alexametrics
23.2 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Mantan Bos Bank di Jember Resmi Jadi Tersangka dari Kasus Kredit Fiktif

Dapat Fee dari Kredit Fiktif Senilai Rp 4,7 M

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, Radar Jember – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menahan tiga orang yang terlibat dalam kasus kredit fiktif. Itu terjadi pada 2015 silam dan merugikan keuangan negara senilai Rp 4,7 miliar. Satu tersangka adalah eks bos bank pelat merah cabang Jember. Sedangkan dua tersangka lagi adalah rekanan yang melakukan persekongkolan jahat.

BACA JUGA : Obor Porprov Jatim VII 2022 Pancaran Semangat Abadi Atlet

Bos yang ditahan berinisial MIN, 58. Dia merupakan pimpinan bank pelat merah periode 2015-2019. Selanjutnya MY, 53, Direktur CV Mutiara Indah Jember, dan NS, 59, Komanditer CV Mutiara Indah Jember, yang juga ditahan oleh Kejati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, Rabu siang (22/6), Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Jatim Fathur Rohman mengatakan, dalam memuluskan niatnya, dua tersangka dari pihak swasta itu, MY dan NS, bekerja sama dengan MIN. Pada mulanya, kasus itu diajukan kredit kepada bank pelat merah tersebut senilai Rp 2,2 miliar dengan jaminan proyek fiktif.

Masih di tahun yang sama, selanjutnya ada pengajuan penambahan kredit modal kerja dengan modus serupa dan disetujui sebesar Rp 2,5 miliar. “Semula Rp 2,2 miliar, seluruhnya menjadi Rp 4,7 miliar,” kata Fathur.

Sampai dengan jangka waktu pinjaman berakhir atau jatuh tempo, CV Mutiara Indah tidak pernah mengangsur ataupun membayar untuk melunasi pinjaman sejumlah Rp 4,7 miliar tersebut, berikut bunga pinjamannya. “Sampai saat proses penyidikan ini dilakukan, (kredit itu, Red) dinyatakan macet,” imbuh Fathur.

- Advertisement -

SURABAYA, Radar Jember – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menahan tiga orang yang terlibat dalam kasus kredit fiktif. Itu terjadi pada 2015 silam dan merugikan keuangan negara senilai Rp 4,7 miliar. Satu tersangka adalah eks bos bank pelat merah cabang Jember. Sedangkan dua tersangka lagi adalah rekanan yang melakukan persekongkolan jahat.

BACA JUGA : Obor Porprov Jatim VII 2022 Pancaran Semangat Abadi Atlet

Bos yang ditahan berinisial MIN, 58. Dia merupakan pimpinan bank pelat merah periode 2015-2019. Selanjutnya MY, 53, Direktur CV Mutiara Indah Jember, dan NS, 59, Komanditer CV Mutiara Indah Jember, yang juga ditahan oleh Kejati.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, Rabu siang (22/6), Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Jatim Fathur Rohman mengatakan, dalam memuluskan niatnya, dua tersangka dari pihak swasta itu, MY dan NS, bekerja sama dengan MIN. Pada mulanya, kasus itu diajukan kredit kepada bank pelat merah tersebut senilai Rp 2,2 miliar dengan jaminan proyek fiktif.

Masih di tahun yang sama, selanjutnya ada pengajuan penambahan kredit modal kerja dengan modus serupa dan disetujui sebesar Rp 2,5 miliar. “Semula Rp 2,2 miliar, seluruhnya menjadi Rp 4,7 miliar,” kata Fathur.

Sampai dengan jangka waktu pinjaman berakhir atau jatuh tempo, CV Mutiara Indah tidak pernah mengangsur ataupun membayar untuk melunasi pinjaman sejumlah Rp 4,7 miliar tersebut, berikut bunga pinjamannya. “Sampai saat proses penyidikan ini dilakukan, (kredit itu, Red) dinyatakan macet,” imbuh Fathur.

SURABAYA, Radar Jember – Penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menahan tiga orang yang terlibat dalam kasus kredit fiktif. Itu terjadi pada 2015 silam dan merugikan keuangan negara senilai Rp 4,7 miliar. Satu tersangka adalah eks bos bank pelat merah cabang Jember. Sedangkan dua tersangka lagi adalah rekanan yang melakukan persekongkolan jahat.

BACA JUGA : Obor Porprov Jatim VII 2022 Pancaran Semangat Abadi Atlet

Bos yang ditahan berinisial MIN, 58. Dia merupakan pimpinan bank pelat merah periode 2015-2019. Selanjutnya MY, 53, Direktur CV Mutiara Indah Jember, dan NS, 59, Komanditer CV Mutiara Indah Jember, yang juga ditahan oleh Kejati.

Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember, Rabu siang (22/6), Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Jatim Fathur Rohman mengatakan, dalam memuluskan niatnya, dua tersangka dari pihak swasta itu, MY dan NS, bekerja sama dengan MIN. Pada mulanya, kasus itu diajukan kredit kepada bank pelat merah tersebut senilai Rp 2,2 miliar dengan jaminan proyek fiktif.

Masih di tahun yang sama, selanjutnya ada pengajuan penambahan kredit modal kerja dengan modus serupa dan disetujui sebesar Rp 2,5 miliar. “Semula Rp 2,2 miliar, seluruhnya menjadi Rp 4,7 miliar,” kata Fathur.

Sampai dengan jangka waktu pinjaman berakhir atau jatuh tempo, CV Mutiara Indah tidak pernah mengangsur ataupun membayar untuk melunasi pinjaman sejumlah Rp 4,7 miliar tersebut, berikut bunga pinjamannya. “Sampai saat proses penyidikan ini dilakukan, (kredit itu, Red) dinyatakan macet,” imbuh Fathur.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/