alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Polres Jember Ringkus Sindikat Peredaran Uang Palsu Senilai Rp 2,7 Juta

Mobile_AP_Rectangle 1

LEDOKOMBO, RADARJEMBER.ID – Sindikat peredaran uang palsu (upal) kembali terjadi. Dengan memanfaatkan media sosial, pelaku ini mendulang keuntungan dari bertransaksi uang kertas tiruan tersebut.

Pelaku adalah pria berinisial JND, 31, warga Dusun Krajan, RT/RW 01/09, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat. Dia diamankan kepolisian setempat setelah kedapatan menggunakan upal tersebut di pinggir jalan sekitar perlintasan kereta api Dusun Pasar, Desa/Kecamatan Ledokombo.

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin melalui Kapolsek Ledokombo Iptu Setyono Budhi Santoso membeberkan, penangkapan terhadap pelaku itu bermula dari laporan masyarakat yang menyebut di tempat tersebut sering dijadikan transaksi upal. “Dari tangan tersangka, disita barang bukti berupa uang palsu senilai Rp 2,75 juta,” kata Setyono, melalui keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos Radar Jember, Selasa (26/10) malam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, dari nilai upal tersebut rinciannya sebanyak 25 lembar uang pecahan seratus ribu rupiah tahun emisi 2014 dan tahun emisi 2016, dua lembar uang pecahan sepuluh ribu rupiah tahun emisi 2013 dan tahun emisi 2016, serta 10 lembar uang pecahan lima ribu rupiah tahun emisi 2016.

- Advertisement -

LEDOKOMBO, RADARJEMBER.ID – Sindikat peredaran uang palsu (upal) kembali terjadi. Dengan memanfaatkan media sosial, pelaku ini mendulang keuntungan dari bertransaksi uang kertas tiruan tersebut.

Pelaku adalah pria berinisial JND, 31, warga Dusun Krajan, RT/RW 01/09, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat. Dia diamankan kepolisian setempat setelah kedapatan menggunakan upal tersebut di pinggir jalan sekitar perlintasan kereta api Dusun Pasar, Desa/Kecamatan Ledokombo.

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin melalui Kapolsek Ledokombo Iptu Setyono Budhi Santoso membeberkan, penangkapan terhadap pelaku itu bermula dari laporan masyarakat yang menyebut di tempat tersebut sering dijadikan transaksi upal. “Dari tangan tersangka, disita barang bukti berupa uang palsu senilai Rp 2,75 juta,” kata Setyono, melalui keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos Radar Jember, Selasa (26/10) malam.

Dia menjelaskan, dari nilai upal tersebut rinciannya sebanyak 25 lembar uang pecahan seratus ribu rupiah tahun emisi 2014 dan tahun emisi 2016, dua lembar uang pecahan sepuluh ribu rupiah tahun emisi 2013 dan tahun emisi 2016, serta 10 lembar uang pecahan lima ribu rupiah tahun emisi 2016.

LEDOKOMBO, RADARJEMBER.ID – Sindikat peredaran uang palsu (upal) kembali terjadi. Dengan memanfaatkan media sosial, pelaku ini mendulang keuntungan dari bertransaksi uang kertas tiruan tersebut.

Pelaku adalah pria berinisial JND, 31, warga Dusun Krajan, RT/RW 01/09, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat. Dia diamankan kepolisian setempat setelah kedapatan menggunakan upal tersebut di pinggir jalan sekitar perlintasan kereta api Dusun Pasar, Desa/Kecamatan Ledokombo.

Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin melalui Kapolsek Ledokombo Iptu Setyono Budhi Santoso membeberkan, penangkapan terhadap pelaku itu bermula dari laporan masyarakat yang menyebut di tempat tersebut sering dijadikan transaksi upal. “Dari tangan tersangka, disita barang bukti berupa uang palsu senilai Rp 2,75 juta,” kata Setyono, melalui keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos Radar Jember, Selasa (26/10) malam.

Dia menjelaskan, dari nilai upal tersebut rinciannya sebanyak 25 lembar uang pecahan seratus ribu rupiah tahun emisi 2014 dan tahun emisi 2016, dua lembar uang pecahan sepuluh ribu rupiah tahun emisi 2013 dan tahun emisi 2016, serta 10 lembar uang pecahan lima ribu rupiah tahun emisi 2016.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/