alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Jalan Aspal Malah Dipaving

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bila jalan raya awalnya berbatu, masyaraka tentu ingin jalan tersebut diaspal. Tapi, di Jalan Yos Sudarso justru berbeda. Jalan aspal tersebut digantikan oleh paving, seperti jalan di perumahan atau perkampungan.

Namun, bukan berarti pemasangan paving dilakukan secara keseluruhan. Ternyata jalan aspal yang dipaving tersebut adalah langkah mengatasi jalan lubang yang cukup jalan. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pada jalan lingkar yang dimulai dari Jalan Wolter Monginsidi hingga Jalan Yos Sudarso tersebut, awalnya tidak ada lubang mulai dari persimpangan Gladak Pakem. Hanya retak.

Namun, semakin jauh melintas, mulai ada lubang kecil di sisi jalan. Lubang di jalan beraspal tersebut saat menuju Jalan Yos Sudarso, semakin besar dan cukup dalam. Bahkan, tidak sedikit yang ditutup dengan ranting pepohonan, sebagai tanda bahaya agar tidak dilintasi pengguna jalan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, di samping itu, ada upaya warga untuk menutupi jalan lubang yang dianggap paling jitu. Bukan menggunakan semen cor, bukan pula ditutupi dengan batu ataupun kerikil. Tapi ditutup menggunakan batu paving yang direkatkan dengan semen.

Maksum, warga setempat, mengatakan, penutupan jalan berlubang dengan paving itu dilakukan sekitar satu setengah bulan lalu, melalui bantuan dari warga setempat yang merupakan pengusaha paving. “Pavingnya dapat bantuan, tapi yang pasang itu warga,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bila jalan raya awalnya berbatu, masyaraka tentu ingin jalan tersebut diaspal. Tapi, di Jalan Yos Sudarso justru berbeda. Jalan aspal tersebut digantikan oleh paving, seperti jalan di perumahan atau perkampungan.

Namun, bukan berarti pemasangan paving dilakukan secara keseluruhan. Ternyata jalan aspal yang dipaving tersebut adalah langkah mengatasi jalan lubang yang cukup jalan. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pada jalan lingkar yang dimulai dari Jalan Wolter Monginsidi hingga Jalan Yos Sudarso tersebut, awalnya tidak ada lubang mulai dari persimpangan Gladak Pakem. Hanya retak.

Namun, semakin jauh melintas, mulai ada lubang kecil di sisi jalan. Lubang di jalan beraspal tersebut saat menuju Jalan Yos Sudarso, semakin besar dan cukup dalam. Bahkan, tidak sedikit yang ditutup dengan ranting pepohonan, sebagai tanda bahaya agar tidak dilintasi pengguna jalan.

Namun, di samping itu, ada upaya warga untuk menutupi jalan lubang yang dianggap paling jitu. Bukan menggunakan semen cor, bukan pula ditutupi dengan batu ataupun kerikil. Tapi ditutup menggunakan batu paving yang direkatkan dengan semen.

Maksum, warga setempat, mengatakan, penutupan jalan berlubang dengan paving itu dilakukan sekitar satu setengah bulan lalu, melalui bantuan dari warga setempat yang merupakan pengusaha paving. “Pavingnya dapat bantuan, tapi yang pasang itu warga,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bila jalan raya awalnya berbatu, masyaraka tentu ingin jalan tersebut diaspal. Tapi, di Jalan Yos Sudarso justru berbeda. Jalan aspal tersebut digantikan oleh paving, seperti jalan di perumahan atau perkampungan.

Namun, bukan berarti pemasangan paving dilakukan secara keseluruhan. Ternyata jalan aspal yang dipaving tersebut adalah langkah mengatasi jalan lubang yang cukup jalan. Pantauan Jawa Pos Radar Jember, pada jalan lingkar yang dimulai dari Jalan Wolter Monginsidi hingga Jalan Yos Sudarso tersebut, awalnya tidak ada lubang mulai dari persimpangan Gladak Pakem. Hanya retak.

Namun, semakin jauh melintas, mulai ada lubang kecil di sisi jalan. Lubang di jalan beraspal tersebut saat menuju Jalan Yos Sudarso, semakin besar dan cukup dalam. Bahkan, tidak sedikit yang ditutup dengan ranting pepohonan, sebagai tanda bahaya agar tidak dilintasi pengguna jalan.

Namun, di samping itu, ada upaya warga untuk menutupi jalan lubang yang dianggap paling jitu. Bukan menggunakan semen cor, bukan pula ditutupi dengan batu ataupun kerikil. Tapi ditutup menggunakan batu paving yang direkatkan dengan semen.

Maksum, warga setempat, mengatakan, penutupan jalan berlubang dengan paving itu dilakukan sekitar satu setengah bulan lalu, melalui bantuan dari warga setempat yang merupakan pengusaha paving. “Pavingnya dapat bantuan, tapi yang pasang itu warga,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/