24 C
Jember
Thursday, 1 June 2023

Jual Oli Palsu, Polisi Tangkap Pemilik Toko Onderdil di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satreskrim Polres Jember membongkar praktik jual beli onderdil motor dan oli palsu yang beroperasi di wilayah hukum polres setempat. Hari ini (27/3), polisi menggerebek sebuah gudang di wilayah Kecamatan Sumberjambe. Gudang itu berisi ribuan suku cadang serta oli berbagai merek yang diduga tiruan.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama menyatakan, pengungkapan kasus ini berkat laporan konsumen yang merasa dirugikan setelah membeli oli di toko Ivan Ferdinand Setyabudi, 31, warga Desa Sumberjambe, Kecamatan Sumberjambe. Pelumas motor itu ditengarai merupakan produk bajakan.

BACA JUGA: Angel Tuturane! Patuh Kalau Ada Polantas, Melanggar Saat Nihil Petugas

Mobile_AP_Rectangle 2

“Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Unit Tipiter Satreskrim Polres Jember dengan menggelar serangkaian upaya penyelidikan selama beberapa hari belakangan,” terangnya.

Dika Hadiyan menuturkan, penyelidikan itu akhirnya membuahkan hasil. Polisi mendapat sejumlah bukti kuat tentang dugaan praktik perdagangan onderdil dan oli imitasi. Setelah cukup bukti, polisi pun menetapkan pemilik toko sebagai tersangka tindak pidana perdagangan barang ilegal yang disertai dengan pemalsuan merek. Akibat perbuatan tersangka, banyak konsumen yang dirugikan.

“Karena yang bersangkutan sengaja memperjualbelikan onderdil dan oli palsu kepada masyarakat Jember yang ada di wilayah Sumberjambe,” kata Dika.

Dari gudang milik tersangka, polisi mengamankan suku cadang serta oli palsu. Tersangka juga langsung diamankan untuk penyidikan lebih lanjut. “Oleh tersangka, barang-barang palsu itu dijual dengan harga yang lebih murah,” ungkapnya.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Yakni pasal 57 ayat (2) juncto pasal 106 juncto pasal 113 UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Juga pasal 62 ayat (1) juncto pasal 8 ayat (1) huruf a, huruf d, huruf f, subsidair pasal 9 huruf d UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satreskrim Polres Jember membongkar praktik jual beli onderdil motor dan oli palsu yang beroperasi di wilayah hukum polres setempat. Hari ini (27/3), polisi menggerebek sebuah gudang di wilayah Kecamatan Sumberjambe. Gudang itu berisi ribuan suku cadang serta oli berbagai merek yang diduga tiruan.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama menyatakan, pengungkapan kasus ini berkat laporan konsumen yang merasa dirugikan setelah membeli oli di toko Ivan Ferdinand Setyabudi, 31, warga Desa Sumberjambe, Kecamatan Sumberjambe. Pelumas motor itu ditengarai merupakan produk bajakan.

BACA JUGA: Angel Tuturane! Patuh Kalau Ada Polantas, Melanggar Saat Nihil Petugas

“Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Unit Tipiter Satreskrim Polres Jember dengan menggelar serangkaian upaya penyelidikan selama beberapa hari belakangan,” terangnya.

Dika Hadiyan menuturkan, penyelidikan itu akhirnya membuahkan hasil. Polisi mendapat sejumlah bukti kuat tentang dugaan praktik perdagangan onderdil dan oli imitasi. Setelah cukup bukti, polisi pun menetapkan pemilik toko sebagai tersangka tindak pidana perdagangan barang ilegal yang disertai dengan pemalsuan merek. Akibat perbuatan tersangka, banyak konsumen yang dirugikan.

“Karena yang bersangkutan sengaja memperjualbelikan onderdil dan oli palsu kepada masyarakat Jember yang ada di wilayah Sumberjambe,” kata Dika.

Dari gudang milik tersangka, polisi mengamankan suku cadang serta oli palsu. Tersangka juga langsung diamankan untuk penyidikan lebih lanjut. “Oleh tersangka, barang-barang palsu itu dijual dengan harga yang lebih murah,” ungkapnya.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Yakni pasal 57 ayat (2) juncto pasal 106 juncto pasal 113 UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Juga pasal 62 ayat (1) juncto pasal 8 ayat (1) huruf a, huruf d, huruf f, subsidair pasal 9 huruf d UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Satreskrim Polres Jember membongkar praktik jual beli onderdil motor dan oli palsu yang beroperasi di wilayah hukum polres setempat. Hari ini (27/3), polisi menggerebek sebuah gudang di wilayah Kecamatan Sumberjambe. Gudang itu berisi ribuan suku cadang serta oli berbagai merek yang diduga tiruan.

Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama menyatakan, pengungkapan kasus ini berkat laporan konsumen yang merasa dirugikan setelah membeli oli di toko Ivan Ferdinand Setyabudi, 31, warga Desa Sumberjambe, Kecamatan Sumberjambe. Pelumas motor itu ditengarai merupakan produk bajakan.

BACA JUGA: Angel Tuturane! Patuh Kalau Ada Polantas, Melanggar Saat Nihil Petugas

“Laporan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Unit Tipiter Satreskrim Polres Jember dengan menggelar serangkaian upaya penyelidikan selama beberapa hari belakangan,” terangnya.

Dika Hadiyan menuturkan, penyelidikan itu akhirnya membuahkan hasil. Polisi mendapat sejumlah bukti kuat tentang dugaan praktik perdagangan onderdil dan oli imitasi. Setelah cukup bukti, polisi pun menetapkan pemilik toko sebagai tersangka tindak pidana perdagangan barang ilegal yang disertai dengan pemalsuan merek. Akibat perbuatan tersangka, banyak konsumen yang dirugikan.

“Karena yang bersangkutan sengaja memperjualbelikan onderdil dan oli palsu kepada masyarakat Jember yang ada di wilayah Sumberjambe,” kata Dika.

Dari gudang milik tersangka, polisi mengamankan suku cadang serta oli palsu. Tersangka juga langsung diamankan untuk penyidikan lebih lanjut. “Oleh tersangka, barang-barang palsu itu dijual dengan harga yang lebih murah,” ungkapnya.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Yakni pasal 57 ayat (2) juncto pasal 106 juncto pasal 113 UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Juga pasal 62 ayat (1) juncto pasal 8 ayat (1) huruf a, huruf d, huruf f, subsidair pasal 9 huruf d UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. “Ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Editor    : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca