alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Bocah Kelas 3 SD di Jember yang Ditemukan Meninggal, Sering Juara Pantomim

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Kepergian Muhammad Dhanar Agustian, siswa kelas 3 SDN Dukuhmencek 03, Kecamatan Sukorambi, Jember, membawa duka mendalam. Tak hanya bagi keluarga, tapi juga guru dan teman-temannya di sekolah. Sebab, bocah 10 tahun warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek ini merupakan siswa berprestasi. Dia kerap menjadi juara lomba pantomim di tingkat kecamatan.

Sebelumnya, Dhanar ditemukan meninggal oleh warga. Dia dikabarkan tenggelam saat mandi bersama empat orang temannya di sebuah dam di Lingkungan Krajan Utara, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, Sabtu (28/5) siang, sekitar pukul 10.30 WIB, ketika proses pembelajaran di alam. Jarak antara sekolah dengan lokasi sekitar satu kilometer.

“Di sekolah korban terkenal pendiam, termasuk saat pembelajaran di kelas. Demikian juga saat menuju ke sungai, korban juga tidak menunjukkan hal yang aneh,” kata Eko Andry Susilo, salah satu guru yang juga wali kelas 3 SDN Dukuhmencek 03.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Siswa Kelas 3 SD di Jember Meninggal Saat Pembelajaran di Alam

Saat petaka itu terjadi, korban bersama puluhan siswa lainnya tengah menjalani pembelajaran luar ruang. Mereka belajar tentang manfaat sungai terhadap kehidupan, serta manfaat sungai bagi proses pembelajaran Pramuka. “Kebetulan saya sedang memberi pengarahan kepada 20 siswa lainnya yang tidak jauh dari lokasi tempat korban mandi,” ujar Andry.

- Advertisement -

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Kepergian Muhammad Dhanar Agustian, siswa kelas 3 SDN Dukuhmencek 03, Kecamatan Sukorambi, Jember, membawa duka mendalam. Tak hanya bagi keluarga, tapi juga guru dan teman-temannya di sekolah. Sebab, bocah 10 tahun warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek ini merupakan siswa berprestasi. Dia kerap menjadi juara lomba pantomim di tingkat kecamatan.

Sebelumnya, Dhanar ditemukan meninggal oleh warga. Dia dikabarkan tenggelam saat mandi bersama empat orang temannya di sebuah dam di Lingkungan Krajan Utara, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, Sabtu (28/5) siang, sekitar pukul 10.30 WIB, ketika proses pembelajaran di alam. Jarak antara sekolah dengan lokasi sekitar satu kilometer.

“Di sekolah korban terkenal pendiam, termasuk saat pembelajaran di kelas. Demikian juga saat menuju ke sungai, korban juga tidak menunjukkan hal yang aneh,” kata Eko Andry Susilo, salah satu guru yang juga wali kelas 3 SDN Dukuhmencek 03.

BACA JUGA: Siswa Kelas 3 SD di Jember Meninggal Saat Pembelajaran di Alam

Saat petaka itu terjadi, korban bersama puluhan siswa lainnya tengah menjalani pembelajaran luar ruang. Mereka belajar tentang manfaat sungai terhadap kehidupan, serta manfaat sungai bagi proses pembelajaran Pramuka. “Kebetulan saya sedang memberi pengarahan kepada 20 siswa lainnya yang tidak jauh dari lokasi tempat korban mandi,” ujar Andry.

JEMBER,RADARJEMBER.ID – Kepergian Muhammad Dhanar Agustian, siswa kelas 3 SDN Dukuhmencek 03, Kecamatan Sukorambi, Jember, membawa duka mendalam. Tak hanya bagi keluarga, tapi juga guru dan teman-temannya di sekolah. Sebab, bocah 10 tahun warga Dusun Botosari, Desa Dukuhmencek ini merupakan siswa berprestasi. Dia kerap menjadi juara lomba pantomim di tingkat kecamatan.

Sebelumnya, Dhanar ditemukan meninggal oleh warga. Dia dikabarkan tenggelam saat mandi bersama empat orang temannya di sebuah dam di Lingkungan Krajan Utara, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates, Sabtu (28/5) siang, sekitar pukul 10.30 WIB, ketika proses pembelajaran di alam. Jarak antara sekolah dengan lokasi sekitar satu kilometer.

“Di sekolah korban terkenal pendiam, termasuk saat pembelajaran di kelas. Demikian juga saat menuju ke sungai, korban juga tidak menunjukkan hal yang aneh,” kata Eko Andry Susilo, salah satu guru yang juga wali kelas 3 SDN Dukuhmencek 03.

BACA JUGA: Siswa Kelas 3 SD di Jember Meninggal Saat Pembelajaran di Alam

Saat petaka itu terjadi, korban bersama puluhan siswa lainnya tengah menjalani pembelajaran luar ruang. Mereka belajar tentang manfaat sungai terhadap kehidupan, serta manfaat sungai bagi proses pembelajaran Pramuka. “Kebetulan saya sedang memberi pengarahan kepada 20 siswa lainnya yang tidak jauh dari lokasi tempat korban mandi,” ujar Andry.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/