alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Bermula dari Postingan Medsos

Kasus Penipuan Kades Rp 4,7 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isak tangis tiga perempuan memecah keheningan siang di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Wuluhan, kemarin (27/5). Selepas Duhur itu, mereka tersedu-sedu ketika melihat dua lelaki yang meringkuk di balik jeruji besi.

DIKELER: Petugas kepolisian membawa Gus Dani, satu dari dua tersangka penipuan kades Rp 4,7 miliar. Kini, keduanya mendekam di sel tahanan Polsek Wuluhan.

Sampean iki Paaak!” rajuk seorang ibu, sambil tak kuasa menahan air matanya. Perempuan itu tidak datang sendiri. Ia bersama kedua putrinya yang berusia sekitar 18 tahunan dan tiga tahun. Jam berkunjung saat itu digunakan ketiganya untuk membesuk Ahmadi Riyadi Setyo Aji Prabowo alias AR, salah satu pelaku penipuan yang berperan sebagai mantan Kapolri Badrodin Haiti palsu. Kasus penipuan ini mendapat perhatian publik karena korban merugi hingga Rp 4,7 miliar.

Dari dalam tahanan berukuran sekitar 4×2 meter itu, tersangka asal Desa/Kecamatan Kencong ini menemui keluarganya. Sesekali ia mencoba menenangkan sang istri dan putri bungsunya yang terus merengek. “Udah ya nangisnya,” kata AR, berusaha menggendong dan menciumi putri bungsunya dari balik sel yang menjadi satu lokasi dengan ruang SPKT tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ia juga terlihat seperti menitipkan pesan, utamanya kepada putrinya yang diketahui baru lolos seleksi beasiswa di salah satu perguruan tingi ternama di Yogyakarta. Mereka seperti sudah paham bahwa selanjutnya tidak bisa bertemu dalam beberapa waktu yang cukup lama. “Pokoknya kamu kuliah yang rajin. Sudah, bapak gak papa di sini. Doain saja,” pinta AR, dengan mata berkaca-kaca.

AR seperti tak kuasa atas kemalangan yang menimpa dirinya. Wajahnya memerah. Matanya juga. Penyesalan tergambar jelas di raut wajah pria yang sebelumnya bekerja sebagai tukang kayu ini. Pria paruh baya itu masih harap-harap cemas, nasib baik bisa berpihak ke dirinya.

Selang beberapa saat, jam berkunjung akan berakhir. Istri AR dan kedua putrinya keluar dari ruang SPKT, tapi mereka tidak langsung pulang. Masih menunggu di emperan ruang SPKT Polsek Wuluhan.

Sementara itu, di sebelah AR, terlihat Fithroni Ramadhani (FR) alias Gus Dani. Dia rekan AR yang selama ini menjadi dalang atas kasus penipuan yang mengatasnamakan mantan orang nomor satu di kepolisian itu. Gus Dani inilah yang men-setting AR bisa tampil meyakinkan, sehingga menyerupai mantan Kapolri Badrodin Haiti dan memikat korbannya.

Melihat AR bertemu keluarganya, Gus Dani terlihat mematung. Sesekali menundukkan pandangannya karena merasa iba melihat kedatangan keluarga rekannya itu. “Alhamdulillah, masih sehat dan baik-baik saja,” katanya.

Jawa Pos Radar Jember berkesempatan mendatangi keduanya. Mereka cukup responsif dan mau menceritakan sejak awal kasus yang mereka lakukan itu. “Sedari awal, saya tidak ada niatan atau rencana sama sekali melakukan penipuan seperti ini,” kata Gus Dani, mengawali obrolan.

Ia mulai berkisah, sebelum mengenal korban Kepala Desa Lojejer M Sholeh, ia terlebih dahulu mengenal rekannya, AR. Tepatnya sekitar tiga tahun lalu atau pada 2018. Keakraban keduanya bukan karena ada hubungan sanak famili, tapi karena kesamaan hobi. Mereka sama-sama menyukai akik, atau batu cincin. Mereka pun mengaku sering bertukar batu akik, bertemu dan ngobrol, juga berbicara masih seputar dunia batu akik.

Hingga suatu ketika, Gus Dani iseng-iseng mengunggah aktivitas mereka ke beranda Facebook. Termasuk dirinya saat ketemu dan ngobrol bareng AR untuk urusan akik, awal Desember 2019 lalu. Singkat cerita, dari postingan itu kemudian dia menganggap AR mirip dengan mantan Kapolri. “Saya perhatikan baik-baik, sekilas beliau (AR) ini sepertinya mirip mantan Kapolri Badrodin Haiti,” katanya.

Sampai di situ, Gus Dani masih belum ada pikiran mau melakukan aksi penipuan. Baru memasuki awal 2020, ia semakin rajin mem-posting aktivitas dirinya bareng Badrodin Haiti KW itu. Entah apa maksudnya, Gus Dani juga membikin akun palsu atas nama Badrodin Haiti. Sehingga tiap unggahan, ia selalu menandai akun palsu itu agar terkesan sedang bersama dengan Badrodin Haiti.

Bahkan di beberapa beranda Facebook-nya, ia juga kerap menunjukkan aktivitas bareng orang-orang penting kalangan pejabat istana. Kata Gus Dani, tidak semua foto yang diunggah itu menunjukkan ia sebenarnya. Namun, ada yang hasil editan. Termasuk akun Badrodin Haiti yang dibuatnya sendiri. Meski akun palsu, ia berkilah hal itu hanya untuk iseng-iseng.

“Sempat suatu saat (tahun 2020, Red) saya posting foto bareng AR. Ternyata komentar dari pertemanan Facebook saya ada yang menyebut, kok bisa kenal sebegitu akrab dengan mantan Kapolri asal Paleran, Jember, itu,” ujarnya.

Mengetahui tanggapan komentar seperti itu, Gus Dani masih belum mengaku ada niatan melakukan penipuan. Cerita pun berlanjut, sekitar awal 2020 lalu, Gus Dani mulai mengenal M Sholeh, Kades Lojejer. Dia mengaku, sebelumnya dirinya tidak saling kenal dengan korban. Juga tak ada hubungan sanak famili. “Saya hanya kenal lewat perantara. Kawan kenalan saya. Juga orangnya Pak Kades. Saya lupa namanya,” akunya.

Nah, dari situlah kemudian, mulai ada komunikasi antara Gus Dani dengan kades. Sejak awal kenal, hubungan keduanya sangat harmonis. Mulai sering diajak makan, sampai sudah dianggap saudara sendiri. “Mungkin Pak Kades berpikir, saya benar-benar orangnya Pak Badrodin Haiti. Saya mengiyakan saja,” akunya, sambil mengerutkan dahi.

Sandiwara pun dimulai. Gus Dani mulai mencoba-coba melengkapi dirinya dengan atribut dan pakaian khas ajudan kenegaraan. Tidak ketinggalan, ia juga memoles penampilan AR, agar persis mirip Badrodin Haiti. Bahkan, korban dengan kedua pelaku sempat bertemu di satu meja.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isak tangis tiga perempuan memecah keheningan siang di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Wuluhan, kemarin (27/5). Selepas Duhur itu, mereka tersedu-sedu ketika melihat dua lelaki yang meringkuk di balik jeruji besi.

DIKELER: Petugas kepolisian membawa Gus Dani, satu dari dua tersangka penipuan kades Rp 4,7 miliar. Kini, keduanya mendekam di sel tahanan Polsek Wuluhan.

Sampean iki Paaak!” rajuk seorang ibu, sambil tak kuasa menahan air matanya. Perempuan itu tidak datang sendiri. Ia bersama kedua putrinya yang berusia sekitar 18 tahunan dan tiga tahun. Jam berkunjung saat itu digunakan ketiganya untuk membesuk Ahmadi Riyadi Setyo Aji Prabowo alias AR, salah satu pelaku penipuan yang berperan sebagai mantan Kapolri Badrodin Haiti palsu. Kasus penipuan ini mendapat perhatian publik karena korban merugi hingga Rp 4,7 miliar.

Dari dalam tahanan berukuran sekitar 4×2 meter itu, tersangka asal Desa/Kecamatan Kencong ini menemui keluarganya. Sesekali ia mencoba menenangkan sang istri dan putri bungsunya yang terus merengek. “Udah ya nangisnya,” kata AR, berusaha menggendong dan menciumi putri bungsunya dari balik sel yang menjadi satu lokasi dengan ruang SPKT tersebut.

Ia juga terlihat seperti menitipkan pesan, utamanya kepada putrinya yang diketahui baru lolos seleksi beasiswa di salah satu perguruan tingi ternama di Yogyakarta. Mereka seperti sudah paham bahwa selanjutnya tidak bisa bertemu dalam beberapa waktu yang cukup lama. “Pokoknya kamu kuliah yang rajin. Sudah, bapak gak papa di sini. Doain saja,” pinta AR, dengan mata berkaca-kaca.

AR seperti tak kuasa atas kemalangan yang menimpa dirinya. Wajahnya memerah. Matanya juga. Penyesalan tergambar jelas di raut wajah pria yang sebelumnya bekerja sebagai tukang kayu ini. Pria paruh baya itu masih harap-harap cemas, nasib baik bisa berpihak ke dirinya.

Selang beberapa saat, jam berkunjung akan berakhir. Istri AR dan kedua putrinya keluar dari ruang SPKT, tapi mereka tidak langsung pulang. Masih menunggu di emperan ruang SPKT Polsek Wuluhan.

Sementara itu, di sebelah AR, terlihat Fithroni Ramadhani (FR) alias Gus Dani. Dia rekan AR yang selama ini menjadi dalang atas kasus penipuan yang mengatasnamakan mantan orang nomor satu di kepolisian itu. Gus Dani inilah yang men-setting AR bisa tampil meyakinkan, sehingga menyerupai mantan Kapolri Badrodin Haiti dan memikat korbannya.

Melihat AR bertemu keluarganya, Gus Dani terlihat mematung. Sesekali menundukkan pandangannya karena merasa iba melihat kedatangan keluarga rekannya itu. “Alhamdulillah, masih sehat dan baik-baik saja,” katanya.

Jawa Pos Radar Jember berkesempatan mendatangi keduanya. Mereka cukup responsif dan mau menceritakan sejak awal kasus yang mereka lakukan itu. “Sedari awal, saya tidak ada niatan atau rencana sama sekali melakukan penipuan seperti ini,” kata Gus Dani, mengawali obrolan.

Ia mulai berkisah, sebelum mengenal korban Kepala Desa Lojejer M Sholeh, ia terlebih dahulu mengenal rekannya, AR. Tepatnya sekitar tiga tahun lalu atau pada 2018. Keakraban keduanya bukan karena ada hubungan sanak famili, tapi karena kesamaan hobi. Mereka sama-sama menyukai akik, atau batu cincin. Mereka pun mengaku sering bertukar batu akik, bertemu dan ngobrol, juga berbicara masih seputar dunia batu akik.

Hingga suatu ketika, Gus Dani iseng-iseng mengunggah aktivitas mereka ke beranda Facebook. Termasuk dirinya saat ketemu dan ngobrol bareng AR untuk urusan akik, awal Desember 2019 lalu. Singkat cerita, dari postingan itu kemudian dia menganggap AR mirip dengan mantan Kapolri. “Saya perhatikan baik-baik, sekilas beliau (AR) ini sepertinya mirip mantan Kapolri Badrodin Haiti,” katanya.

Sampai di situ, Gus Dani masih belum ada pikiran mau melakukan aksi penipuan. Baru memasuki awal 2020, ia semakin rajin mem-posting aktivitas dirinya bareng Badrodin Haiti KW itu. Entah apa maksudnya, Gus Dani juga membikin akun palsu atas nama Badrodin Haiti. Sehingga tiap unggahan, ia selalu menandai akun palsu itu agar terkesan sedang bersama dengan Badrodin Haiti.

Bahkan di beberapa beranda Facebook-nya, ia juga kerap menunjukkan aktivitas bareng orang-orang penting kalangan pejabat istana. Kata Gus Dani, tidak semua foto yang diunggah itu menunjukkan ia sebenarnya. Namun, ada yang hasil editan. Termasuk akun Badrodin Haiti yang dibuatnya sendiri. Meski akun palsu, ia berkilah hal itu hanya untuk iseng-iseng.

“Sempat suatu saat (tahun 2020, Red) saya posting foto bareng AR. Ternyata komentar dari pertemanan Facebook saya ada yang menyebut, kok bisa kenal sebegitu akrab dengan mantan Kapolri asal Paleran, Jember, itu,” ujarnya.

Mengetahui tanggapan komentar seperti itu, Gus Dani masih belum mengaku ada niatan melakukan penipuan. Cerita pun berlanjut, sekitar awal 2020 lalu, Gus Dani mulai mengenal M Sholeh, Kades Lojejer. Dia mengaku, sebelumnya dirinya tidak saling kenal dengan korban. Juga tak ada hubungan sanak famili. “Saya hanya kenal lewat perantara. Kawan kenalan saya. Juga orangnya Pak Kades. Saya lupa namanya,” akunya.

Nah, dari situlah kemudian, mulai ada komunikasi antara Gus Dani dengan kades. Sejak awal kenal, hubungan keduanya sangat harmonis. Mulai sering diajak makan, sampai sudah dianggap saudara sendiri. “Mungkin Pak Kades berpikir, saya benar-benar orangnya Pak Badrodin Haiti. Saya mengiyakan saja,” akunya, sambil mengerutkan dahi.

Sandiwara pun dimulai. Gus Dani mulai mencoba-coba melengkapi dirinya dengan atribut dan pakaian khas ajudan kenegaraan. Tidak ketinggalan, ia juga memoles penampilan AR, agar persis mirip Badrodin Haiti. Bahkan, korban dengan kedua pelaku sempat bertemu di satu meja.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isak tangis tiga perempuan memecah keheningan siang di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Wuluhan, kemarin (27/5). Selepas Duhur itu, mereka tersedu-sedu ketika melihat dua lelaki yang meringkuk di balik jeruji besi.

DIKELER: Petugas kepolisian membawa Gus Dani, satu dari dua tersangka penipuan kades Rp 4,7 miliar. Kini, keduanya mendekam di sel tahanan Polsek Wuluhan.

Sampean iki Paaak!” rajuk seorang ibu, sambil tak kuasa menahan air matanya. Perempuan itu tidak datang sendiri. Ia bersama kedua putrinya yang berusia sekitar 18 tahunan dan tiga tahun. Jam berkunjung saat itu digunakan ketiganya untuk membesuk Ahmadi Riyadi Setyo Aji Prabowo alias AR, salah satu pelaku penipuan yang berperan sebagai mantan Kapolri Badrodin Haiti palsu. Kasus penipuan ini mendapat perhatian publik karena korban merugi hingga Rp 4,7 miliar.

Dari dalam tahanan berukuran sekitar 4×2 meter itu, tersangka asal Desa/Kecamatan Kencong ini menemui keluarganya. Sesekali ia mencoba menenangkan sang istri dan putri bungsunya yang terus merengek. “Udah ya nangisnya,” kata AR, berusaha menggendong dan menciumi putri bungsunya dari balik sel yang menjadi satu lokasi dengan ruang SPKT tersebut.

Ia juga terlihat seperti menitipkan pesan, utamanya kepada putrinya yang diketahui baru lolos seleksi beasiswa di salah satu perguruan tingi ternama di Yogyakarta. Mereka seperti sudah paham bahwa selanjutnya tidak bisa bertemu dalam beberapa waktu yang cukup lama. “Pokoknya kamu kuliah yang rajin. Sudah, bapak gak papa di sini. Doain saja,” pinta AR, dengan mata berkaca-kaca.

AR seperti tak kuasa atas kemalangan yang menimpa dirinya. Wajahnya memerah. Matanya juga. Penyesalan tergambar jelas di raut wajah pria yang sebelumnya bekerja sebagai tukang kayu ini. Pria paruh baya itu masih harap-harap cemas, nasib baik bisa berpihak ke dirinya.

Selang beberapa saat, jam berkunjung akan berakhir. Istri AR dan kedua putrinya keluar dari ruang SPKT, tapi mereka tidak langsung pulang. Masih menunggu di emperan ruang SPKT Polsek Wuluhan.

Sementara itu, di sebelah AR, terlihat Fithroni Ramadhani (FR) alias Gus Dani. Dia rekan AR yang selama ini menjadi dalang atas kasus penipuan yang mengatasnamakan mantan orang nomor satu di kepolisian itu. Gus Dani inilah yang men-setting AR bisa tampil meyakinkan, sehingga menyerupai mantan Kapolri Badrodin Haiti dan memikat korbannya.

Melihat AR bertemu keluarganya, Gus Dani terlihat mematung. Sesekali menundukkan pandangannya karena merasa iba melihat kedatangan keluarga rekannya itu. “Alhamdulillah, masih sehat dan baik-baik saja,” katanya.

Jawa Pos Radar Jember berkesempatan mendatangi keduanya. Mereka cukup responsif dan mau menceritakan sejak awal kasus yang mereka lakukan itu. “Sedari awal, saya tidak ada niatan atau rencana sama sekali melakukan penipuan seperti ini,” kata Gus Dani, mengawali obrolan.

Ia mulai berkisah, sebelum mengenal korban Kepala Desa Lojejer M Sholeh, ia terlebih dahulu mengenal rekannya, AR. Tepatnya sekitar tiga tahun lalu atau pada 2018. Keakraban keduanya bukan karena ada hubungan sanak famili, tapi karena kesamaan hobi. Mereka sama-sama menyukai akik, atau batu cincin. Mereka pun mengaku sering bertukar batu akik, bertemu dan ngobrol, juga berbicara masih seputar dunia batu akik.

Hingga suatu ketika, Gus Dani iseng-iseng mengunggah aktivitas mereka ke beranda Facebook. Termasuk dirinya saat ketemu dan ngobrol bareng AR untuk urusan akik, awal Desember 2019 lalu. Singkat cerita, dari postingan itu kemudian dia menganggap AR mirip dengan mantan Kapolri. “Saya perhatikan baik-baik, sekilas beliau (AR) ini sepertinya mirip mantan Kapolri Badrodin Haiti,” katanya.

Sampai di situ, Gus Dani masih belum ada pikiran mau melakukan aksi penipuan. Baru memasuki awal 2020, ia semakin rajin mem-posting aktivitas dirinya bareng Badrodin Haiti KW itu. Entah apa maksudnya, Gus Dani juga membikin akun palsu atas nama Badrodin Haiti. Sehingga tiap unggahan, ia selalu menandai akun palsu itu agar terkesan sedang bersama dengan Badrodin Haiti.

Bahkan di beberapa beranda Facebook-nya, ia juga kerap menunjukkan aktivitas bareng orang-orang penting kalangan pejabat istana. Kata Gus Dani, tidak semua foto yang diunggah itu menunjukkan ia sebenarnya. Namun, ada yang hasil editan. Termasuk akun Badrodin Haiti yang dibuatnya sendiri. Meski akun palsu, ia berkilah hal itu hanya untuk iseng-iseng.

“Sempat suatu saat (tahun 2020, Red) saya posting foto bareng AR. Ternyata komentar dari pertemanan Facebook saya ada yang menyebut, kok bisa kenal sebegitu akrab dengan mantan Kapolri asal Paleran, Jember, itu,” ujarnya.

Mengetahui tanggapan komentar seperti itu, Gus Dani masih belum mengaku ada niatan melakukan penipuan. Cerita pun berlanjut, sekitar awal 2020 lalu, Gus Dani mulai mengenal M Sholeh, Kades Lojejer. Dia mengaku, sebelumnya dirinya tidak saling kenal dengan korban. Juga tak ada hubungan sanak famili. “Saya hanya kenal lewat perantara. Kawan kenalan saya. Juga orangnya Pak Kades. Saya lupa namanya,” akunya.

Nah, dari situlah kemudian, mulai ada komunikasi antara Gus Dani dengan kades. Sejak awal kenal, hubungan keduanya sangat harmonis. Mulai sering diajak makan, sampai sudah dianggap saudara sendiri. “Mungkin Pak Kades berpikir, saya benar-benar orangnya Pak Badrodin Haiti. Saya mengiyakan saja,” akunya, sambil mengerutkan dahi.

Sandiwara pun dimulai. Gus Dani mulai mencoba-coba melengkapi dirinya dengan atribut dan pakaian khas ajudan kenegaraan. Tidak ketinggalan, ia juga memoles penampilan AR, agar persis mirip Badrodin Haiti. Bahkan, korban dengan kedua pelaku sempat bertemu di satu meja.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/