alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Buron Kasus Pasar Manggisan Tertangkap

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Agus Salim, buronan kasus korupsi Pasar Manggisan jilid dua, akhirnya tak bisa bersembunyi lagi dalam pelariannya. Sebab, tim gabungan dari Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Tim Tabur Kejari Jember telah menangkapnya di Jakarta. Agus Salim ditetapkan sebagai tersangka kasus rasuah pasar oleh kejari, Januari lalu.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto membenarkan kabar penangkapan tersebut. Menurutnya, tersangka telah dibawa oleh tim khusus dan masih dalam perjalanan ke Jember, kemarin (24/3).

Agus Budiarto tidak bisa memberikan penjelasan detail soal bagaimana penangkapan tersangka. “Besok saja, kami gelar konferensi pers biar lebih jelas. Ini yang bersangkutan tadi (kemarin, Red) siang sudah terbang dari Jakarta ke Surabaya. Sampai Juanda langsung ke Jember,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Agus Salim merupakan Direktur PT Dita Putri Waranawa, perusahaan pemenang tender pengerjaan proyek Pasar Manggisan. Dirinya ditetapkan tersangka pada 7 Januari lalu, bersamaan dengan Kuasa Direktur PT Dita Putri Waranawa Hadi Sakti. Bila Hadi Sakti sempat mangkir dan akhirnya kooperatif untuk datang ke kejaksaan, Agus Salim berbeda. Dia sama sekali tak menggubris panggilan korps Adhyaksa itu.

Menurut keterangan, Agus Salim berdomisili di Jakarta Timur. Sementara, Hadi Sakti di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Agus Salim diketahui tidak terjun langsung menangani proyek pasar. Operator lapangan dipegang Edhi Sandi Abdurahman yang telah diputus oleh pengadilan Tipikor Surabaya pada kasus korupsi Pasar Manggisan jilid pertama. Sementara itu, Hadi Sakti disebut sebagai pengusaha yang menalangi pembiayaan proyek pasar. Ketiganya sama-sama berasal dari Pulau Lombok, NTB.

Pengembangan kasus korupsi Pasar Manggisan jilid dua dengan tersangka Hadi Sakti dan Agus Salim itu berdasarkan hasil pengembangan perkara korupsi dengan surat perintah yang diterbitkan 12 November 2020 lalu. Sebelumnya, dalam putusan Pengadilan Tipikor di Surabaya yang menjerat empat terdakwa, ada dugaan keterlibatan orang lain dalam perkara rasuah itu. Munculnya keterangan dua tersangka baru tersebut juga berdasarkan fakta persidangan dari terdakwa Edhi Sandi Abdurahman pada sidang tipikor, 15 September 2020.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Agus Salim, buronan kasus korupsi Pasar Manggisan jilid dua, akhirnya tak bisa bersembunyi lagi dalam pelariannya. Sebab, tim gabungan dari Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Tim Tabur Kejari Jember telah menangkapnya di Jakarta. Agus Salim ditetapkan sebagai tersangka kasus rasuah pasar oleh kejari, Januari lalu.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto membenarkan kabar penangkapan tersebut. Menurutnya, tersangka telah dibawa oleh tim khusus dan masih dalam perjalanan ke Jember, kemarin (24/3).

Agus Budiarto tidak bisa memberikan penjelasan detail soal bagaimana penangkapan tersangka. “Besok saja, kami gelar konferensi pers biar lebih jelas. Ini yang bersangkutan tadi (kemarin, Red) siang sudah terbang dari Jakarta ke Surabaya. Sampai Juanda langsung ke Jember,” ucapnya.

Agus Salim merupakan Direktur PT Dita Putri Waranawa, perusahaan pemenang tender pengerjaan proyek Pasar Manggisan. Dirinya ditetapkan tersangka pada 7 Januari lalu, bersamaan dengan Kuasa Direktur PT Dita Putri Waranawa Hadi Sakti. Bila Hadi Sakti sempat mangkir dan akhirnya kooperatif untuk datang ke kejaksaan, Agus Salim berbeda. Dia sama sekali tak menggubris panggilan korps Adhyaksa itu.

Menurut keterangan, Agus Salim berdomisili di Jakarta Timur. Sementara, Hadi Sakti di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Agus Salim diketahui tidak terjun langsung menangani proyek pasar. Operator lapangan dipegang Edhi Sandi Abdurahman yang telah diputus oleh pengadilan Tipikor Surabaya pada kasus korupsi Pasar Manggisan jilid pertama. Sementara itu, Hadi Sakti disebut sebagai pengusaha yang menalangi pembiayaan proyek pasar. Ketiganya sama-sama berasal dari Pulau Lombok, NTB.

Pengembangan kasus korupsi Pasar Manggisan jilid dua dengan tersangka Hadi Sakti dan Agus Salim itu berdasarkan hasil pengembangan perkara korupsi dengan surat perintah yang diterbitkan 12 November 2020 lalu. Sebelumnya, dalam putusan Pengadilan Tipikor di Surabaya yang menjerat empat terdakwa, ada dugaan keterlibatan orang lain dalam perkara rasuah itu. Munculnya keterangan dua tersangka baru tersebut juga berdasarkan fakta persidangan dari terdakwa Edhi Sandi Abdurahman pada sidang tipikor, 15 September 2020.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Agus Salim, buronan kasus korupsi Pasar Manggisan jilid dua, akhirnya tak bisa bersembunyi lagi dalam pelariannya. Sebab, tim gabungan dari Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Tim Tabur Kejari Jember telah menangkapnya di Jakarta. Agus Salim ditetapkan sebagai tersangka kasus rasuah pasar oleh kejari, Januari lalu.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Jember Agus Budiarto membenarkan kabar penangkapan tersebut. Menurutnya, tersangka telah dibawa oleh tim khusus dan masih dalam perjalanan ke Jember, kemarin (24/3).

Agus Budiarto tidak bisa memberikan penjelasan detail soal bagaimana penangkapan tersangka. “Besok saja, kami gelar konferensi pers biar lebih jelas. Ini yang bersangkutan tadi (kemarin, Red) siang sudah terbang dari Jakarta ke Surabaya. Sampai Juanda langsung ke Jember,” ucapnya.

Agus Salim merupakan Direktur PT Dita Putri Waranawa, perusahaan pemenang tender pengerjaan proyek Pasar Manggisan. Dirinya ditetapkan tersangka pada 7 Januari lalu, bersamaan dengan Kuasa Direktur PT Dita Putri Waranawa Hadi Sakti. Bila Hadi Sakti sempat mangkir dan akhirnya kooperatif untuk datang ke kejaksaan, Agus Salim berbeda. Dia sama sekali tak menggubris panggilan korps Adhyaksa itu.

Menurut keterangan, Agus Salim berdomisili di Jakarta Timur. Sementara, Hadi Sakti di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Agus Salim diketahui tidak terjun langsung menangani proyek pasar. Operator lapangan dipegang Edhi Sandi Abdurahman yang telah diputus oleh pengadilan Tipikor Surabaya pada kasus korupsi Pasar Manggisan jilid pertama. Sementara itu, Hadi Sakti disebut sebagai pengusaha yang menalangi pembiayaan proyek pasar. Ketiganya sama-sama berasal dari Pulau Lombok, NTB.

Pengembangan kasus korupsi Pasar Manggisan jilid dua dengan tersangka Hadi Sakti dan Agus Salim itu berdasarkan hasil pengembangan perkara korupsi dengan surat perintah yang diterbitkan 12 November 2020 lalu. Sebelumnya, dalam putusan Pengadilan Tipikor di Surabaya yang menjerat empat terdakwa, ada dugaan keterlibatan orang lain dalam perkara rasuah itu. Munculnya keterangan dua tersangka baru tersebut juga berdasarkan fakta persidangan dari terdakwa Edhi Sandi Abdurahman pada sidang tipikor, 15 September 2020.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/