alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Jadi Manusia Silver, biar Menarik Perhatian Pengguna Jalan

Insting dasar manusia adalah bertahan hidup. Ini juga yang dimiliki Yono. Efek pandemi yang merenggut pekerjaannya, memaksanya menjadi Manusia Silver. Saat mengamen, dia membaluri tubuhnya dengan cat berwarna perak. Apa tidak gatal, ya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lelaki paruh baya itu berdiri di persimpangan lampu merah SMP 2 Jember. Ia bukan sedang main teater atau sulap. Tapi, pria bernama Yono itu bakal mengamen. Caranya unik. Berbeda dengan pengamen lainnya. Ia rela melumuri sekujur tubuhnya dengan cat sablon warna perak . Bagi laki-laki asal Cirebon itu, teknik mengamen seperti ini bukanlah hal yang baru.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Yono menunjukkan luka iritasi di kulitnya. Meski tertutup dengan cat silver, namun bentol-bentol di kulitnya samar-samar terlihat. Iritasi itu tak lain disebabkan oleh cat yang melumuri sekujur tubuhnya. Dia adalah satu-satunya Manusia Silver yang berjuang mencari nafkah di Jember.

Ia mengais rezeki di sudut-sudut persimpangan jalan dari para pengendara yang melintas. Siang itu, Yono mencari peruntungan di persimpangan jalan menuju Alun-Alun Jember. Sengaja tampil berbeda, agar dia bisa menjadi perhatian pengguna jalan. Harapannya, ada uang receh yang diberikan untuknya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setiap kali lampu merah menyala, Yono langsung bergaya bak patung di hadapan para pengendara. Setelah itu, ia menghampiri satu per satu pengemudi mobil dan motor tersebut. Cara itu rupanya cukup berhasil. Beberapa pengendara yang tengah berhenti mengulurkan tangan dan memberikan sejumlah rupiah kepadanya.

Yono tampak tersenyum semringah. Ia menundukkan kepala sembari mengucapkan terima kasih kepada pengendara yang memasukkan uang ke kardus yang ia sodorkan. Bahkan, ada saja pengendara mobil yang berhenti lalu memanggilnya.

Pekerjaan ini bukanlah hal baru bagi Yono. Selama pandemi, dia terpaksa bekerja sebagai pengamen dengan mengecat sekujur tubuhnya. Sebelumnya, ia mengecat tubuhnya dengan warna hijau menyerupai tokoh kartun Hulk. “Karena catnya terlalu keras, kulit saya sakit. Iritasi. Dan susah untuk dihilangkan,” katanya.

Yono merupakan warga asal Cirebon. Saban hari, ia bekerja sebagai penjual makanan ringan di sekolah-sekolah. Karena selama pandemi sekolah libur, pekerjaannya pun otomatis mandek. Yono mengatakan, demi menyambung hidup dia mengubah penampilannya sebagai Manusia Silver. Ini dilakukan karena sudah tidak ada pilihan lain.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lelaki paruh baya itu berdiri di persimpangan lampu merah SMP 2 Jember. Ia bukan sedang main teater atau sulap. Tapi, pria bernama Yono itu bakal mengamen. Caranya unik. Berbeda dengan pengamen lainnya. Ia rela melumuri sekujur tubuhnya dengan cat sablon warna perak . Bagi laki-laki asal Cirebon itu, teknik mengamen seperti ini bukanlah hal yang baru.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Yono menunjukkan luka iritasi di kulitnya. Meski tertutup dengan cat silver, namun bentol-bentol di kulitnya samar-samar terlihat. Iritasi itu tak lain disebabkan oleh cat yang melumuri sekujur tubuhnya. Dia adalah satu-satunya Manusia Silver yang berjuang mencari nafkah di Jember.

Ia mengais rezeki di sudut-sudut persimpangan jalan dari para pengendara yang melintas. Siang itu, Yono mencari peruntungan di persimpangan jalan menuju Alun-Alun Jember. Sengaja tampil berbeda, agar dia bisa menjadi perhatian pengguna jalan. Harapannya, ada uang receh yang diberikan untuknya.

Setiap kali lampu merah menyala, Yono langsung bergaya bak patung di hadapan para pengendara. Setelah itu, ia menghampiri satu per satu pengemudi mobil dan motor tersebut. Cara itu rupanya cukup berhasil. Beberapa pengendara yang tengah berhenti mengulurkan tangan dan memberikan sejumlah rupiah kepadanya.

Yono tampak tersenyum semringah. Ia menundukkan kepala sembari mengucapkan terima kasih kepada pengendara yang memasukkan uang ke kardus yang ia sodorkan. Bahkan, ada saja pengendara mobil yang berhenti lalu memanggilnya.

Pekerjaan ini bukanlah hal baru bagi Yono. Selama pandemi, dia terpaksa bekerja sebagai pengamen dengan mengecat sekujur tubuhnya. Sebelumnya, ia mengecat tubuhnya dengan warna hijau menyerupai tokoh kartun Hulk. “Karena catnya terlalu keras, kulit saya sakit. Iritasi. Dan susah untuk dihilangkan,” katanya.

Yono merupakan warga asal Cirebon. Saban hari, ia bekerja sebagai penjual makanan ringan di sekolah-sekolah. Karena selama pandemi sekolah libur, pekerjaannya pun otomatis mandek. Yono mengatakan, demi menyambung hidup dia mengubah penampilannya sebagai Manusia Silver. Ini dilakukan karena sudah tidak ada pilihan lain.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lelaki paruh baya itu berdiri di persimpangan lampu merah SMP 2 Jember. Ia bukan sedang main teater atau sulap. Tapi, pria bernama Yono itu bakal mengamen. Caranya unik. Berbeda dengan pengamen lainnya. Ia rela melumuri sekujur tubuhnya dengan cat sablon warna perak . Bagi laki-laki asal Cirebon itu, teknik mengamen seperti ini bukanlah hal yang baru.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Yono menunjukkan luka iritasi di kulitnya. Meski tertutup dengan cat silver, namun bentol-bentol di kulitnya samar-samar terlihat. Iritasi itu tak lain disebabkan oleh cat yang melumuri sekujur tubuhnya. Dia adalah satu-satunya Manusia Silver yang berjuang mencari nafkah di Jember.

Ia mengais rezeki di sudut-sudut persimpangan jalan dari para pengendara yang melintas. Siang itu, Yono mencari peruntungan di persimpangan jalan menuju Alun-Alun Jember. Sengaja tampil berbeda, agar dia bisa menjadi perhatian pengguna jalan. Harapannya, ada uang receh yang diberikan untuknya.

Setiap kali lampu merah menyala, Yono langsung bergaya bak patung di hadapan para pengendara. Setelah itu, ia menghampiri satu per satu pengemudi mobil dan motor tersebut. Cara itu rupanya cukup berhasil. Beberapa pengendara yang tengah berhenti mengulurkan tangan dan memberikan sejumlah rupiah kepadanya.

Yono tampak tersenyum semringah. Ia menundukkan kepala sembari mengucapkan terima kasih kepada pengendara yang memasukkan uang ke kardus yang ia sodorkan. Bahkan, ada saja pengendara mobil yang berhenti lalu memanggilnya.

Pekerjaan ini bukanlah hal baru bagi Yono. Selama pandemi, dia terpaksa bekerja sebagai pengamen dengan mengecat sekujur tubuhnya. Sebelumnya, ia mengecat tubuhnya dengan warna hijau menyerupai tokoh kartun Hulk. “Karena catnya terlalu keras, kulit saya sakit. Iritasi. Dan susah untuk dihilangkan,” katanya.

Yono merupakan warga asal Cirebon. Saban hari, ia bekerja sebagai penjual makanan ringan di sekolah-sekolah. Karena selama pandemi sekolah libur, pekerjaannya pun otomatis mandek. Yono mengatakan, demi menyambung hidup dia mengubah penampilannya sebagai Manusia Silver. Ini dilakukan karena sudah tidak ada pilihan lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/