alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Polisi Tak Sengaja Tangkap Bos Okerbaya

Awalnya Langgar Lalin, Akhirnya Masuk Bui

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Abdurohim tak menyangka, motor protolan yang dia kendarai menjadi awal malapetaka. Karena motor tak standar itu, polisi menghentikan pemuda 22 tahun ini ketika berkendara di jalan raya Kecamatan Silo. Saat itulah, warga asal Dusun Leduk, RT 001 RW 001 Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, tersebut panik. Lantas, dia membuang bungkusan kecil yang berada di dalam klip plastik.

Polisi yang curiga kemudian memeriksanya. Ternyata, benda yang dibuang adalah obat keras berbahaya (okerbaya). Akhirnya, meski semula Abdurohim dihadang karena melanggar lalu lintas (lalin), tapi belakangan dia ditangkap bukan karena pelanggaran itu. Namun, disebabkan okerbaya. Kini, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

Kanit Lantas Polsek Sempolan di Kecamatan Silo Aiptu Yudi Triyanto menjelaskan, saat dihentikan, Abdurohim mengendarai Yamaha Vixion protolan. Pelaku tak bisa berkutik ketika polisi membawanya ke polsek setempat untuk menjalani pemeriksaan. “Ternyata benar, setelah interogasi, ada okerbaya juga yang masih ada di rumahnya,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Polisi pun akhirnya mendatangi rumah pelaku. Setelah melakukan penggeledahan, aparat menemukan okerbaya siap edar dengan total enam kantong plastik. “Jumlah okerbaya yang diamankan ada 700 butir. Selain mengamankan obat, kami juga menyita motornya sebagai barang bukti,” ujar Yudi.

Sementara itu, Kapolsek Silo AKP Suhartanto membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, polisi menangkap pelaku setelah melihat ada barang mencurigakan yang dibuang depan bengkel motor di kawasan SPBU Sempolan, Kecamatan Silo. Saat itu, petugas menemukan 100 butir okerbaya. “Selain mengedarkan okerbaya ke kalangan anak muda, tersangka juga menjualnya ke kalangan pelajar yang masih duduk di bangku SMA di wilayah Silo,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Abdurohim tak menyangka, motor protolan yang dia kendarai menjadi awal malapetaka. Karena motor tak standar itu, polisi menghentikan pemuda 22 tahun ini ketika berkendara di jalan raya Kecamatan Silo. Saat itulah, warga asal Dusun Leduk, RT 001 RW 001 Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, tersebut panik. Lantas, dia membuang bungkusan kecil yang berada di dalam klip plastik.

Polisi yang curiga kemudian memeriksanya. Ternyata, benda yang dibuang adalah obat keras berbahaya (okerbaya). Akhirnya, meski semula Abdurohim dihadang karena melanggar lalu lintas (lalin), tapi belakangan dia ditangkap bukan karena pelanggaran itu. Namun, disebabkan okerbaya. Kini, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

Kanit Lantas Polsek Sempolan di Kecamatan Silo Aiptu Yudi Triyanto menjelaskan, saat dihentikan, Abdurohim mengendarai Yamaha Vixion protolan. Pelaku tak bisa berkutik ketika polisi membawanya ke polsek setempat untuk menjalani pemeriksaan. “Ternyata benar, setelah interogasi, ada okerbaya juga yang masih ada di rumahnya,” terangnya.

Polisi pun akhirnya mendatangi rumah pelaku. Setelah melakukan penggeledahan, aparat menemukan okerbaya siap edar dengan total enam kantong plastik. “Jumlah okerbaya yang diamankan ada 700 butir. Selain mengamankan obat, kami juga menyita motornya sebagai barang bukti,” ujar Yudi.

Sementara itu, Kapolsek Silo AKP Suhartanto membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, polisi menangkap pelaku setelah melihat ada barang mencurigakan yang dibuang depan bengkel motor di kawasan SPBU Sempolan, Kecamatan Silo. Saat itu, petugas menemukan 100 butir okerbaya. “Selain mengedarkan okerbaya ke kalangan anak muda, tersangka juga menjualnya ke kalangan pelajar yang masih duduk di bangku SMA di wilayah Silo,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Abdurohim tak menyangka, motor protolan yang dia kendarai menjadi awal malapetaka. Karena motor tak standar itu, polisi menghentikan pemuda 22 tahun ini ketika berkendara di jalan raya Kecamatan Silo. Saat itulah, warga asal Dusun Leduk, RT 001 RW 001 Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, tersebut panik. Lantas, dia membuang bungkusan kecil yang berada di dalam klip plastik.

Polisi yang curiga kemudian memeriksanya. Ternyata, benda yang dibuang adalah obat keras berbahaya (okerbaya). Akhirnya, meski semula Abdurohim dihadang karena melanggar lalu lintas (lalin), tapi belakangan dia ditangkap bukan karena pelanggaran itu. Namun, disebabkan okerbaya. Kini, dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

Kanit Lantas Polsek Sempolan di Kecamatan Silo Aiptu Yudi Triyanto menjelaskan, saat dihentikan, Abdurohim mengendarai Yamaha Vixion protolan. Pelaku tak bisa berkutik ketika polisi membawanya ke polsek setempat untuk menjalani pemeriksaan. “Ternyata benar, setelah interogasi, ada okerbaya juga yang masih ada di rumahnya,” terangnya.

Polisi pun akhirnya mendatangi rumah pelaku. Setelah melakukan penggeledahan, aparat menemukan okerbaya siap edar dengan total enam kantong plastik. “Jumlah okerbaya yang diamankan ada 700 butir. Selain mengamankan obat, kami juga menyita motornya sebagai barang bukti,” ujar Yudi.

Sementara itu, Kapolsek Silo AKP Suhartanto membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Menurutnya, polisi menangkap pelaku setelah melihat ada barang mencurigakan yang dibuang depan bengkel motor di kawasan SPBU Sempolan, Kecamatan Silo. Saat itu, petugas menemukan 100 butir okerbaya. “Selain mengedarkan okerbaya ke kalangan anak muda, tersangka juga menjualnya ke kalangan pelajar yang masih duduk di bangku SMA di wilayah Silo,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/