alexametrics
23 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Biar Terhindar Zina, Dikawinkan Muda Saja

Ada Tiga Alasan Penyebab Pernikahan Dini di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketua Pusat Studi Gender Universitas Jember (PSG Unej) Linda Dwi Eriyanti mengatakan, tingkat pernikahan dini di Kabupaten Jember terbilang sangat tinggi. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Program Jember SAE yang mengusung tema ‘Perempuan Tangguh’, belum lama ini.

Acara yang digelar Polres Jember bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej itu, Linda menjelaskan, ada tiga penyebab utama tingginya angka pernikahan dini. Pertama karena para orang tua lebih memilih anak perempuannya menjadi janda ketimbang dianggap sebagai perawan tua. Kedua, melakukan pernikahan dini karena menghindari zina. Dan alasan ini yang sering menjadi salah kaprah.

“Menghindari zina dengan menikahkan anak di bawah umur. Kenapa tidak dengan menjaga moralitasnya dengan memberikan pendidikan yang baik, pendidikan seks, moral, dan agama,” ungkap Linda.

Mobile_AP_Rectangle 2

Faktor ketiga, kata dia, adalah mengalihkan beban ekonomi keluarga. Banyak orang desa yang berasumsi, bahwa anak perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi tidak menjamin untuk mengangkat ekonomi keluarga. “Mereka bilangnya, nggak pasti juga. Banyak yang lulus kuliah tapi nganggur juga,” ujarnya, mengutip kata-kata yang kerap menjadi alasan nikah muda.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketua Pusat Studi Gender Universitas Jember (PSG Unej) Linda Dwi Eriyanti mengatakan, tingkat pernikahan dini di Kabupaten Jember terbilang sangat tinggi. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Program Jember SAE yang mengusung tema ‘Perempuan Tangguh’, belum lama ini.

Acara yang digelar Polres Jember bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej itu, Linda menjelaskan, ada tiga penyebab utama tingginya angka pernikahan dini. Pertama karena para orang tua lebih memilih anak perempuannya menjadi janda ketimbang dianggap sebagai perawan tua. Kedua, melakukan pernikahan dini karena menghindari zina. Dan alasan ini yang sering menjadi salah kaprah.

“Menghindari zina dengan menikahkan anak di bawah umur. Kenapa tidak dengan menjaga moralitasnya dengan memberikan pendidikan yang baik, pendidikan seks, moral, dan agama,” ungkap Linda.

Faktor ketiga, kata dia, adalah mengalihkan beban ekonomi keluarga. Banyak orang desa yang berasumsi, bahwa anak perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi tidak menjamin untuk mengangkat ekonomi keluarga. “Mereka bilangnya, nggak pasti juga. Banyak yang lulus kuliah tapi nganggur juga,” ujarnya, mengutip kata-kata yang kerap menjadi alasan nikah muda.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketua Pusat Studi Gender Universitas Jember (PSG Unej) Linda Dwi Eriyanti mengatakan, tingkat pernikahan dini di Kabupaten Jember terbilang sangat tinggi. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam acara Program Jember SAE yang mengusung tema ‘Perempuan Tangguh’, belum lama ini.

Acara yang digelar Polres Jember bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej itu, Linda menjelaskan, ada tiga penyebab utama tingginya angka pernikahan dini. Pertama karena para orang tua lebih memilih anak perempuannya menjadi janda ketimbang dianggap sebagai perawan tua. Kedua, melakukan pernikahan dini karena menghindari zina. Dan alasan ini yang sering menjadi salah kaprah.

“Menghindari zina dengan menikahkan anak di bawah umur. Kenapa tidak dengan menjaga moralitasnya dengan memberikan pendidikan yang baik, pendidikan seks, moral, dan agama,” ungkap Linda.

Faktor ketiga, kata dia, adalah mengalihkan beban ekonomi keluarga. Banyak orang desa yang berasumsi, bahwa anak perempuan yang mengenyam pendidikan tinggi tidak menjamin untuk mengangkat ekonomi keluarga. “Mereka bilangnya, nggak pasti juga. Banyak yang lulus kuliah tapi nganggur juga,” ujarnya, mengutip kata-kata yang kerap menjadi alasan nikah muda.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/