alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Dikira Operasi Masker, Malah Ditilang Petugas

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puluhan pengendara kendaraan bermotor roda dua dan roda empat tidak mengira bila Kamis (24/6) pagi kemarin, saat melintas di Terminal Pakusari, tengah berlangsung operasi sadar keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Mereka justru beranggapan ini adalah operasi tertib pemakaian masker oleh petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Jember.

Agenda ini merupakan kegiatan insidental dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur yang melibatkan Satlantas Polres Jember, Satreskrim, Polisi Militer (PM), dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jember. Dari gelaran operasi tersebut, pelanggaran didominasi oleh pemotor, seperti tidak pakai helm, lupa membawa SIM dan STNK, serta STNK mati karena tidak diperpanjang.

Suti Hartini, pemotor dari Sempolan, adalah salah satu yang ditilang petugas sesampainya di Terminal Pakusari. Dirinya bersama suami kedapatan tidak membawa STNK saat hendak mengantar kue ke Jalan Gajahmada. Dirinya mengaku buru-buru sehingga STNK motor tertinggal di rumah. “Saya kira operasi tertib pemakaian masker. Tidak tahu kalau pagi ini ada operasi penertiban. Lalu diminta menepi oleh petugas,” ungkap Suti kepada Jawa Pos Radar Jember sembari duduk di kursi antrean tilang.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Sehari, Lima Pelanggar Ditilang karena HP

Lain lagi pengakuan Haroh, warga Dusun Lamparan, Desa/Kecamatan Pakusari. Dirinya tidak memakai helm saat hendak mengantarkan anak untuk mendaftar masuk SMA. Dia beralasan jarak rumah tidak jauh dari sekolah, sehingga Haroh dan sang anak tidak membawa helm.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puluhan pengendara kendaraan bermotor roda dua dan roda empat tidak mengira bila Kamis (24/6) pagi kemarin, saat melintas di Terminal Pakusari, tengah berlangsung operasi sadar keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Mereka justru beranggapan ini adalah operasi tertib pemakaian masker oleh petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Jember.

Agenda ini merupakan kegiatan insidental dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur yang melibatkan Satlantas Polres Jember, Satreskrim, Polisi Militer (PM), dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jember. Dari gelaran operasi tersebut, pelanggaran didominasi oleh pemotor, seperti tidak pakai helm, lupa membawa SIM dan STNK, serta STNK mati karena tidak diperpanjang.

Suti Hartini, pemotor dari Sempolan, adalah salah satu yang ditilang petugas sesampainya di Terminal Pakusari. Dirinya bersama suami kedapatan tidak membawa STNK saat hendak mengantar kue ke Jalan Gajahmada. Dirinya mengaku buru-buru sehingga STNK motor tertinggal di rumah. “Saya kira operasi tertib pemakaian masker. Tidak tahu kalau pagi ini ada operasi penertiban. Lalu diminta menepi oleh petugas,” ungkap Suti kepada Jawa Pos Radar Jember sembari duduk di kursi antrean tilang.

BACA JUGA : Sehari, Lima Pelanggar Ditilang karena HP

Lain lagi pengakuan Haroh, warga Dusun Lamparan, Desa/Kecamatan Pakusari. Dirinya tidak memakai helm saat hendak mengantarkan anak untuk mendaftar masuk SMA. Dia beralasan jarak rumah tidak jauh dari sekolah, sehingga Haroh dan sang anak tidak membawa helm.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Puluhan pengendara kendaraan bermotor roda dua dan roda empat tidak mengira bila Kamis (24/6) pagi kemarin, saat melintas di Terminal Pakusari, tengah berlangsung operasi sadar keselamatan dan ketertiban lalu lintas. Mereka justru beranggapan ini adalah operasi tertib pemakaian masker oleh petugas Satgas Covid-19 Kabupaten Jember.

Agenda ini merupakan kegiatan insidental dari Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur yang melibatkan Satlantas Polres Jember, Satreskrim, Polisi Militer (PM), dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jember. Dari gelaran operasi tersebut, pelanggaran didominasi oleh pemotor, seperti tidak pakai helm, lupa membawa SIM dan STNK, serta STNK mati karena tidak diperpanjang.

Suti Hartini, pemotor dari Sempolan, adalah salah satu yang ditilang petugas sesampainya di Terminal Pakusari. Dirinya bersama suami kedapatan tidak membawa STNK saat hendak mengantar kue ke Jalan Gajahmada. Dirinya mengaku buru-buru sehingga STNK motor tertinggal di rumah. “Saya kira operasi tertib pemakaian masker. Tidak tahu kalau pagi ini ada operasi penertiban. Lalu diminta menepi oleh petugas,” ungkap Suti kepada Jawa Pos Radar Jember sembari duduk di kursi antrean tilang.

BACA JUGA : Sehari, Lima Pelanggar Ditilang karena HP

Lain lagi pengakuan Haroh, warga Dusun Lamparan, Desa/Kecamatan Pakusari. Dirinya tidak memakai helm saat hendak mengantarkan anak untuk mendaftar masuk SMA. Dia beralasan jarak rumah tidak jauh dari sekolah, sehingga Haroh dan sang anak tidak membawa helm.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/