alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Sudah Lunas, Debt Collector Tetap Rampas Motor

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember Debt collector PT Komando Gagak Hitam, Eidi Purnomo Setiawan, minta ampun di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (24/5). Pria ini bersama terdakwa Achmad Nur Cahyono diadili gara-gara merampas sepeda motor milik Fatah Ibrahim yang sebenarnya sudah lunas.

BACA JUGA : Mendag: Sinergi Indo-Pasifik dengan ASEAN Dukung Perekonomian Kawasan

Dalam sidang pemeriksaan yang dipimpin Hakim Ketua Frans Kornelisen SH, kedua terdakwa, Eidi dan Achmad, diketahui melakukan aksinya tanpa surat kuasa. Nasi telah menjadi bubur, aksi mereka pun harus diadili di meja hijau.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mereka mengira motor tersebut bermasalah dengan keuangan. Dengan sangat percaya diri, mereka merampas motor yang sedang melaju di jalanan tersebut. Tukang jabel ini menyebut, dalam aplikasi diketahui bahwa motor milik Fatah bermasalah. Setelah diambil, sepeda motor dibawa ke Kantor PT Komando Gagak Hitam. “Setelah saya cek di aplikasi, motornya ternyata bermasalah. Langsung saya angkut,” kata terdakwa Eidi.

Saat itu, Eidi mengatasnamakan PT FIF Banyuwangi. “Kami dari PT Komando Gagak Hitam sudah kerja sama dengan FIF Banyuwangi untuk setiap penangkapan motor yang masih mempunyai angsuran,” tuturnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember Debt collector PT Komando Gagak Hitam, Eidi Purnomo Setiawan, minta ampun di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (24/5). Pria ini bersama terdakwa Achmad Nur Cahyono diadili gara-gara merampas sepeda motor milik Fatah Ibrahim yang sebenarnya sudah lunas.

BACA JUGA : Mendag: Sinergi Indo-Pasifik dengan ASEAN Dukung Perekonomian Kawasan

Dalam sidang pemeriksaan yang dipimpin Hakim Ketua Frans Kornelisen SH, kedua terdakwa, Eidi dan Achmad, diketahui melakukan aksinya tanpa surat kuasa. Nasi telah menjadi bubur, aksi mereka pun harus diadili di meja hijau.

Mereka mengira motor tersebut bermasalah dengan keuangan. Dengan sangat percaya diri, mereka merampas motor yang sedang melaju di jalanan tersebut. Tukang jabel ini menyebut, dalam aplikasi diketahui bahwa motor milik Fatah bermasalah. Setelah diambil, sepeda motor dibawa ke Kantor PT Komando Gagak Hitam. “Setelah saya cek di aplikasi, motornya ternyata bermasalah. Langsung saya angkut,” kata terdakwa Eidi.

Saat itu, Eidi mengatasnamakan PT FIF Banyuwangi. “Kami dari PT Komando Gagak Hitam sudah kerja sama dengan FIF Banyuwangi untuk setiap penangkapan motor yang masih mempunyai angsuran,” tuturnya.

SUMBERSARI, Radar Jember Debt collector PT Komando Gagak Hitam, Eidi Purnomo Setiawan, minta ampun di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (24/5). Pria ini bersama terdakwa Achmad Nur Cahyono diadili gara-gara merampas sepeda motor milik Fatah Ibrahim yang sebenarnya sudah lunas.

BACA JUGA : Mendag: Sinergi Indo-Pasifik dengan ASEAN Dukung Perekonomian Kawasan

Dalam sidang pemeriksaan yang dipimpin Hakim Ketua Frans Kornelisen SH, kedua terdakwa, Eidi dan Achmad, diketahui melakukan aksinya tanpa surat kuasa. Nasi telah menjadi bubur, aksi mereka pun harus diadili di meja hijau.

Mereka mengira motor tersebut bermasalah dengan keuangan. Dengan sangat percaya diri, mereka merampas motor yang sedang melaju di jalanan tersebut. Tukang jabel ini menyebut, dalam aplikasi diketahui bahwa motor milik Fatah bermasalah. Setelah diambil, sepeda motor dibawa ke Kantor PT Komando Gagak Hitam. “Setelah saya cek di aplikasi, motornya ternyata bermasalah. Langsung saya angkut,” kata terdakwa Eidi.

Saat itu, Eidi mengatasnamakan PT FIF Banyuwangi. “Kami dari PT Komando Gagak Hitam sudah kerja sama dengan FIF Banyuwangi untuk setiap penangkapan motor yang masih mempunyai angsuran,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/