alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Sebuah Gerakan Kolektif Seniman, Pelaku Industri, dan Kreator

Banyak potensi yang sejatinya dimiliki Jember. Baru-baru ini, nama Linkrafin menjadi tenar setelah menorehkan prestasi di kancah nasional. Siapa sih Linkrafin, peraih juara satu dan favorit lomba Kamu Aku di Kemenparekraf itu?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa yang tidak bangga menyaksikan aksi Linkrafin hingga berhasil menyabet dua juara nasional sekaligus dalam satu event. Menjadi juara satu dan favorit dalam Lomba Karya Musik Anak Komunitas (Kamu Aku) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta, Senin (24/5). Orang mungkin hanya takjub pada momen hebat itu. Terpukau dan ikut bangga. Akan tetapi, di balik prestasi gemilang tersebut, terdapat kerja keras yang tidak diketahui oleh publik.

Benih lahirnya Linkrafin atau Lingkar Kreatif Independen ini sebenarnya mulai muncul pada 2019 lalu. Kala itu, banyak seniman, budayawan, hingga pelaku industri di Jember yang masih setengah-setengah dalam melangkah. Berangkat dari kondisi inilah, Yudho Andriansyah dan Bobby Rahadyan kemudian menginisiasi agar ada gerakan kolektif berbasis komunitas. Dalam arti, melakukan gerakan kreatif dengan mengawinkan berbagai potensi yang dimiliki komunitas dan perorangan.

“Pada mulanya, kami menghimpun dan menyinergikan kreativitas masyarakat Jember. Perorangan maupun kelompok. Kami ingin berkreasi dan berkegiatan bersama. Baik dari seniman, budayawan, maupun pelaku industri,” kata Yudho Andriansyah, founder sekaligus Ketua Umum Linkrafin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Semangat untuk berkreasi bersama kemudian disambut baik oleh banyak orang. Pada 2019 itu, Linkrafin terus melakukan komunikasi dengan sejumlah komunitas. Mereka juga bekerja sama dengan para konten kreator. Kegiatan serta kreasi mereka selanjutnya dipublikasikan dalam bentuk foto dan video ke sejumlah akun media sosial, termasuk YouTube. Melalui media multiplatform itu, mereka terus menyajikan kreativitasnya.

Sejak Linkrafin lahir, ada serangkaian kegiatan yang telah dilakukan. Mulai dari cangkruk bareng dan tukar pengalaman. Sarasehan bulanan seni. Budaya dalam perspektif media baru. Workshop produk dan karya kreatif. Pembuatan produk dan karya kolektif. Termasuk melakukan pengumpulan data produk dan karya kreatif lokal yang ada di Kota Pesantren ini. “Mulai dari konsep kegiatan, gagasan, dan pelaksanaan, kami lakukan dengan gotong royong,” ucap Yudho.

Kegiatan-kegiatan yang tidak banyak diketahui publik selama dua tahun terakhir ini juga sudah cukup banyak. Awal 2021, mereka yang tergabung sudah cukup banyak. Ada puluhan bahkan ratusan orang. Mulai dari seniman, budayawan, pelaku industri, konten kreator, pelajar, dan sebagainya. Mereka pun membuat komunitas menjadi lebih serius. Menjadi sebuah perkumpulan dengan keanggotaan aktif dan partisan. “Tujuannya, berdaya dalam jalinan kerja sama untuk mengoptimalkan organisasi,” timpal Bobby Rahadyan, Ketua Harian Linkrafin.

Sejumlah orang yang tergabung dalam Linkrafin kemudian tertantang begitu melihat pengumuman Lomba Cipta Lagu Nusantara ‘Kamu Aku’ yang diselenggarakan Kemenparekraf. “Pengumuman itu kami lihat di media sosial pada 9 Maret 2021. Kami pun sepakat untuk mengikuti lomba tersebut. Kemudian, lahirlah lagu tentang Jember Nusantara,” papar Bobby.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa yang tidak bangga menyaksikan aksi Linkrafin hingga berhasil menyabet dua juara nasional sekaligus dalam satu event. Menjadi juara satu dan favorit dalam Lomba Karya Musik Anak Komunitas (Kamu Aku) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta, Senin (24/5). Orang mungkin hanya takjub pada momen hebat itu. Terpukau dan ikut bangga. Akan tetapi, di balik prestasi gemilang tersebut, terdapat kerja keras yang tidak diketahui oleh publik.

Benih lahirnya Linkrafin atau Lingkar Kreatif Independen ini sebenarnya mulai muncul pada 2019 lalu. Kala itu, banyak seniman, budayawan, hingga pelaku industri di Jember yang masih setengah-setengah dalam melangkah. Berangkat dari kondisi inilah, Yudho Andriansyah dan Bobby Rahadyan kemudian menginisiasi agar ada gerakan kolektif berbasis komunitas. Dalam arti, melakukan gerakan kreatif dengan mengawinkan berbagai potensi yang dimiliki komunitas dan perorangan.

“Pada mulanya, kami menghimpun dan menyinergikan kreativitas masyarakat Jember. Perorangan maupun kelompok. Kami ingin berkreasi dan berkegiatan bersama. Baik dari seniman, budayawan, maupun pelaku industri,” kata Yudho Andriansyah, founder sekaligus Ketua Umum Linkrafin.

Semangat untuk berkreasi bersama kemudian disambut baik oleh banyak orang. Pada 2019 itu, Linkrafin terus melakukan komunikasi dengan sejumlah komunitas. Mereka juga bekerja sama dengan para konten kreator. Kegiatan serta kreasi mereka selanjutnya dipublikasikan dalam bentuk foto dan video ke sejumlah akun media sosial, termasuk YouTube. Melalui media multiplatform itu, mereka terus menyajikan kreativitasnya.

Sejak Linkrafin lahir, ada serangkaian kegiatan yang telah dilakukan. Mulai dari cangkruk bareng dan tukar pengalaman. Sarasehan bulanan seni. Budaya dalam perspektif media baru. Workshop produk dan karya kreatif. Pembuatan produk dan karya kolektif. Termasuk melakukan pengumpulan data produk dan karya kreatif lokal yang ada di Kota Pesantren ini. “Mulai dari konsep kegiatan, gagasan, dan pelaksanaan, kami lakukan dengan gotong royong,” ucap Yudho.

Kegiatan-kegiatan yang tidak banyak diketahui publik selama dua tahun terakhir ini juga sudah cukup banyak. Awal 2021, mereka yang tergabung sudah cukup banyak. Ada puluhan bahkan ratusan orang. Mulai dari seniman, budayawan, pelaku industri, konten kreator, pelajar, dan sebagainya. Mereka pun membuat komunitas menjadi lebih serius. Menjadi sebuah perkumpulan dengan keanggotaan aktif dan partisan. “Tujuannya, berdaya dalam jalinan kerja sama untuk mengoptimalkan organisasi,” timpal Bobby Rahadyan, Ketua Harian Linkrafin.

Sejumlah orang yang tergabung dalam Linkrafin kemudian tertantang begitu melihat pengumuman Lomba Cipta Lagu Nusantara ‘Kamu Aku’ yang diselenggarakan Kemenparekraf. “Pengumuman itu kami lihat di media sosial pada 9 Maret 2021. Kami pun sepakat untuk mengikuti lomba tersebut. Kemudian, lahirlah lagu tentang Jember Nusantara,” papar Bobby.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Siapa yang tidak bangga menyaksikan aksi Linkrafin hingga berhasil menyabet dua juara nasional sekaligus dalam satu event. Menjadi juara satu dan favorit dalam Lomba Karya Musik Anak Komunitas (Kamu Aku) yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta, Senin (24/5). Orang mungkin hanya takjub pada momen hebat itu. Terpukau dan ikut bangga. Akan tetapi, di balik prestasi gemilang tersebut, terdapat kerja keras yang tidak diketahui oleh publik.

Benih lahirnya Linkrafin atau Lingkar Kreatif Independen ini sebenarnya mulai muncul pada 2019 lalu. Kala itu, banyak seniman, budayawan, hingga pelaku industri di Jember yang masih setengah-setengah dalam melangkah. Berangkat dari kondisi inilah, Yudho Andriansyah dan Bobby Rahadyan kemudian menginisiasi agar ada gerakan kolektif berbasis komunitas. Dalam arti, melakukan gerakan kreatif dengan mengawinkan berbagai potensi yang dimiliki komunitas dan perorangan.

“Pada mulanya, kami menghimpun dan menyinergikan kreativitas masyarakat Jember. Perorangan maupun kelompok. Kami ingin berkreasi dan berkegiatan bersama. Baik dari seniman, budayawan, maupun pelaku industri,” kata Yudho Andriansyah, founder sekaligus Ketua Umum Linkrafin.

Semangat untuk berkreasi bersama kemudian disambut baik oleh banyak orang. Pada 2019 itu, Linkrafin terus melakukan komunikasi dengan sejumlah komunitas. Mereka juga bekerja sama dengan para konten kreator. Kegiatan serta kreasi mereka selanjutnya dipublikasikan dalam bentuk foto dan video ke sejumlah akun media sosial, termasuk YouTube. Melalui media multiplatform itu, mereka terus menyajikan kreativitasnya.

Sejak Linkrafin lahir, ada serangkaian kegiatan yang telah dilakukan. Mulai dari cangkruk bareng dan tukar pengalaman. Sarasehan bulanan seni. Budaya dalam perspektif media baru. Workshop produk dan karya kreatif. Pembuatan produk dan karya kolektif. Termasuk melakukan pengumpulan data produk dan karya kreatif lokal yang ada di Kota Pesantren ini. “Mulai dari konsep kegiatan, gagasan, dan pelaksanaan, kami lakukan dengan gotong royong,” ucap Yudho.

Kegiatan-kegiatan yang tidak banyak diketahui publik selama dua tahun terakhir ini juga sudah cukup banyak. Awal 2021, mereka yang tergabung sudah cukup banyak. Ada puluhan bahkan ratusan orang. Mulai dari seniman, budayawan, pelaku industri, konten kreator, pelajar, dan sebagainya. Mereka pun membuat komunitas menjadi lebih serius. Menjadi sebuah perkumpulan dengan keanggotaan aktif dan partisan. “Tujuannya, berdaya dalam jalinan kerja sama untuk mengoptimalkan organisasi,” timpal Bobby Rahadyan, Ketua Harian Linkrafin.

Sejumlah orang yang tergabung dalam Linkrafin kemudian tertantang begitu melihat pengumuman Lomba Cipta Lagu Nusantara ‘Kamu Aku’ yang diselenggarakan Kemenparekraf. “Pengumuman itu kami lihat di media sosial pada 9 Maret 2021. Kami pun sepakat untuk mengikuti lomba tersebut. Kemudian, lahirlah lagu tentang Jember Nusantara,” papar Bobby.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/