30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Sebelum Beraksi, Perampok Toko Emas di Jember Sudah Intai Kebiasaan Korban

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sebelum menjalankan aksinya, dua pelaku perampokan toko perhiasan yang menggondol emas 2 kilogram di Jember, diduga sudah mengintai kebiasaan korban. Sebab, setiap menjelang Subuh, korban selalu keluar rumah untuk pergi ke Pasar Tanjung.

Toko yang juga menjadi tempat tinggal korban di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember, dengan pasar memang cukup dekat. Hanya beberapa ratus meter saja. Saban pagi, korban rutin berbelanja kebutuhan rumah tangga di pasar induk tersebut.

Andi, anak korban, mengaku tak menyangka aktivitas rutin sang ayah sudah dipantau oleh pelaku. Sebab, kasus perampokan itu terjadi saat jam pergi ke pasar yang rutin dilakukan bapaknya, Agus Supiyanto, setiap hari.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Perampok Satroni Toko Emas di Jantung Kota Jember, Logam Mulia 2 Kg Amblas

Rupanya, kebiasaan ini menjadi celah yang diincar para perampok. Pasalnya, toko yang berpintu besi itu tidak mudah dibobol dengan peralatan biasa, tanpa dibuka dengan kunci oleh pemiliknya. Sehingga, saat korban membuka pintu toko, pelaku yang dilengkapi senjata tajam itu pun melancarkan aksinya.

Andi menceritakan, sesaat setelah keluar toko, saat itu ayahnya dipaksa masuk kembali oleh pelaku. Korban yang sudah berumur 72 tahun itu sebenarnya sempat melawan, tapi justru dipukul hingga terluka di dahi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sebelum menjalankan aksinya, dua pelaku perampokan toko perhiasan yang menggondol emas 2 kilogram di Jember, diduga sudah mengintai kebiasaan korban. Sebab, setiap menjelang Subuh, korban selalu keluar rumah untuk pergi ke Pasar Tanjung.

Toko yang juga menjadi tempat tinggal korban di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember, dengan pasar memang cukup dekat. Hanya beberapa ratus meter saja. Saban pagi, korban rutin berbelanja kebutuhan rumah tangga di pasar induk tersebut.

Andi, anak korban, mengaku tak menyangka aktivitas rutin sang ayah sudah dipantau oleh pelaku. Sebab, kasus perampokan itu terjadi saat jam pergi ke pasar yang rutin dilakukan bapaknya, Agus Supiyanto, setiap hari.

BACA JUGA: Perampok Satroni Toko Emas di Jantung Kota Jember, Logam Mulia 2 Kg Amblas

Rupanya, kebiasaan ini menjadi celah yang diincar para perampok. Pasalnya, toko yang berpintu besi itu tidak mudah dibobol dengan peralatan biasa, tanpa dibuka dengan kunci oleh pemiliknya. Sehingga, saat korban membuka pintu toko, pelaku yang dilengkapi senjata tajam itu pun melancarkan aksinya.

Andi menceritakan, sesaat setelah keluar toko, saat itu ayahnya dipaksa masuk kembali oleh pelaku. Korban yang sudah berumur 72 tahun itu sebenarnya sempat melawan, tapi justru dipukul hingga terluka di dahi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Sebelum menjalankan aksinya, dua pelaku perampokan toko perhiasan yang menggondol emas 2 kilogram di Jember, diduga sudah mengintai kebiasaan korban. Sebab, setiap menjelang Subuh, korban selalu keluar rumah untuk pergi ke Pasar Tanjung.

Toko yang juga menjadi tempat tinggal korban di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember, dengan pasar memang cukup dekat. Hanya beberapa ratus meter saja. Saban pagi, korban rutin berbelanja kebutuhan rumah tangga di pasar induk tersebut.

Andi, anak korban, mengaku tak menyangka aktivitas rutin sang ayah sudah dipantau oleh pelaku. Sebab, kasus perampokan itu terjadi saat jam pergi ke pasar yang rutin dilakukan bapaknya, Agus Supiyanto, setiap hari.

BACA JUGA: Perampok Satroni Toko Emas di Jantung Kota Jember, Logam Mulia 2 Kg Amblas

Rupanya, kebiasaan ini menjadi celah yang diincar para perampok. Pasalnya, toko yang berpintu besi itu tidak mudah dibobol dengan peralatan biasa, tanpa dibuka dengan kunci oleh pemiliknya. Sehingga, saat korban membuka pintu toko, pelaku yang dilengkapi senjata tajam itu pun melancarkan aksinya.

Andi menceritakan, sesaat setelah keluar toko, saat itu ayahnya dipaksa masuk kembali oleh pelaku. Korban yang sudah berumur 72 tahun itu sebenarnya sempat melawan, tapi justru dipukul hingga terluka di dahi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/