alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Kasus Salah Tangkap di Pasar Hewan, Korban Berlapang Dada dan Tak Menuntut

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua warga Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, yang menjadi korban salah tangkap di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tempurejo, Selasa (22/3) lalu, tidak akan menuntut siapa pun warga yang main hakim sendiri. Lukman Sahuri, 39, dan Samsul Arifin, 28, berlapang dada meski telah menjadi bulan-bulanan massa di Pasar Hewan Desa Tempurejo.

Baca Juga : Janggal, Polres Jember Usut Kasus Bayi Meninggal di Dalam Sumur

Sahuri dan Samsul menyampaikan hal itu di hadapan kapolsek, kanit reskrim, Kepala Desa Sruni Muhammad Khoiri serta Kasun Krajan Yudihatono, Desa Tempurejo, di ruang reskrim mapolsek.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sahuri yang didampingi istrinya mengaku tidak akan melakukan tuntutan kepada siapa pun atas kejadian yang menimpa dirinya dan Samsul, temannya. “Saya yang salah, karena menyuruh teman untuk mengambil sepeda, yang tidak tahu tempatnya saat memarkir motor,” kata Lukman yang mengaku sakit di bagian dadanya.

Hal yang sama juga disampaikan Samsul yang tertangkap dan dihakimi massa lebih awal. Bahkan, Samsul yang paling parah saat dimassa. Dalam video yang beredar, dia ditendang, diinjak, dan dibogem dengan tangan kosong. “Saya tidak akan menuntut atas kejadian ini,” katanya.

Kepala Desa Sruni Muhammad Khoiri mengaku prihatin dengan kejadian yang dialami warganya karena warga main hakim sendiri. “Seharusnya, kalau memang ada pelaku pencurian yang tertangkap, sebaiknya diserahkan ke pihak yang berwenang, yakni polisi atau aparat,” katanya. Kejadian ini pun harus menjadi pelajaran bagi warganya maupun orang lain agar lebih berhati-hati.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua warga Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, yang menjadi korban salah tangkap di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tempurejo, Selasa (22/3) lalu, tidak akan menuntut siapa pun warga yang main hakim sendiri. Lukman Sahuri, 39, dan Samsul Arifin, 28, berlapang dada meski telah menjadi bulan-bulanan massa di Pasar Hewan Desa Tempurejo.

Baca Juga : Janggal, Polres Jember Usut Kasus Bayi Meninggal di Dalam Sumur

Sahuri dan Samsul menyampaikan hal itu di hadapan kapolsek, kanit reskrim, Kepala Desa Sruni Muhammad Khoiri serta Kasun Krajan Yudihatono, Desa Tempurejo, di ruang reskrim mapolsek.

Sahuri yang didampingi istrinya mengaku tidak akan melakukan tuntutan kepada siapa pun atas kejadian yang menimpa dirinya dan Samsul, temannya. “Saya yang salah, karena menyuruh teman untuk mengambil sepeda, yang tidak tahu tempatnya saat memarkir motor,” kata Lukman yang mengaku sakit di bagian dadanya.

Hal yang sama juga disampaikan Samsul yang tertangkap dan dihakimi massa lebih awal. Bahkan, Samsul yang paling parah saat dimassa. Dalam video yang beredar, dia ditendang, diinjak, dan dibogem dengan tangan kosong. “Saya tidak akan menuntut atas kejadian ini,” katanya.

Kepala Desa Sruni Muhammad Khoiri mengaku prihatin dengan kejadian yang dialami warganya karena warga main hakim sendiri. “Seharusnya, kalau memang ada pelaku pencurian yang tertangkap, sebaiknya diserahkan ke pihak yang berwenang, yakni polisi atau aparat,” katanya. Kejadian ini pun harus menjadi pelajaran bagi warganya maupun orang lain agar lebih berhati-hati.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dua warga Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, yang menjadi korban salah tangkap di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Tempurejo, Selasa (22/3) lalu, tidak akan menuntut siapa pun warga yang main hakim sendiri. Lukman Sahuri, 39, dan Samsul Arifin, 28, berlapang dada meski telah menjadi bulan-bulanan massa di Pasar Hewan Desa Tempurejo.

Baca Juga : Janggal, Polres Jember Usut Kasus Bayi Meninggal di Dalam Sumur

Sahuri dan Samsul menyampaikan hal itu di hadapan kapolsek, kanit reskrim, Kepala Desa Sruni Muhammad Khoiri serta Kasun Krajan Yudihatono, Desa Tempurejo, di ruang reskrim mapolsek.

Sahuri yang didampingi istrinya mengaku tidak akan melakukan tuntutan kepada siapa pun atas kejadian yang menimpa dirinya dan Samsul, temannya. “Saya yang salah, karena menyuruh teman untuk mengambil sepeda, yang tidak tahu tempatnya saat memarkir motor,” kata Lukman yang mengaku sakit di bagian dadanya.

Hal yang sama juga disampaikan Samsul yang tertangkap dan dihakimi massa lebih awal. Bahkan, Samsul yang paling parah saat dimassa. Dalam video yang beredar, dia ditendang, diinjak, dan dibogem dengan tangan kosong. “Saya tidak akan menuntut atas kejadian ini,” katanya.

Kepala Desa Sruni Muhammad Khoiri mengaku prihatin dengan kejadian yang dialami warganya karena warga main hakim sendiri. “Seharusnya, kalau memang ada pelaku pencurian yang tertangkap, sebaiknya diserahkan ke pihak yang berwenang, yakni polisi atau aparat,” katanya. Kejadian ini pun harus menjadi pelajaran bagi warganya maupun orang lain agar lebih berhati-hati.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/