30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Pakai Headset, Pejalan Kaki di Jember Meninggal Terserempet Kereta

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kecelakaan maut yang melibatkan kereta api kembali terjadi di Jember. Jika sebelumnya pemancing asal Kecamatan Bangsalsari, kali ini seorang pejalan kaki asal Kecamatan Ledokombo. Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di pinggir rel kereta api Dusun Sepuran, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Jember.

Kapolsek Silo AKP Tanto menjelaskan, peristiwa kecelakaan ini belum diketahui persis kapan waktu kejadiannya. Apakah malam atau dini hari. Namun, saksi melihat ada pria tergeletak di pinggir rel itu sekitar pukul 06.00 WIB, Rabu (23/11). “Diduga korban terserempet kereta api. Untuk identitas masinis dan kereta apinya masih dalam penyelidikan,” terangnya.

BACA JUGA: Pamit Mancing, Warga Bangsalsari Jember Meninggal Tertabrak Kereta Api

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut Tanto, penemuan jenazah itu kali pertama diketahui oleh Buhari, petani yang rumahnya tak jauh dari lokasi. Kala itu, pria 52 tahun tersebut keluar rumah untuk mencari pakan ternak. Namun, sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), saksi terkejut ketika melihat sesosok tubuh dengan celana jeans dan jaket hitam yang meringkuk tak bergerak. Juga ada luka di kepala korban.

“Saksi kemudian menyampaikan peristiwa ini ke Kepala Desa Sumberjati. Selanjutnya, kepala desa melapor ke Polsek Silo. Kami bersama Satpol PP Kecamatan Silo dan petugas Puskesmas Silo 1 menindaklanjuti laporan itu dengan mendatangi lokasi kejadian,” ujarnya.

Setelah memeriksa, petugas menemukan identitas korban. Dia bernama Moch Syaiful Ansori, 29, seorang petani asal Dusun Jatian RT 008 RW 004, Desa Sumberanget, Kecamatan Ledokombo, Jember. Korban ditengarai terserempet kereta api ketika berjalan di pinggir rel. “Diduga korban tak mendengar saat ada kereta lewat, karena sedang memakai headset,” terang Tanto.

Usai melakukan pemeriksaan luar, petugas membawa jenazah yang sudah kaku tersebut ke Puskesmas Silo 1. Di saat bersamaan, polisi juga menghubungi keluarga korban. “Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan autopsi. Jenazah korban sudah kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, korban berangkat dari rumahnya di Ledokombo dengan berjalan kaki menyusuri rel kereta api. Korban hendak ke rumah neneknya di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Namun, sesampainya di KM 15+01, korban tak mendengar ada kereta api yang melaju dari arah belakang lantaran sedang menggunakan headset. Dia pun terserempet dan meninggal di lokasi. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor   : Mahrus Sholih

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kecelakaan maut yang melibatkan kereta api kembali terjadi di Jember. Jika sebelumnya pemancing asal Kecamatan Bangsalsari, kali ini seorang pejalan kaki asal Kecamatan Ledokombo. Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di pinggir rel kereta api Dusun Sepuran, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Jember.

Kapolsek Silo AKP Tanto menjelaskan, peristiwa kecelakaan ini belum diketahui persis kapan waktu kejadiannya. Apakah malam atau dini hari. Namun, saksi melihat ada pria tergeletak di pinggir rel itu sekitar pukul 06.00 WIB, Rabu (23/11). “Diduga korban terserempet kereta api. Untuk identitas masinis dan kereta apinya masih dalam penyelidikan,” terangnya.

BACA JUGA: Pamit Mancing, Warga Bangsalsari Jember Meninggal Tertabrak Kereta Api

Menurut Tanto, penemuan jenazah itu kali pertama diketahui oleh Buhari, petani yang rumahnya tak jauh dari lokasi. Kala itu, pria 52 tahun tersebut keluar rumah untuk mencari pakan ternak. Namun, sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), saksi terkejut ketika melihat sesosok tubuh dengan celana jeans dan jaket hitam yang meringkuk tak bergerak. Juga ada luka di kepala korban.

“Saksi kemudian menyampaikan peristiwa ini ke Kepala Desa Sumberjati. Selanjutnya, kepala desa melapor ke Polsek Silo. Kami bersama Satpol PP Kecamatan Silo dan petugas Puskesmas Silo 1 menindaklanjuti laporan itu dengan mendatangi lokasi kejadian,” ujarnya.

Setelah memeriksa, petugas menemukan identitas korban. Dia bernama Moch Syaiful Ansori, 29, seorang petani asal Dusun Jatian RT 008 RW 004, Desa Sumberanget, Kecamatan Ledokombo, Jember. Korban ditengarai terserempet kereta api ketika berjalan di pinggir rel. “Diduga korban tak mendengar saat ada kereta lewat, karena sedang memakai headset,” terang Tanto.

Usai melakukan pemeriksaan luar, petugas membawa jenazah yang sudah kaku tersebut ke Puskesmas Silo 1. Di saat bersamaan, polisi juga menghubungi keluarga korban. “Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan autopsi. Jenazah korban sudah kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, korban berangkat dari rumahnya di Ledokombo dengan berjalan kaki menyusuri rel kereta api. Korban hendak ke rumah neneknya di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Namun, sesampainya di KM 15+01, korban tak mendengar ada kereta api yang melaju dari arah belakang lantaran sedang menggunakan headset. Dia pun terserempet dan meninggal di lokasi. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor   : Mahrus Sholih

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Kecelakaan maut yang melibatkan kereta api kembali terjadi di Jember. Jika sebelumnya pemancing asal Kecamatan Bangsalsari, kali ini seorang pejalan kaki asal Kecamatan Ledokombo. Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di pinggir rel kereta api Dusun Sepuran, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Jember.

Kapolsek Silo AKP Tanto menjelaskan, peristiwa kecelakaan ini belum diketahui persis kapan waktu kejadiannya. Apakah malam atau dini hari. Namun, saksi melihat ada pria tergeletak di pinggir rel itu sekitar pukul 06.00 WIB, Rabu (23/11). “Diduga korban terserempet kereta api. Untuk identitas masinis dan kereta apinya masih dalam penyelidikan,” terangnya.

BACA JUGA: Pamit Mancing, Warga Bangsalsari Jember Meninggal Tertabrak Kereta Api

Menurut Tanto, penemuan jenazah itu kali pertama diketahui oleh Buhari, petani yang rumahnya tak jauh dari lokasi. Kala itu, pria 52 tahun tersebut keluar rumah untuk mencari pakan ternak. Namun, sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), saksi terkejut ketika melihat sesosok tubuh dengan celana jeans dan jaket hitam yang meringkuk tak bergerak. Juga ada luka di kepala korban.

“Saksi kemudian menyampaikan peristiwa ini ke Kepala Desa Sumberjati. Selanjutnya, kepala desa melapor ke Polsek Silo. Kami bersama Satpol PP Kecamatan Silo dan petugas Puskesmas Silo 1 menindaklanjuti laporan itu dengan mendatangi lokasi kejadian,” ujarnya.

Setelah memeriksa, petugas menemukan identitas korban. Dia bernama Moch Syaiful Ansori, 29, seorang petani asal Dusun Jatian RT 008 RW 004, Desa Sumberanget, Kecamatan Ledokombo, Jember. Korban ditengarai terserempet kereta api ketika berjalan di pinggir rel. “Diduga korban tak mendengar saat ada kereta lewat, karena sedang memakai headset,” terang Tanto.

Usai melakukan pemeriksaan luar, petugas membawa jenazah yang sudah kaku tersebut ke Puskesmas Silo 1. Di saat bersamaan, polisi juga menghubungi keluarga korban. “Pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan autopsi. Jenazah korban sudah kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Jember, korban berangkat dari rumahnya di Ledokombo dengan berjalan kaki menyusuri rel kereta api. Korban hendak ke rumah neneknya di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Namun, sesampainya di KM 15+01, korban tak mendengar ada kereta api yang melaju dari arah belakang lantaran sedang menggunakan headset. Dia pun terserempet dan meninggal di lokasi. (*)

Reporter: Jumai

Foto      : Jumai

Editor   : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/