alexametrics
19.8 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Mulai Suasana Deg-degan hingga Kerap Jadi Korban Hoaks

Vaksinasi bukan merupakan istilah asing, terutama bagi para tenaga kesehatan. Banyak kegiatan vaksinasi yang sebelumnya pernah dilakukan. Mulai dari vaksin influenza, hepatitis, tetanus, dan masih banyak lainnya. Tak berbeda dengan metode vaksinasi Covid-19 yang juga serupa. Lalu, apa yang membuat nakesnya deg-degan?

Mobile_AP_Rectangle 1

Meski begitu, pihaknya mengaku senang karena memiliki mobilitas tinggi kala bertugas menjadi nakes di garis depan. “Kami berangkat bersepuluh dengan jumlah vaksinator sebanyak delapan orang,” ungkapnya.

Dia menerangkan bahwa setelah menjadi vaksinator, banyak pekerjaan yang menanti. Di antaranya, memberikan vaksin di puskesmas asal sekaligus menjalankan misi saat mendapatkan tugas vaksinasi dari Dinas Kesehatan.

Sementara itu, vaksinator lainnya, Ayun Rudianto, memaparkan bahwa saat ini pemahaman masyarakat mengenai vaksinasi masih beragam. Potensi yang diprediksi menjadi kendala adalah bagaimana caranya meyakinkan masyarakat saat mendapatkan vaksin. “Dibiarkan bisa jadi biang persebaran, diurus malah nggak mau divaksin. Jadi, serba salah,” tandasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Meski begitu, pihaknya mengaku senang karena memiliki mobilitas tinggi kala bertugas menjadi nakes di garis depan. “Kami berangkat bersepuluh dengan jumlah vaksinator sebanyak delapan orang,” ungkapnya.

Dia menerangkan bahwa setelah menjadi vaksinator, banyak pekerjaan yang menanti. Di antaranya, memberikan vaksin di puskesmas asal sekaligus menjalankan misi saat mendapatkan tugas vaksinasi dari Dinas Kesehatan.

Sementara itu, vaksinator lainnya, Ayun Rudianto, memaparkan bahwa saat ini pemahaman masyarakat mengenai vaksinasi masih beragam. Potensi yang diprediksi menjadi kendala adalah bagaimana caranya meyakinkan masyarakat saat mendapatkan vaksin. “Dibiarkan bisa jadi biang persebaran, diurus malah nggak mau divaksin. Jadi, serba salah,” tandasnya.

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Meski begitu, pihaknya mengaku senang karena memiliki mobilitas tinggi kala bertugas menjadi nakes di garis depan. “Kami berangkat bersepuluh dengan jumlah vaksinator sebanyak delapan orang,” ungkapnya.

Dia menerangkan bahwa setelah menjadi vaksinator, banyak pekerjaan yang menanti. Di antaranya, memberikan vaksin di puskesmas asal sekaligus menjalankan misi saat mendapatkan tugas vaksinasi dari Dinas Kesehatan.

Sementara itu, vaksinator lainnya, Ayun Rudianto, memaparkan bahwa saat ini pemahaman masyarakat mengenai vaksinasi masih beragam. Potensi yang diprediksi menjadi kendala adalah bagaimana caranya meyakinkan masyarakat saat mendapatkan vaksin. “Dibiarkan bisa jadi biang persebaran, diurus malah nggak mau divaksin. Jadi, serba salah,” tandasnya.

 

Jurnalis : Isnein Purnomo
Fotografer : Isnein Purnomo
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/