Dua Lutung Diserahkan ke BKSDA

WAWAN DWI/RADAR JEMBER SIAP DILEPAS: Dua lutung Jawa dewasa penyerahan dari masyarakat, diamankan di BKSDA. Kelucuan hewan primata inilah yang membuat masyarakat ingin memelihara.

RADARJEMBER.ID – Mico dan Mici itu begitu lucu dan mengemaskan. Tapi dua lutung jawa betina yang sudah dewasa itu terlihat murung dan sedih. Ya, hewan primata dilindungi tersebut telah diamankan dan dikandangkan oleh bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Jatim di Jember.

IKLAN

Kesedihan Mico dan Mici ini bukan karena dikandangkan saja, ataupun berpisah pemiliknya yang telah merawatnya sejak bayi. Tapi bisa jadi karena terpisah dengan orang yang sejak kecil memeliharanya.

Kabid KSDA Wil III Jatim di Jember Setyo Utomo mengatakan, masyarakat memilih memelihara lutung Jawa untuk dipelihara. Selain ketidaktahuan, hewan itu masuk jenis hewan yang dilindungi. ”Hewan dengan nama latin Trachypithecus auratus tersebut itu lucu dan mengemaskan,” katanya.

Sisi lain, kegemasan lutung Jawa tersebut ada perilaku yang membuat masyarakat harus waspada. Yakni, hewan primata yang satu ini bisa menunjukan perilaku suka atau cinta pada manusia. “Bisa suka dan cemburu kepada manusia,” katanya.

Namun, lutung tidak menunjukan sikap agresif seperti kera ekor panjang atau kera liar yang sering dijumpai tersebut. Dia mencontohkan pernah mengamankan lutung dewasa jantan. Sebelum petugasnya mengamankan terlebih dahulu mengobrol dengan pemiliknya yang tak lain adalah perempuan.

Lantas, kata dia, saat diamankan petugas KSDA itu digigit hingga berdarah. Padahal sebelumnya sikap lutung tersebut itu lembut, hal itu bisa terjadi karena cemburu. “Lutung memang tidak seagresif kera liar. Kera liar jantan dewasa jika melihat manusia perempuan saja bisa berahi,” imbuhnya.

Sementara untuk Mico dan Mici, adalah lutung jawa betina dewasa yang usianya sekitar 4-5 tahun. Keberadaannya di KSDA Jember karena masyarakat dari Dusun Krajan, Desa Kemuningan, Kecamatan Jenggawah menyerahkannya. “Masyarakat menghubungi kami dan ingin menyerahkan. Kemudian kami mendatangi,” ujarnya.

Selanjutnya, lutung tersebut diserahkan ke Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa atau Javan Langur Center di Batu. “Kami hubungi termasuk mengirim surat. Selanjutnya Javan Langur Center akan ke sini,” imbuhnya.

Rehabilitasi tersebut diperlukan untuk mereka beradaptasi hidup lebih mandiri sebelum dilepas ke alam bebas. Sebab, jika langsung dibebaskan di alam liar lutung tersebut tidak bisa hidup survive karena kebiasaan mendapatkan makanan dari majikannya tidak mencari sendiri.

Sebelumnya, KSDA Jember juga pernah mengamankan lutung Jawa. Namun, kali itu segera dikirim karena usianya masih kecil. Sedangkan Mico dan Mici sudah dewasa untuk bertahan hidupnya lebih kuat. “Sebelum hewan tersebut diamankan. Kami terlebih dahulu menanyakan makanan apa yang biasanya diberikan majikannya,” terangnya.

Menurut Setyo, pemiliknya mengaku mendapatkan Mico dan Mici sejak bayi dari orang. Dia menjelaskan Jember memang menjadi habitat hewan dilindungi Apendik II ini.

Reporter & Fotografer: Dwi Siswanto
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Yerri A Aji

Reporter :

Fotografer :

Editor :