alexametrics
24.6 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Karyawan Toko di Jember Ditemukan Meninggal, Tubuhnya Sudah Membusuk

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Penemuan jasad seorang karyawan toko di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Jember, menghebohkan warga setempat. Karena saat ditemukan, mayat laki-laki berusia 54 tahun itu sudah membusuk. Jasad itu sudah mengeluarkan bau tak sedap.

Informasi yang diperoleh, jenazah korban yang bernama Edi Candra alias Coan ini, kali pertama diketahui oleh Siswoko, sopir truk di tempat toko korban bekerja. Jumat (25/5) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, ketika saksi hendak mengambil armada pengangkut, dia mencium bau tak sedap dari sebuah ruangan di dalam Toko Kasih Kurnia. “Ternyata sumber aroma itu berasal dari ruangan mebel,” katanya kepada polisi.

BACA JUGA: Lagi, Penemuan Mayat Tanpa Identitas

Mobile_AP_Rectangle 2

Siswoko lantas memberi tahu rekannya sesama pekerja, Fathur. Kedua saksi kemudian mengecek asal bau tidak sedap tersebut. Mereka kaget setelah mendapati korban dalam keadaan meninggal dan kondisinya membusuk. “Kami segera memberi tahu yang lain. Dan melaporkan ke Polsek Wuluhan,” tuturnya.

Kapolsek Wuluhan AKP Solikhan Arief menjelaskan, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya segera mendatangi lokasi. Hasil pemeriksaan bersama tim medis dari Puskesmas Wuluhan, di tubuh korban tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan. Diduga, korban meninggal karena sakit. “Selama ini, korban memang mempunyai riwayat sakit,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Penemuan jasad seorang karyawan toko di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Jember, menghebohkan warga setempat. Karena saat ditemukan, mayat laki-laki berusia 54 tahun itu sudah membusuk. Jasad itu sudah mengeluarkan bau tak sedap.

Informasi yang diperoleh, jenazah korban yang bernama Edi Candra alias Coan ini, kali pertama diketahui oleh Siswoko, sopir truk di tempat toko korban bekerja. Jumat (25/5) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, ketika saksi hendak mengambil armada pengangkut, dia mencium bau tak sedap dari sebuah ruangan di dalam Toko Kasih Kurnia. “Ternyata sumber aroma itu berasal dari ruangan mebel,” katanya kepada polisi.

BACA JUGA: Lagi, Penemuan Mayat Tanpa Identitas

Siswoko lantas memberi tahu rekannya sesama pekerja, Fathur. Kedua saksi kemudian mengecek asal bau tidak sedap tersebut. Mereka kaget setelah mendapati korban dalam keadaan meninggal dan kondisinya membusuk. “Kami segera memberi tahu yang lain. Dan melaporkan ke Polsek Wuluhan,” tuturnya.

Kapolsek Wuluhan AKP Solikhan Arief menjelaskan, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya segera mendatangi lokasi. Hasil pemeriksaan bersama tim medis dari Puskesmas Wuluhan, di tubuh korban tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan. Diduga, korban meninggal karena sakit. “Selama ini, korban memang mempunyai riwayat sakit,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Penemuan jasad seorang karyawan toko di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Jember, menghebohkan warga setempat. Karena saat ditemukan, mayat laki-laki berusia 54 tahun itu sudah membusuk. Jasad itu sudah mengeluarkan bau tak sedap.

Informasi yang diperoleh, jenazah korban yang bernama Edi Candra alias Coan ini, kali pertama diketahui oleh Siswoko, sopir truk di tempat toko korban bekerja. Jumat (25/5) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, ketika saksi hendak mengambil armada pengangkut, dia mencium bau tak sedap dari sebuah ruangan di dalam Toko Kasih Kurnia. “Ternyata sumber aroma itu berasal dari ruangan mebel,” katanya kepada polisi.

BACA JUGA: Lagi, Penemuan Mayat Tanpa Identitas

Siswoko lantas memberi tahu rekannya sesama pekerja, Fathur. Kedua saksi kemudian mengecek asal bau tidak sedap tersebut. Mereka kaget setelah mendapati korban dalam keadaan meninggal dan kondisinya membusuk. “Kami segera memberi tahu yang lain. Dan melaporkan ke Polsek Wuluhan,” tuturnya.

Kapolsek Wuluhan AKP Solikhan Arief menjelaskan, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya segera mendatangi lokasi. Hasil pemeriksaan bersama tim medis dari Puskesmas Wuluhan, di tubuh korban tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan. Diduga, korban meninggal karena sakit. “Selama ini, korban memang mempunyai riwayat sakit,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/