alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Patah Kaki Tak Lantas Menghilangkan Semangat Beraktivitas

Memiliki organ tubuh yang utuh adalah harapan setiap penyandang disabilitas. Dengan begitu, bisa beraktivitas seperti orang-orang normal lainnya. Namun, keterbatasan menjadi tantangan lain yang pantas untuk diperjuangkan. Hal tersebut terjadi pada Ahmad Baidowi.

Mobile_AP_Rectangle 1

Di dalam perenungannya, Baidowi sadar akan satu hal. Dalam benaknya muncul tekad yang telah hilang tidak akan kembali. Dia pun mulai memberanikan diri untuk berinteraksi dengan orang lain. Mulai bekerja dan melakukan apa pun yang dia bisa. Salah satunya, memberikan motivasi kepada salah seorang pemuda yang mengalami hal serupa.

“Pernah sekali, ada anak tetangga yang mengalami nasib serupa,” paparnya. Awalnya si pemuda tersebut malu dan enggan keluar kamar. Baidowi pun telaten dalam menasihatinya, untuk menerima nasib dan melanjutkan hidup. Alhasil, Baidowi berhasil.

Kini, fokusnya adalah kebahagiaan istri serta anak satu-satunya. Salah satunya dengan mengikuti pekan olahraga khusus para penyandang disabilitas itu. Sebab, usahanya dalam berjualan mainan terhambat lantaran pandemi Covid-19. “Sekolah belum buka, jadi ndak bisa jualan mainan,” tandas pria yang tak bisa berjualan mainan hampir setahun tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Di dalam perenungannya, Baidowi sadar akan satu hal. Dalam benaknya muncul tekad yang telah hilang tidak akan kembali. Dia pun mulai memberanikan diri untuk berinteraksi dengan orang lain. Mulai bekerja dan melakukan apa pun yang dia bisa. Salah satunya, memberikan motivasi kepada salah seorang pemuda yang mengalami hal serupa.

“Pernah sekali, ada anak tetangga yang mengalami nasib serupa,” paparnya. Awalnya si pemuda tersebut malu dan enggan keluar kamar. Baidowi pun telaten dalam menasihatinya, untuk menerima nasib dan melanjutkan hidup. Alhasil, Baidowi berhasil.

Kini, fokusnya adalah kebahagiaan istri serta anak satu-satunya. Salah satunya dengan mengikuti pekan olahraga khusus para penyandang disabilitas itu. Sebab, usahanya dalam berjualan mainan terhambat lantaran pandemi Covid-19. “Sekolah belum buka, jadi ndak bisa jualan mainan,” tandas pria yang tak bisa berjualan mainan hampir setahun tersebut.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Di dalam perenungannya, Baidowi sadar akan satu hal. Dalam benaknya muncul tekad yang telah hilang tidak akan kembali. Dia pun mulai memberanikan diri untuk berinteraksi dengan orang lain. Mulai bekerja dan melakukan apa pun yang dia bisa. Salah satunya, memberikan motivasi kepada salah seorang pemuda yang mengalami hal serupa.

“Pernah sekali, ada anak tetangga yang mengalami nasib serupa,” paparnya. Awalnya si pemuda tersebut malu dan enggan keluar kamar. Baidowi pun telaten dalam menasihatinya, untuk menerima nasib dan melanjutkan hidup. Alhasil, Baidowi berhasil.

Kini, fokusnya adalah kebahagiaan istri serta anak satu-satunya. Salah satunya dengan mengikuti pekan olahraga khusus para penyandang disabilitas itu. Sebab, usahanya dalam berjualan mainan terhambat lantaran pandemi Covid-19. “Sekolah belum buka, jadi ndak bisa jualan mainan,” tandas pria yang tak bisa berjualan mainan hampir setahun tersebut.

 

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/