alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Belum Ada Sinyal Penetapan Tersangka pada Dugaan Korupsi Pasar Balung Kulon

Polisi Kumpulkan Sejumlah Bukti Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi rehabilitasi Pasar Balung Kulon, Kecamatan Balung, terus diselidiki Satreskrim Polres Jember. Jumat (26/3) sore kemarin, Tim Pidana Korupsi (Pidkor) Satreskrim Polres Jember kembali melakukan gelar perkara dan mengumpulkan bukti serta keterangan baru pada pasar yang berlokasi di Jalan Puger, Kecamatan Balung, tersebut.

Saat itu, ada sekitar 10 tim yang turun melakukan penyelidikan. Yaitu dari Tim Pidkor serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, yang datang untuk mengecek sejumlah material bangunan pasar yang digunakan konstruksi. Sebab, berdasar temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) medio 2019 lalu, dalam rehabilitasi pasar senilai Rp 7,5 miliar itu diduga terdapat kekurangan volume dan tidak sesuai dengan spesifikasi, hingga menyebabkan kerugian negara.

Namun, dalam penyelidikan berlangsung, tak satu pun dari tim pidkor maupun BPKP memberikan komentar. “Komentarnya nanti, langsung ke kasatreskrim saja,” kata salah satu tim pidkor yang enggan disebut identitasnya, saat ditanya Jawa Pos Radar Jember di lokasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jember AKP Fran Dalanta Kembaren membenarkan adanya penyidikan itu. Menurut dia, penyelidikan masih sedang dalam proses.

Meski demikian, dalam beberapa waktu ke depan dia memastikan penyidikan bakal mengarah pada status tersangka. “Kami sudah melakukan pemeriksaan ke sejumlah pihak dan orang. Sekarang masuk tahap penyidikan,” bebernya kepada awak media, kemarin.

Frans menambahkan, pihaknya masih mengumpulkan bukti dan penambahan saksi-saksi baru untuk dimintai keterangan. Kendati begitu, pihaknya belum memastikan kapan penetapan tersangka pada proyek tersebut. “Ini masih proses. Jika ada perkembangan nanti, pasti kami kabari,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi rehabilitasi Pasar Balung Kulon, Kecamatan Balung, terus diselidiki Satreskrim Polres Jember. Jumat (26/3) sore kemarin, Tim Pidana Korupsi (Pidkor) Satreskrim Polres Jember kembali melakukan gelar perkara dan mengumpulkan bukti serta keterangan baru pada pasar yang berlokasi di Jalan Puger, Kecamatan Balung, tersebut.

Saat itu, ada sekitar 10 tim yang turun melakukan penyelidikan. Yaitu dari Tim Pidkor serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, yang datang untuk mengecek sejumlah material bangunan pasar yang digunakan konstruksi. Sebab, berdasar temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) medio 2019 lalu, dalam rehabilitasi pasar senilai Rp 7,5 miliar itu diduga terdapat kekurangan volume dan tidak sesuai dengan spesifikasi, hingga menyebabkan kerugian negara.

Namun, dalam penyelidikan berlangsung, tak satu pun dari tim pidkor maupun BPKP memberikan komentar. “Komentarnya nanti, langsung ke kasatreskrim saja,” kata salah satu tim pidkor yang enggan disebut identitasnya, saat ditanya Jawa Pos Radar Jember di lokasi.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jember AKP Fran Dalanta Kembaren membenarkan adanya penyidikan itu. Menurut dia, penyelidikan masih sedang dalam proses.

Meski demikian, dalam beberapa waktu ke depan dia memastikan penyidikan bakal mengarah pada status tersangka. “Kami sudah melakukan pemeriksaan ke sejumlah pihak dan orang. Sekarang masuk tahap penyidikan,” bebernya kepada awak media, kemarin.

Frans menambahkan, pihaknya masih mengumpulkan bukti dan penambahan saksi-saksi baru untuk dimintai keterangan. Kendati begitu, pihaknya belum memastikan kapan penetapan tersangka pada proyek tersebut. “Ini masih proses. Jika ada perkembangan nanti, pasti kami kabari,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi rehabilitasi Pasar Balung Kulon, Kecamatan Balung, terus diselidiki Satreskrim Polres Jember. Jumat (26/3) sore kemarin, Tim Pidana Korupsi (Pidkor) Satreskrim Polres Jember kembali melakukan gelar perkara dan mengumpulkan bukti serta keterangan baru pada pasar yang berlokasi di Jalan Puger, Kecamatan Balung, tersebut.

Saat itu, ada sekitar 10 tim yang turun melakukan penyelidikan. Yaitu dari Tim Pidkor serta Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur, yang datang untuk mengecek sejumlah material bangunan pasar yang digunakan konstruksi. Sebab, berdasar temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) medio 2019 lalu, dalam rehabilitasi pasar senilai Rp 7,5 miliar itu diduga terdapat kekurangan volume dan tidak sesuai dengan spesifikasi, hingga menyebabkan kerugian negara.

Namun, dalam penyelidikan berlangsung, tak satu pun dari tim pidkor maupun BPKP memberikan komentar. “Komentarnya nanti, langsung ke kasatreskrim saja,” kata salah satu tim pidkor yang enggan disebut identitasnya, saat ditanya Jawa Pos Radar Jember di lokasi.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jember AKP Fran Dalanta Kembaren membenarkan adanya penyidikan itu. Menurut dia, penyelidikan masih sedang dalam proses.

Meski demikian, dalam beberapa waktu ke depan dia memastikan penyidikan bakal mengarah pada status tersangka. “Kami sudah melakukan pemeriksaan ke sejumlah pihak dan orang. Sekarang masuk tahap penyidikan,” bebernya kepada awak media, kemarin.

Frans menambahkan, pihaknya masih mengumpulkan bukti dan penambahan saksi-saksi baru untuk dimintai keterangan. Kendati begitu, pihaknya belum memastikan kapan penetapan tersangka pada proyek tersebut. “Ini masih proses. Jika ada perkembangan nanti, pasti kami kabari,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/