alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Mengaku Keluarga Badrodin Haiti, Begini Modus Pelaku Meraup Rp 4,7 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus penipuan yang memakan korban Kepala Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, rupanya tak hanya menjanjikan jabatan komisaris dan jaminan masuk Akademisi Polisi (Akpol). Tersangka juga mengaku keluarga Mantan Kapolri Badrodin Haiti. Dalih ini digunakan agar korban yakin dan percaya terhadap aksi tersangka.

Ternyata, sandiwara yang dimainkan tersangka ini sukses mengibuli korban. Bahkan, korban sampai rugi hingga Rp 4,7 miliar.

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika membeberkan, dalam aksinya, kedua tersangka Fitroni Ramadhani, 39, warga jl Hos Cokro Aminoto 59 Dusun Tekokan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, dan Ahmad Riyadi Seto Aji Prabowo, 52, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kencong.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, para pelaku sampai memakai dua lencana Badan Intelejen Negara (BIN) dan Badan Nasional Narkotika (BNN), lalu tanda pengenal Dewan Ketahanan Nasional (Watannas) RI. Tersangka juga menggunakan senjata api (senpi) mainan, senapan angin laras panjang, hingga baju dinas bak ajudan kenegaraan dan lainnya. “Tersangka FR (mengaku sebagai famili Badrodin Haiti), sementara rekannya AR berperan sebagai Badrodin Haiti,” terangnya, Rabu (26/5).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus penipuan yang memakan korban Kepala Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, rupanya tak hanya menjanjikan jabatan komisaris dan jaminan masuk Akademisi Polisi (Akpol). Tersangka juga mengaku keluarga Mantan Kapolri Badrodin Haiti. Dalih ini digunakan agar korban yakin dan percaya terhadap aksi tersangka.

Ternyata, sandiwara yang dimainkan tersangka ini sukses mengibuli korban. Bahkan, korban sampai rugi hingga Rp 4,7 miliar.

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika membeberkan, dalam aksinya, kedua tersangka Fitroni Ramadhani, 39, warga jl Hos Cokro Aminoto 59 Dusun Tekokan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, dan Ahmad Riyadi Seto Aji Prabowo, 52, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kencong.

Bahkan, para pelaku sampai memakai dua lencana Badan Intelejen Negara (BIN) dan Badan Nasional Narkotika (BNN), lalu tanda pengenal Dewan Ketahanan Nasional (Watannas) RI. Tersangka juga menggunakan senjata api (senpi) mainan, senapan angin laras panjang, hingga baju dinas bak ajudan kenegaraan dan lainnya. “Tersangka FR (mengaku sebagai famili Badrodin Haiti), sementara rekannya AR berperan sebagai Badrodin Haiti,” terangnya, Rabu (26/5).

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus penipuan yang memakan korban Kepala Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, rupanya tak hanya menjanjikan jabatan komisaris dan jaminan masuk Akademisi Polisi (Akpol). Tersangka juga mengaku keluarga Mantan Kapolri Badrodin Haiti. Dalih ini digunakan agar korban yakin dan percaya terhadap aksi tersangka.

Ternyata, sandiwara yang dimainkan tersangka ini sukses mengibuli korban. Bahkan, korban sampai rugi hingga Rp 4,7 miliar.

Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika membeberkan, dalam aksinya, kedua tersangka Fitroni Ramadhani, 39, warga jl Hos Cokro Aminoto 59 Dusun Tekokan, Desa Tanggul Kulon, Kecamatan Tanggul, dan Ahmad Riyadi Seto Aji Prabowo, 52, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Kencong.

Bahkan, para pelaku sampai memakai dua lencana Badan Intelejen Negara (BIN) dan Badan Nasional Narkotika (BNN), lalu tanda pengenal Dewan Ketahanan Nasional (Watannas) RI. Tersangka juga menggunakan senjata api (senpi) mainan, senapan angin laras panjang, hingga baju dinas bak ajudan kenegaraan dan lainnya. “Tersangka FR (mengaku sebagai famili Badrodin Haiti), sementara rekannya AR berperan sebagai Badrodin Haiti,” terangnya, Rabu (26/5).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/