alexametrics
28.6 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Pagar Nusa Tagih Komitmen Polisi

Datangi Polres, Desak Usut Pelaku

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pengeroyokan oknum pesilat di Bangsalsari terus berlanjut. Belum adanya pelaku yang ditangkap oleh aparat kepolisian, membuat sejumlah Pengurus Pagar Nusa (PN) Jember, bersama Pengurus Jawa Timur, dan didampingi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, mendatangi Polres Jember, kemarin (26/4).

Kedatangan mereka untuk menagih komitmen kepolisian atas surat yang dilayangkan PCNU Jember, Selasa pekan lalu. Surat itu meminta pihak kepolisian segera mengusut kasus pengeroyokan anggotanya oleh oknum pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jember. Kedatangan petinggi PN dan PCNU, siang itu, seketika disambut oleh Kapolres Jember AKBP Arif Rachman yang kala itu tengah menggelar apel rutin tiap Senin.

Ketua PN Jember Fathorrozi mengatakan, penegakan hukum yang dilakukan kepolisian nanti dirasa akan menjawab ketakutan keluarga korban yang sempat disampaikan ke pengurus PN. “Kami berharap tidak ada tebang pilih dari perguruan silat. Siapa pun yang melanggar hukum, harus ditindak tegas,” bebernya, saat pertemuan berlangsung.

Mobile_AP_Rectangle 2

Senada dengan Fathorrozi, Wakil Ketua Pimpinan PN Jawa Timur yang turut datang, Muhammad Yusuf, mengatakan, selain bermaksud silaturahmi, pihaknya juga mempertanyakan status kasus pengeroyokan itu. Sekaligus ingin mengetahui sejauh mana proses penyidikannya. “Kalau ini berhasil ditindak seadil-adilnya, ke depan akan memperkecil kasus serupa kembali terjadi. Dan tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan,” terang cucu KH Maksum Djauhari, Pendiri PN asal Lirboyo, Kediri, itu.

Secara bersamaan, sejumlah pengurus PCNU Jember juga turut dalam rombongan yang datang ke Polres Jember tersebut. Mereka juga memiliki harapan sama, yakni pengusutan kasus tersebut. “Kami percaya Kapolres Jember bisa menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya,” terang Abdul Hamid Pujiono, Sekretaris PCNU Jember.

Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman menjelaskan, penganiayaan yang melibatkan antarperguruan silat itu diakuinya sudah kerap terjadi. Tidak hanya di Jember, bahkan ia juga menyebut di sejumlah daerah lain.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pengeroyokan oknum pesilat di Bangsalsari terus berlanjut. Belum adanya pelaku yang ditangkap oleh aparat kepolisian, membuat sejumlah Pengurus Pagar Nusa (PN) Jember, bersama Pengurus Jawa Timur, dan didampingi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, mendatangi Polres Jember, kemarin (26/4).

Kedatangan mereka untuk menagih komitmen kepolisian atas surat yang dilayangkan PCNU Jember, Selasa pekan lalu. Surat itu meminta pihak kepolisian segera mengusut kasus pengeroyokan anggotanya oleh oknum pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jember. Kedatangan petinggi PN dan PCNU, siang itu, seketika disambut oleh Kapolres Jember AKBP Arif Rachman yang kala itu tengah menggelar apel rutin tiap Senin.

Ketua PN Jember Fathorrozi mengatakan, penegakan hukum yang dilakukan kepolisian nanti dirasa akan menjawab ketakutan keluarga korban yang sempat disampaikan ke pengurus PN. “Kami berharap tidak ada tebang pilih dari perguruan silat. Siapa pun yang melanggar hukum, harus ditindak tegas,” bebernya, saat pertemuan berlangsung.

Senada dengan Fathorrozi, Wakil Ketua Pimpinan PN Jawa Timur yang turut datang, Muhammad Yusuf, mengatakan, selain bermaksud silaturahmi, pihaknya juga mempertanyakan status kasus pengeroyokan itu. Sekaligus ingin mengetahui sejauh mana proses penyidikannya. “Kalau ini berhasil ditindak seadil-adilnya, ke depan akan memperkecil kasus serupa kembali terjadi. Dan tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan,” terang cucu KH Maksum Djauhari, Pendiri PN asal Lirboyo, Kediri, itu.

Secara bersamaan, sejumlah pengurus PCNU Jember juga turut dalam rombongan yang datang ke Polres Jember tersebut. Mereka juga memiliki harapan sama, yakni pengusutan kasus tersebut. “Kami percaya Kapolres Jember bisa menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya,” terang Abdul Hamid Pujiono, Sekretaris PCNU Jember.

Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman menjelaskan, penganiayaan yang melibatkan antarperguruan silat itu diakuinya sudah kerap terjadi. Tidak hanya di Jember, bahkan ia juga menyebut di sejumlah daerah lain.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus pengeroyokan oknum pesilat di Bangsalsari terus berlanjut. Belum adanya pelaku yang ditangkap oleh aparat kepolisian, membuat sejumlah Pengurus Pagar Nusa (PN) Jember, bersama Pengurus Jawa Timur, dan didampingi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, mendatangi Polres Jember, kemarin (26/4).

Kedatangan mereka untuk menagih komitmen kepolisian atas surat yang dilayangkan PCNU Jember, Selasa pekan lalu. Surat itu meminta pihak kepolisian segera mengusut kasus pengeroyokan anggotanya oleh oknum pesilat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Jember. Kedatangan petinggi PN dan PCNU, siang itu, seketika disambut oleh Kapolres Jember AKBP Arif Rachman yang kala itu tengah menggelar apel rutin tiap Senin.

Ketua PN Jember Fathorrozi mengatakan, penegakan hukum yang dilakukan kepolisian nanti dirasa akan menjawab ketakutan keluarga korban yang sempat disampaikan ke pengurus PN. “Kami berharap tidak ada tebang pilih dari perguruan silat. Siapa pun yang melanggar hukum, harus ditindak tegas,” bebernya, saat pertemuan berlangsung.

Senada dengan Fathorrozi, Wakil Ketua Pimpinan PN Jawa Timur yang turut datang, Muhammad Yusuf, mengatakan, selain bermaksud silaturahmi, pihaknya juga mempertanyakan status kasus pengeroyokan itu. Sekaligus ingin mengetahui sejauh mana proses penyidikannya. “Kalau ini berhasil ditindak seadil-adilnya, ke depan akan memperkecil kasus serupa kembali terjadi. Dan tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan,” terang cucu KH Maksum Djauhari, Pendiri PN asal Lirboyo, Kediri, itu.

Secara bersamaan, sejumlah pengurus PCNU Jember juga turut dalam rombongan yang datang ke Polres Jember tersebut. Mereka juga memiliki harapan sama, yakni pengusutan kasus tersebut. “Kami percaya Kapolres Jember bisa menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya,” terang Abdul Hamid Pujiono, Sekretaris PCNU Jember.

Sementara itu, Kapolres Jember AKBP Arif Rachman menjelaskan, penganiayaan yang melibatkan antarperguruan silat itu diakuinya sudah kerap terjadi. Tidak hanya di Jember, bahkan ia juga menyebut di sejumlah daerah lain.

BERITA TERKINI

Patenkan Target Masuk Final

Hanya Punya Satu Dokter Hewan

Pabrik Pupuk Gagal Dibangun!

Bahagia, Ibadah Bersama Keluarga

Wajib Dibaca

/