ditelusuri, orang-orang yang melakukan penebangan tebu bukan dari pihak BUMDes. Melainkan orang-orang suruhan kepala desa. “Saya kebetulan lagi di luar. Tiba-tiba warga berkabar, ada penebangan tebu milik BUMDes,” terangnya.

Ditambahkan, peristiwa tersebut di luar pengetahuannya. “Biasanya ada koordinasi dengan saya. Tapi, ini malah main tebang sendiri, tanpa pantauan saya,” tuturnya. Menurutnya, penebangan dilakukan selama empat hari atas perintah kades.

PLEREAN, Radar Jember – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Plerean, Kecamatan Sumberjambe, kompak melaporkan dugaan kasus penggelapan tebu ke Mapolres Jember. Orang yang dilaporkan tidak lain adalah kepala desa setempat serta beberapa orang yang melakukan penebangan.

BACA JUGA : Dua Bocah di Bawah Umur Asal Puger Tertangkap Edarkan Pil Edan

Laporan kasus penggelapan ini dilakukan Ketua BUMDes Plerean Hamdari. Menurutnya, peristiwa penebangan, pencurian, atau penggelapan tanaman tebu terjadi di persawahan Desa Plerean yang dikelola BUMDes.

Hamdari menyebut, BUMDes telah lama mengelola lahan seluas 10 hektare yang ditanami tebu. “Sudah empat tahun ditanami tebu, dan baru sekarang ada masalah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Dijelaskan, penebangan tanaman tebu diketahui setelah ada laporan dari warga. Begitu ditelusuri, orang-orang yang melakukan penebangan tebu bukan dari pihak BUMDes. Melainkan orang-orang suruhan kepala desa. “Saya kebetulan lagi di luar. Tiba-tiba warga berkabar, ada penebangan tebu milik BUMDes,” terangnya.

Ditambahkan, peristiwa tersebut di luar pengetahuannya. “Biasanya ada koordinasi dengan saya. Tapi, ini malah main tebang sendiri, tanpa pantauan saya,” tuturnya. Menurutnya, penebangan dilakukan selama empat hari atas perintah kades.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/