alexametrics
23.5 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Kasus Bayi Mati Dalam Sumur di Jember, Polisi Bawa 4 Orang Keluarga Korban

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kepolisian terus mendalami kasus bayi yang ditemukan mati dalam sumur di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember. Karena ada dugaan, bayi itu sengaja dibuang ke sumur yang ada di dalam rumah keluarga korban, bukan digondol makhluk halus seperti yang diisukan sebelumnya.

Perkembangan penyelidikan terbaru, Jumat (25/3) kemarin, polisi meminta keterangan dari empat orang keluarga korban. Aparat menjemput mereka dari rumahnya di Dusun Bregoh untuk dibawa ke Polres Jember. Hingga kini, belum diketahui apa hasil dari pemeriksaan itu.

“Saat mau dibawa sempat alot, karena ada salah paham. Namun setelah diberi penjelasan, akhirnya mereka bersedia,” kata AKP Ma’rup, Kapolsek Ambulu.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Bayi Asal Ambulu yang Dilaporkan Hilang, Ditemukan Meninggal Dalam Sumur

Keluarga korban yang diminta kesaksian itu masing-masing adalah FN, 25, AS, 45, NA, 45, dan GN, 72. Mereka adalah ibu, kakek, nenek, serta buyut si jabang bayi tersebut. “Kondisi mereka semuanya sudah stabil. Jadi sudah bisa diminta keterangan. Kalau sebelumnya, mereka masih syok,” terangnya.

Menurutnya, upaya penjemputan itu dilakukan secara gabungan. Oleh anggota Polsek Ambulu, Resmob Polres Jember, serta tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Alhamdulillah. Ini untuk mengumpulkan keterangan para saksi,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kepolisian terus mendalami kasus bayi yang ditemukan mati dalam sumur di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember. Karena ada dugaan, bayi itu sengaja dibuang ke sumur yang ada di dalam rumah keluarga korban, bukan digondol makhluk halus seperti yang diisukan sebelumnya.

Perkembangan penyelidikan terbaru, Jumat (25/3) kemarin, polisi meminta keterangan dari empat orang keluarga korban. Aparat menjemput mereka dari rumahnya di Dusun Bregoh untuk dibawa ke Polres Jember. Hingga kini, belum diketahui apa hasil dari pemeriksaan itu.

“Saat mau dibawa sempat alot, karena ada salah paham. Namun setelah diberi penjelasan, akhirnya mereka bersedia,” kata AKP Ma’rup, Kapolsek Ambulu.

BACA JUGA: Bayi Asal Ambulu yang Dilaporkan Hilang, Ditemukan Meninggal Dalam Sumur

Keluarga korban yang diminta kesaksian itu masing-masing adalah FN, 25, AS, 45, NA, 45, dan GN, 72. Mereka adalah ibu, kakek, nenek, serta buyut si jabang bayi tersebut. “Kondisi mereka semuanya sudah stabil. Jadi sudah bisa diminta keterangan. Kalau sebelumnya, mereka masih syok,” terangnya.

Menurutnya, upaya penjemputan itu dilakukan secara gabungan. Oleh anggota Polsek Ambulu, Resmob Polres Jember, serta tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Alhamdulillah. Ini untuk mengumpulkan keterangan para saksi,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kepolisian terus mendalami kasus bayi yang ditemukan mati dalam sumur di Dusun Bregoh, Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember. Karena ada dugaan, bayi itu sengaja dibuang ke sumur yang ada di dalam rumah keluarga korban, bukan digondol makhluk halus seperti yang diisukan sebelumnya.

Perkembangan penyelidikan terbaru, Jumat (25/3) kemarin, polisi meminta keterangan dari empat orang keluarga korban. Aparat menjemput mereka dari rumahnya di Dusun Bregoh untuk dibawa ke Polres Jember. Hingga kini, belum diketahui apa hasil dari pemeriksaan itu.

“Saat mau dibawa sempat alot, karena ada salah paham. Namun setelah diberi penjelasan, akhirnya mereka bersedia,” kata AKP Ma’rup, Kapolsek Ambulu.

BACA JUGA: Bayi Asal Ambulu yang Dilaporkan Hilang, Ditemukan Meninggal Dalam Sumur

Keluarga korban yang diminta kesaksian itu masing-masing adalah FN, 25, AS, 45, NA, 45, dan GN, 72. Mereka adalah ibu, kakek, nenek, serta buyut si jabang bayi tersebut. “Kondisi mereka semuanya sudah stabil. Jadi sudah bisa diminta keterangan. Kalau sebelumnya, mereka masih syok,” terangnya.

Menurutnya, upaya penjemputan itu dilakukan secara gabungan. Oleh anggota Polsek Ambulu, Resmob Polres Jember, serta tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Alhamdulillah. Ini untuk mengumpulkan keterangan para saksi,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/