alexametrics
24.4 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Sebelum Meninggal, Sopir yang Mati Mendadak di Jember Telepon Keluarga

Mobile_AP_Rectangle 1

Hal senada juga disampaikan Cipto, sopir asal Dusun Krajan, Desa Kertosari, Pakusari, Jember. Pria 40 tahun ini mengaku sering ketemu dengan korban di Jakarta ketika mengirim buah. “Saya kenal dengan korban ini lama. Kenalnya yang di tempat mengirim buah. Dia orangnya sabar dan suka bergurau,” tutur Cipto.

Saat polisi datang memeriksa, posisi kaki kanan korban masih menginjak pedal gas. Sedangkan kaki kiri telah diangkat, tidak menyentuh pedal kopling maupun pedal rem. “Mungkin ketika merasakan sakit, korban segera meminggirkan kendaraannya. Kemudian kepalanya bersandar di kaca pintu sebelah kanan. Infonya saat itu mesin masih hidup, yang mematikan orang lain,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Mobile_AP_Rectangle 2

Fotografer: Jumai

Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -

Hal senada juga disampaikan Cipto, sopir asal Dusun Krajan, Desa Kertosari, Pakusari, Jember. Pria 40 tahun ini mengaku sering ketemu dengan korban di Jakarta ketika mengirim buah. “Saya kenal dengan korban ini lama. Kenalnya yang di tempat mengirim buah. Dia orangnya sabar dan suka bergurau,” tutur Cipto.

Saat polisi datang memeriksa, posisi kaki kanan korban masih menginjak pedal gas. Sedangkan kaki kiri telah diangkat, tidak menyentuh pedal kopling maupun pedal rem. “Mungkin ketika merasakan sakit, korban segera meminggirkan kendaraannya. Kemudian kepalanya bersandar di kaca pintu sebelah kanan. Infonya saat itu mesin masih hidup, yang mematikan orang lain,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Fotografer: Jumai

Editor: Mahrus Sholih

Hal senada juga disampaikan Cipto, sopir asal Dusun Krajan, Desa Kertosari, Pakusari, Jember. Pria 40 tahun ini mengaku sering ketemu dengan korban di Jakarta ketika mengirim buah. “Saya kenal dengan korban ini lama. Kenalnya yang di tempat mengirim buah. Dia orangnya sabar dan suka bergurau,” tutur Cipto.

Saat polisi datang memeriksa, posisi kaki kanan korban masih menginjak pedal gas. Sedangkan kaki kiri telah diangkat, tidak menyentuh pedal kopling maupun pedal rem. “Mungkin ketika merasakan sakit, korban segera meminggirkan kendaraannya. Kemudian kepalanya bersandar di kaca pintu sebelah kanan. Infonya saat itu mesin masih hidup, yang mematikan orang lain,” pungkasnya. (*)

Reporter: Jumai

Fotografer: Jumai

Editor: Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/