alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Kasus Pembunuhan Mahasiswa Unej, Beli Bensin 10 Liter untuk Bakar Korban

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Sidang pemeriksaan saksi kedua kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh dua terdakwa berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (26/7). Kali ini, saksi yang dihadirkan langsung adalah pedagang kelontong. Kedua terdakwa pada tahun 2013 membeli bensin sebanyak 10 liter untuk membakar korban, yang tak lain mahasiswa Unej itu.

BACA JUGA : MPLS SMAN 1 Tenggarang, Materi Anti Narkoba, Pornografi Hingga Cyber Crime

Sidang kasus pembunuhan dengan cara membakar korban dipimpin langsung oleh hakim Diah Poernomojekti, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endah Puspitorini. Penasihat hukum dan saksi hadir langsung ke ruang sidang Candra di PN Jember. sementara, dua terdakwa mengikuti sidang secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember. Saksi yang dihadirkan yakni Imam, salah satu pedagang yang tak jauh dari lokasi pembakaran.

Mobile_AP_Rectangle 2

Imam mengaku sempat melayani dua orang pemuda yang membeli bensin 10 liter di tokonya. Bensin tersebut kemudian dituangkan ke dalam satu jeriken yang dibawa oleh kedua terdakwa. “Saya lupa harganya berapa waktu itu. Yang jelas, mereka membeli 10 liter bensin ke saya,” terangnya di depan majelis hakim.

Keduanya menggunakan mobil berjenis sedan, waktu itu. Saksi menyebut, tidak ada kecurigaan akan maksud dari pembelian tersebut. “Mobilnya seperti sedan, terus nomor polisinya saya lupa,” imbuhnya sambil mengingat kejadian tersebut.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Sidang pemeriksaan saksi kedua kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh dua terdakwa berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (26/7). Kali ini, saksi yang dihadirkan langsung adalah pedagang kelontong. Kedua terdakwa pada tahun 2013 membeli bensin sebanyak 10 liter untuk membakar korban, yang tak lain mahasiswa Unej itu.

BACA JUGA : MPLS SMAN 1 Tenggarang, Materi Anti Narkoba, Pornografi Hingga Cyber Crime

Sidang kasus pembunuhan dengan cara membakar korban dipimpin langsung oleh hakim Diah Poernomojekti, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endah Puspitorini. Penasihat hukum dan saksi hadir langsung ke ruang sidang Candra di PN Jember. sementara, dua terdakwa mengikuti sidang secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember. Saksi yang dihadirkan yakni Imam, salah satu pedagang yang tak jauh dari lokasi pembakaran.

Imam mengaku sempat melayani dua orang pemuda yang membeli bensin 10 liter di tokonya. Bensin tersebut kemudian dituangkan ke dalam satu jeriken yang dibawa oleh kedua terdakwa. “Saya lupa harganya berapa waktu itu. Yang jelas, mereka membeli 10 liter bensin ke saya,” terangnya di depan majelis hakim.

Keduanya menggunakan mobil berjenis sedan, waktu itu. Saksi menyebut, tidak ada kecurigaan akan maksud dari pembelian tersebut. “Mobilnya seperti sedan, terus nomor polisinya saya lupa,” imbuhnya sambil mengingat kejadian tersebut.

SUMBERSARI, Radar Jember – Sidang pemeriksaan saksi kedua kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh dua terdakwa berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (26/7). Kali ini, saksi yang dihadirkan langsung adalah pedagang kelontong. Kedua terdakwa pada tahun 2013 membeli bensin sebanyak 10 liter untuk membakar korban, yang tak lain mahasiswa Unej itu.

BACA JUGA : MPLS SMAN 1 Tenggarang, Materi Anti Narkoba, Pornografi Hingga Cyber Crime

Sidang kasus pembunuhan dengan cara membakar korban dipimpin langsung oleh hakim Diah Poernomojekti, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endah Puspitorini. Penasihat hukum dan saksi hadir langsung ke ruang sidang Candra di PN Jember. sementara, dua terdakwa mengikuti sidang secara virtual dari Lapas Kelas II A Jember. Saksi yang dihadirkan yakni Imam, salah satu pedagang yang tak jauh dari lokasi pembakaran.

Imam mengaku sempat melayani dua orang pemuda yang membeli bensin 10 liter di tokonya. Bensin tersebut kemudian dituangkan ke dalam satu jeriken yang dibawa oleh kedua terdakwa. “Saya lupa harganya berapa waktu itu. Yang jelas, mereka membeli 10 liter bensin ke saya,” terangnya di depan majelis hakim.

Keduanya menggunakan mobil berjenis sedan, waktu itu. Saksi menyebut, tidak ada kecurigaan akan maksud dari pembelian tersebut. “Mobilnya seperti sedan, terus nomor polisinya saya lupa,” imbuhnya sambil mengingat kejadian tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/