alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Miliki Beragam Disiplin Bela Diri, Kuncinya Mematuhi Pelatih

Abdulrahman menjadi atlet Jember yang membela Kontingen Jawa Timur di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua. Tak sekadar masuk PON saja, dirinya juga ditarget meraih medali emas. Lantas, bagaimana perjuangannya hingga menjadi atlet andalan cabor muay thai tersebut?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mengenakan kaus berkerah hijau khas kontingen Jatim untuk PON, Abdulrahman segera berdiri. Dia memeragakan dance muay thai fight di Pendapa Bupati Jember, 11 April lalu. Walau tidak ada musik pengiring, dirinya tetap melakukan gerakan bela diri khas dari Negeri Gajah Putih tersebut.

Meski tak ada musik, dirinya cukup bangga. Sebab, bisa mewakili Jatim untuk ke PON Papua. Bahkan, Abdulrahman bisa jadi ujung tombak dalam meraih medali cabor muay thai tersebut. Sebab, dirinya ditargetkan meraih emas.

Hal itu tidak lain atas capaiannya selama ini dalam pertandingan. Tercatat, dia berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Puncaknya, saat kualifikasi Pra PON Papua tahun 2019 lalu. Dia kembali meraih medali emas.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bermain di kelas 60 kilogram pada laga final waktu itu, Abdulrahman berhasil mengalahkan atlet asal Kalimantan Timur. Meski begitu, dia mengaku masih waspada di PON Papua mendatang. Sebab, dia merasa atlet muay thai yang kuat selain dari Papua adalah asal Kalimantan Timur. “Kalimantan Timur dan Papua yang berat. Makanya terus berlatih. Tidak boleh dianggap enteng,” tuturnya.

Selain muay thai, Abdulrahman juga menguasai olahraga bela diri lainnya. Silat, wushu sanda, tinju, dan kick boxing. Baginya, belajar berbagai ilmu bela diri adalah untuk menambah kemampuan dirinya, juga mencari jalan lain untuk berprestasi di bidang olahraga.

Pria asal Desa Curahmalang, Rambipuji, tersebut mengaku pernah latihan tinju, tapi sudah lama tidak kunjung juara. Bahkan, dia juga sempat mengadu karir dengan berlatih tinju di Semarang. Kegagalannya tidak membuat Abdulrahman berkecil hati. Bersama pelatihnya, salah satunya Ardhianto Oki Wijaya, dia terus digembleng untuk berlatih olahraga bela diri lainnya.

Bahkan, di wushu sanda dirinya sempat menunjukan prestasi. Dengan bermain delapan dan juara terus. Namun, keberuntungan tidak menghampirinya untuk masuk tim Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) Jatim. Selanjutnya, pada 2018, Abdulrahman mulai turun di Kejurnas Muay Thai Jawa Timur.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mengenakan kaus berkerah hijau khas kontingen Jatim untuk PON, Abdulrahman segera berdiri. Dia memeragakan dance muay thai fight di Pendapa Bupati Jember, 11 April lalu. Walau tidak ada musik pengiring, dirinya tetap melakukan gerakan bela diri khas dari Negeri Gajah Putih tersebut.

Meski tak ada musik, dirinya cukup bangga. Sebab, bisa mewakili Jatim untuk ke PON Papua. Bahkan, Abdulrahman bisa jadi ujung tombak dalam meraih medali cabor muay thai tersebut. Sebab, dirinya ditargetkan meraih emas.

Hal itu tidak lain atas capaiannya selama ini dalam pertandingan. Tercatat, dia berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Puncaknya, saat kualifikasi Pra PON Papua tahun 2019 lalu. Dia kembali meraih medali emas.

Bermain di kelas 60 kilogram pada laga final waktu itu, Abdulrahman berhasil mengalahkan atlet asal Kalimantan Timur. Meski begitu, dia mengaku masih waspada di PON Papua mendatang. Sebab, dia merasa atlet muay thai yang kuat selain dari Papua adalah asal Kalimantan Timur. “Kalimantan Timur dan Papua yang berat. Makanya terus berlatih. Tidak boleh dianggap enteng,” tuturnya.

Selain muay thai, Abdulrahman juga menguasai olahraga bela diri lainnya. Silat, wushu sanda, tinju, dan kick boxing. Baginya, belajar berbagai ilmu bela diri adalah untuk menambah kemampuan dirinya, juga mencari jalan lain untuk berprestasi di bidang olahraga.

Pria asal Desa Curahmalang, Rambipuji, tersebut mengaku pernah latihan tinju, tapi sudah lama tidak kunjung juara. Bahkan, dia juga sempat mengadu karir dengan berlatih tinju di Semarang. Kegagalannya tidak membuat Abdulrahman berkecil hati. Bersama pelatihnya, salah satunya Ardhianto Oki Wijaya, dia terus digembleng untuk berlatih olahraga bela diri lainnya.

Bahkan, di wushu sanda dirinya sempat menunjukan prestasi. Dengan bermain delapan dan juara terus. Namun, keberuntungan tidak menghampirinya untuk masuk tim Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) Jatim. Selanjutnya, pada 2018, Abdulrahman mulai turun di Kejurnas Muay Thai Jawa Timur.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mengenakan kaus berkerah hijau khas kontingen Jatim untuk PON, Abdulrahman segera berdiri. Dia memeragakan dance muay thai fight di Pendapa Bupati Jember, 11 April lalu. Walau tidak ada musik pengiring, dirinya tetap melakukan gerakan bela diri khas dari Negeri Gajah Putih tersebut.

Meski tak ada musik, dirinya cukup bangga. Sebab, bisa mewakili Jatim untuk ke PON Papua. Bahkan, Abdulrahman bisa jadi ujung tombak dalam meraih medali cabor muay thai tersebut. Sebab, dirinya ditargetkan meraih emas.

Hal itu tidak lain atas capaiannya selama ini dalam pertandingan. Tercatat, dia berhasil meraih medali emas dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Puncaknya, saat kualifikasi Pra PON Papua tahun 2019 lalu. Dia kembali meraih medali emas.

Bermain di kelas 60 kilogram pada laga final waktu itu, Abdulrahman berhasil mengalahkan atlet asal Kalimantan Timur. Meski begitu, dia mengaku masih waspada di PON Papua mendatang. Sebab, dia merasa atlet muay thai yang kuat selain dari Papua adalah asal Kalimantan Timur. “Kalimantan Timur dan Papua yang berat. Makanya terus berlatih. Tidak boleh dianggap enteng,” tuturnya.

Selain muay thai, Abdulrahman juga menguasai olahraga bela diri lainnya. Silat, wushu sanda, tinju, dan kick boxing. Baginya, belajar berbagai ilmu bela diri adalah untuk menambah kemampuan dirinya, juga mencari jalan lain untuk berprestasi di bidang olahraga.

Pria asal Desa Curahmalang, Rambipuji, tersebut mengaku pernah latihan tinju, tapi sudah lama tidak kunjung juara. Bahkan, dia juga sempat mengadu karir dengan berlatih tinju di Semarang. Kegagalannya tidak membuat Abdulrahman berkecil hati. Bersama pelatihnya, salah satunya Ardhianto Oki Wijaya, dia terus digembleng untuk berlatih olahraga bela diri lainnya.

Bahkan, di wushu sanda dirinya sempat menunjukan prestasi. Dengan bermain delapan dan juara terus. Namun, keberuntungan tidak menghampirinya untuk masuk tim Pusat Pelatihan Daerah (Puslatda) Jatim. Selanjutnya, pada 2018, Abdulrahman mulai turun di Kejurnas Muay Thai Jawa Timur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/