alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Bayar Kegagalan SNMPTN dengan Prestasi Tingkat Provinsi

Tak lolos dalam SNMPTN tahun ini, Rifki Pratama Putra semakin terpacu untuk menorehkan prestasi di bidang lain. Remaja yang akrab disapa Tama ini tak putus asa untuk mencari peluang apa pun yang mengaktualisasikan bakatnya. Hingga akhirnya Tama mengikuti seleksi Putera Pendidikan Jawa Timur 2021.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak 2019 silam, Rifki Pratama Putra memang getol mengampanyekan isu-isu pendidikan. Bahkan, Tama pernah ditunjuk oleh bupati kala itu, untuk menyampaikan gagasan mengenai pendidikan di Jember bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Karena sejalan dengan visi misi di dunia pendidikan, saya pun ikut,” kata Tama.

Bagi Tama, pendidikan adalah hak yang sejajar untuk semua anak bangsa. Semua golongan harus mendapatkan pendidikan yang layak dan merata. “Karena pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan bangsa,” tegasnya.

Berdasarkan pengalamannya inilah dia mencoba mendaftar dalam ajang Putera Puteri Pendidikan Jawa Timur. Informasi mengenai pendaftaran ajang tersebut dia peroleh dari media sosial.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sepanjang seleksi, Tama harus menghadapi kurang lebih 400 pesaing di tingkat Provinsi Jawa Timur. Proses seleksi yang dijalani cukup ketat. Dalam prosesnya yang berlangsung sejak Maret lalu, Tama harus bolak-balik Jember-Surabaya.

Terpaksa, Tama harus merelakan waktu dengan keluarga. “Waktu bolak-balik Jember-Surabaya saya sendirian. Otomatis, waktu main bareng sama keluarga terpotong. Apalagi keluarga juga punya kepentingan lain, seperti kerja dan yang lain,” kata Tama.

Semua peserta wajib menyampaikan gagasan-gagasannya tentang pendidikan. Serta mendapat tantangan untuk memberikan solusi-solusi atas permasalahan pendidikan yang ada. Di sana, Tama harus beradaptasi dan berjuang sendiri.

Bahkan, padatnya aktivitas karantina membuat kesehatan Tama sempat terganggu. Karena tak ingin bergantung pada teman lainnya, dia harus melakukan proses penyembuhan sendiri. “Saya beli obat sendiri. Jauh dari keluarga. Di situ saya merasa, kayak gini sakit di kota orang. Yang di sini dikabari jadi malah kepikiran,” kata remaja yang tinggal di Jalan Letjen Suprapto Gang V/84 itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak 2019 silam, Rifki Pratama Putra memang getol mengampanyekan isu-isu pendidikan. Bahkan, Tama pernah ditunjuk oleh bupati kala itu, untuk menyampaikan gagasan mengenai pendidikan di Jember bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Karena sejalan dengan visi misi di dunia pendidikan, saya pun ikut,” kata Tama.

Bagi Tama, pendidikan adalah hak yang sejajar untuk semua anak bangsa. Semua golongan harus mendapatkan pendidikan yang layak dan merata. “Karena pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan bangsa,” tegasnya.

Berdasarkan pengalamannya inilah dia mencoba mendaftar dalam ajang Putera Puteri Pendidikan Jawa Timur. Informasi mengenai pendaftaran ajang tersebut dia peroleh dari media sosial.

Sepanjang seleksi, Tama harus menghadapi kurang lebih 400 pesaing di tingkat Provinsi Jawa Timur. Proses seleksi yang dijalani cukup ketat. Dalam prosesnya yang berlangsung sejak Maret lalu, Tama harus bolak-balik Jember-Surabaya.

Terpaksa, Tama harus merelakan waktu dengan keluarga. “Waktu bolak-balik Jember-Surabaya saya sendirian. Otomatis, waktu main bareng sama keluarga terpotong. Apalagi keluarga juga punya kepentingan lain, seperti kerja dan yang lain,” kata Tama.

Semua peserta wajib menyampaikan gagasan-gagasannya tentang pendidikan. Serta mendapat tantangan untuk memberikan solusi-solusi atas permasalahan pendidikan yang ada. Di sana, Tama harus beradaptasi dan berjuang sendiri.

Bahkan, padatnya aktivitas karantina membuat kesehatan Tama sempat terganggu. Karena tak ingin bergantung pada teman lainnya, dia harus melakukan proses penyembuhan sendiri. “Saya beli obat sendiri. Jauh dari keluarga. Di situ saya merasa, kayak gini sakit di kota orang. Yang di sini dikabari jadi malah kepikiran,” kata remaja yang tinggal di Jalan Letjen Suprapto Gang V/84 itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak 2019 silam, Rifki Pratama Putra memang getol mengampanyekan isu-isu pendidikan. Bahkan, Tama pernah ditunjuk oleh bupati kala itu, untuk menyampaikan gagasan mengenai pendidikan di Jember bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Karena sejalan dengan visi misi di dunia pendidikan, saya pun ikut,” kata Tama.

Bagi Tama, pendidikan adalah hak yang sejajar untuk semua anak bangsa. Semua golongan harus mendapatkan pendidikan yang layak dan merata. “Karena pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan bangsa,” tegasnya.

Berdasarkan pengalamannya inilah dia mencoba mendaftar dalam ajang Putera Puteri Pendidikan Jawa Timur. Informasi mengenai pendaftaran ajang tersebut dia peroleh dari media sosial.

Sepanjang seleksi, Tama harus menghadapi kurang lebih 400 pesaing di tingkat Provinsi Jawa Timur. Proses seleksi yang dijalani cukup ketat. Dalam prosesnya yang berlangsung sejak Maret lalu, Tama harus bolak-balik Jember-Surabaya.

Terpaksa, Tama harus merelakan waktu dengan keluarga. “Waktu bolak-balik Jember-Surabaya saya sendirian. Otomatis, waktu main bareng sama keluarga terpotong. Apalagi keluarga juga punya kepentingan lain, seperti kerja dan yang lain,” kata Tama.

Semua peserta wajib menyampaikan gagasan-gagasannya tentang pendidikan. Serta mendapat tantangan untuk memberikan solusi-solusi atas permasalahan pendidikan yang ada. Di sana, Tama harus beradaptasi dan berjuang sendiri.

Bahkan, padatnya aktivitas karantina membuat kesehatan Tama sempat terganggu. Karena tak ingin bergantung pada teman lainnya, dia harus melakukan proses penyembuhan sendiri. “Saya beli obat sendiri. Jauh dari keluarga. Di situ saya merasa, kayak gini sakit di kota orang. Yang di sini dikabari jadi malah kepikiran,” kata remaja yang tinggal di Jalan Letjen Suprapto Gang V/84 itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/