Update Laka Lantas Jember: Gara- gara Rem Blong Pemotor Tabrak Tembok dan Terpental

JEMBER, RADARJEMBER - Sebelum mengendarai kendaraan, sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Untuk memastikan semua bagian berfungsi dengan baik, termasuk pengereman.
Jika tidak, maka kecelakaan akibat rem blong bisa terjadi kapan saja. Seperti yang terjadi di jalan raya Simpang Tiga Desa/Kecamatan Umbulsari, Jember kemarin (14/1).
Kecelakaan tersebut dialami oleh Didik, 45, warga Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari. Saat kejadian dia sedang mengendarai motor tanpa nomor polisi (nopol).
Kejadian bermula ketika pria itu melaju kencang dari arah timur. Ketika di lokasi kejadian, rem kendaraannya tak berfungsi.
Membuatnya panik dan tidak dapat mengendalikan motornya. Apalagi pada saat yang bersamaan, terdapat Honda Beat yang dikendarai oleh pasutri dan anaknya.
Karena panik, Didik menabrak pengendara yang sedang berhenti di depannya. Setelah menabrak, kendaraan itu masih terus melaju kencang ke arah barat. Hingga menabrak tembok di samping kiri warung Mbok Temu.
Kerasnya benturan mengakibatkan Didik terlempar dan jatuh di pekarangan warung. Sementara, sepeda motornya mengalami rusak parah setelah menabrak tembok hingga retak.
Ketika dikonfirmasi, Didik mengaku, sebelum terjadi kecelakaan, dia sempat memacu motornya dari arah timur dengan kecepatan tinggi.
Kurang lebih 100 meter sebelum lokasi kecelakaan, dia berusaha mengurangi laju motornya dengan mengerem. Namun, saat menginjak pedal rem, ternyata remnya tidak berfungsi alias blong.
Kepanikan bertambah setelah dia menabrak pengendara sepeda motor Honda Beat nopol P 2701 LD yang sedang berhenti di depannya.
“Karena masih ada celah, saya langsung jalan lurus hingga menabrak tembok dekat penjual es buah,” imbuhnya.
Kerasnya benturan setelah menabrak tembok membuat Didik terpental ke pinggir selokan utara warung ayam pedas Mbok Temu. Sementara, sepeda motor yang dikendarainya mengalami rusak parah.
"Sejak berangkat dari rumah ke Balung Kulon tidak ada masalah. Tetapi, saat pulang, rem blong. Baut di pedal rem hilang, hingga saat menginjak rem sudah tidak berfungsi," katanya.
Akibat kejadian itu, Didik mengalami luka robek di kaki dan jari tangannya. Sementara, pengendara Honda Beat asal Balung Kulon yang kala itu hendak ke rumah keluarganya di Pondokjeruk, Pondokdalem, Kecamatan Semboro, mengalami luka di bagian betis kanan.
Saksi kejadian, Amri, warga asal Kecamatan Jenggawah, mengatakan, setelah menabrak pengendara di depannya yang sedang berhenti, motor milik Didik masih berjalan lurus.
Meski tidak sampai masuk ke dalam warung di tempat tersebut.
"Saya baru saja duduk karena masih nunggu makanan yang dipesan. Tiba-tiba melihat ada motor menabrak Beat dan berjalan kencang ke arah warung,” pungkasnya. (jum/c2/ham)



