alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Butuh Kesabaran, Jadi Tempat Edukasi Mulai SD hingga Mahasiswa

Siapa yang tidak tahu bambu. Barang murah itu kadang terbuang begitu saja. Nah, di tangan Andrek harganya bisa terangkat setelah dirangkai menjadi kerajinan. Bagaimana dia membuatnya?

Mobile_AP_Rectangle 1

Pada hari-hari biasa inilah, Andrek kerap didatangi oleh siswa. Mereka datang untuk belajar sebelum mengikuti lomba-lomba kreativitas. “Ada juga yang hanya studi banding. Kemudian, mahasiswa KKN juga sering belajar ke sini,” beber pria yang di depan rumahnya terdapat sebuah musala itu.

Bagi Andrek, datangnya tamu memang cukup menyita waktu. Akan tetapi, dia merasa senang karena dengan begitu ada banyak orang yang mengenalnya. “Dulu saya membuat dan menjualnya sendiri. Sales sampai ke mana-mana. Alhamdulillah berkat banyak kenal orang, saya sudah tidak keliling lagi,” ucapnya.

Andrek berharap, wabah korona yang melanda Jember dan Indonesia bisa segera berakhir. Sebab, dampak korona diakuinya sangat terasa bagi perajin seperti dirinya. “Semoga cepat selesai dan perekonomian pulih lagi,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Pada hari-hari biasa inilah, Andrek kerap didatangi oleh siswa. Mereka datang untuk belajar sebelum mengikuti lomba-lomba kreativitas. “Ada juga yang hanya studi banding. Kemudian, mahasiswa KKN juga sering belajar ke sini,” beber pria yang di depan rumahnya terdapat sebuah musala itu.

Bagi Andrek, datangnya tamu memang cukup menyita waktu. Akan tetapi, dia merasa senang karena dengan begitu ada banyak orang yang mengenalnya. “Dulu saya membuat dan menjualnya sendiri. Sales sampai ke mana-mana. Alhamdulillah berkat banyak kenal orang, saya sudah tidak keliling lagi,” ucapnya.

Andrek berharap, wabah korona yang melanda Jember dan Indonesia bisa segera berakhir. Sebab, dampak korona diakuinya sangat terasa bagi perajin seperti dirinya. “Semoga cepat selesai dan perekonomian pulih lagi,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

Pada hari-hari biasa inilah, Andrek kerap didatangi oleh siswa. Mereka datang untuk belajar sebelum mengikuti lomba-lomba kreativitas. “Ada juga yang hanya studi banding. Kemudian, mahasiswa KKN juga sering belajar ke sini,” beber pria yang di depan rumahnya terdapat sebuah musala itu.

Bagi Andrek, datangnya tamu memang cukup menyita waktu. Akan tetapi, dia merasa senang karena dengan begitu ada banyak orang yang mengenalnya. “Dulu saya membuat dan menjualnya sendiri. Sales sampai ke mana-mana. Alhamdulillah berkat banyak kenal orang, saya sudah tidak keliling lagi,” ucapnya.

Andrek berharap, wabah korona yang melanda Jember dan Indonesia bisa segera berakhir. Sebab, dampak korona diakuinya sangat terasa bagi perajin seperti dirinya. “Semoga cepat selesai dan perekonomian pulih lagi,” pungkasnya.

 

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Nur Hariri
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/