alexametrics
23.4 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Gagas Gerakan Sosial Pemuda, Bangun Rumah dengan Uang Seribu Rupiah

Bagi sebagian orang, uang seribu rupiah bisa jadi tidak ada artinya. Namun, jika uang itu dikumpulkan kemudian disumbangkan, tentu sangat bermanfaat. Inilah yang dilakukan oleh Serma Iwan Abillah. Dia membikin gerakan sosial yang diberi nama Serbu Sarang Sabu. Apa itu?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak ada yang mengira, hanya bermodal seribu rupiah, orang bisa membangun rumah. Namun, hal mustahil inilah yang diwujudkan oleh Serma Iwan Abdillah, anggota TNI yang berdinas di Koramil Patrang. Melalui gerakan Serbu Sarang Sabu alias Seribu Rupiah Setiap Orang Satu Bulan, mimpi membangun hunian layak bagi fakir miskin bisa diwujudkan.

Membuat gerakan sosial tersebut, kata Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Patrang ini, berawal dari penerapan konsep bela negara yang pernah dirinya lakukan sebelumnya. Selain itu, juga melihat realitas masyarakat di daerah Patrang. Meski masuk wilayah kota, tapi kelurahan dengan luas sekitar 400 kilometer persegi itu masih banyak masyarakatnya yang miskin. “Banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan atau memiliki rumah tidak layak huni,” kata Iwan.

Pertemuan antara konsep bela negara dengan kondisi masyarakat inilah yang memantiknya agar mengimplementasikan apa yang pernah dia lakukan dalam membela negara. Sebab, sebelum bertugas di Babinsa Patrang, dirinya pernah berdinas di Kodim 0824 Jember dan sempat menjadi pelatih bela negara. “Dulu ada ide dari Pak Widi (sekarang Plt Kepala Dinas Sosial, Red) tentang gerakan uang receh di sekolah. Saya adopsi saat bertugas di Patrang,” akunya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gerakan itu dibentuk pada 19 Desember 2019 lalu. Bertepatan dengan Hari Bela Negara ke-71. Kala itu, tema yang dipilih adalah bela negara untuk kemakmuran rakyat. Ternyata program yang dia gagas itu mendapatkan respons positif dari masyarakat. Baik di lingkungan RT/RW maupun di sekolah. Bahkan, di lingkungan sekolah program ini mendapatkan perhatian khusus oleh dari sekolah. Lantaran dinilai dapat meningkatkan kepekaan sosial generasi muda. “Program ini juga bertujuan menjaga dan melestarikan sikap gotong royong di dalam masyarakat,” ucapnya.

Untuk meyakinkan agar gerakan seribu sebulan tersebut benar-benar nyata dan dapat membantu sesama, setiap sekolah ada dua perwakilan yang dijadikan koordinator. Mereka bisa ikut terjun langsung dalam membantu warga miskin. Sekolah menjadi kunci kesuksesan Serbu Sarang Sabu tersebut karena diawali dengan sosialisasi bela negara.

Gerakan itu semakin masif di tingkat RT. Setiap RT juga ada koordinatornya untuk mengumpulkan uang receh dari warganya sebesar seribu rupiah setiap bulan. Dia mengaku, bila dihitung-hitung, uang seribu rupiah itu sangat kecil. Juga tidak mungkin bisa digunakan merenovasi atau membangun rumah. “Tapi, dengan bersama-sama, uang kecil itu bisa untuk bangun rumah. Dari awal berdiri sampai sekarang bisa renovasi sebanyak tiga unit rumah di wilayah Patrang,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak ada yang mengira, hanya bermodal seribu rupiah, orang bisa membangun rumah. Namun, hal mustahil inilah yang diwujudkan oleh Serma Iwan Abdillah, anggota TNI yang berdinas di Koramil Patrang. Melalui gerakan Serbu Sarang Sabu alias Seribu Rupiah Setiap Orang Satu Bulan, mimpi membangun hunian layak bagi fakir miskin bisa diwujudkan.

Membuat gerakan sosial tersebut, kata Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Patrang ini, berawal dari penerapan konsep bela negara yang pernah dirinya lakukan sebelumnya. Selain itu, juga melihat realitas masyarakat di daerah Patrang. Meski masuk wilayah kota, tapi kelurahan dengan luas sekitar 400 kilometer persegi itu masih banyak masyarakatnya yang miskin. “Banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan atau memiliki rumah tidak layak huni,” kata Iwan.

Pertemuan antara konsep bela negara dengan kondisi masyarakat inilah yang memantiknya agar mengimplementasikan apa yang pernah dia lakukan dalam membela negara. Sebab, sebelum bertugas di Babinsa Patrang, dirinya pernah berdinas di Kodim 0824 Jember dan sempat menjadi pelatih bela negara. “Dulu ada ide dari Pak Widi (sekarang Plt Kepala Dinas Sosial, Red) tentang gerakan uang receh di sekolah. Saya adopsi saat bertugas di Patrang,” akunya.

Gerakan itu dibentuk pada 19 Desember 2019 lalu. Bertepatan dengan Hari Bela Negara ke-71. Kala itu, tema yang dipilih adalah bela negara untuk kemakmuran rakyat. Ternyata program yang dia gagas itu mendapatkan respons positif dari masyarakat. Baik di lingkungan RT/RW maupun di sekolah. Bahkan, di lingkungan sekolah program ini mendapatkan perhatian khusus oleh dari sekolah. Lantaran dinilai dapat meningkatkan kepekaan sosial generasi muda. “Program ini juga bertujuan menjaga dan melestarikan sikap gotong royong di dalam masyarakat,” ucapnya.

Untuk meyakinkan agar gerakan seribu sebulan tersebut benar-benar nyata dan dapat membantu sesama, setiap sekolah ada dua perwakilan yang dijadikan koordinator. Mereka bisa ikut terjun langsung dalam membantu warga miskin. Sekolah menjadi kunci kesuksesan Serbu Sarang Sabu tersebut karena diawali dengan sosialisasi bela negara.

Gerakan itu semakin masif di tingkat RT. Setiap RT juga ada koordinatornya untuk mengumpulkan uang receh dari warganya sebesar seribu rupiah setiap bulan. Dia mengaku, bila dihitung-hitung, uang seribu rupiah itu sangat kecil. Juga tidak mungkin bisa digunakan merenovasi atau membangun rumah. “Tapi, dengan bersama-sama, uang kecil itu bisa untuk bangun rumah. Dari awal berdiri sampai sekarang bisa renovasi sebanyak tiga unit rumah di wilayah Patrang,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tak ada yang mengira, hanya bermodal seribu rupiah, orang bisa membangun rumah. Namun, hal mustahil inilah yang diwujudkan oleh Serma Iwan Abdillah, anggota TNI yang berdinas di Koramil Patrang. Melalui gerakan Serbu Sarang Sabu alias Seribu Rupiah Setiap Orang Satu Bulan, mimpi membangun hunian layak bagi fakir miskin bisa diwujudkan.

Membuat gerakan sosial tersebut, kata Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kelurahan Patrang ini, berawal dari penerapan konsep bela negara yang pernah dirinya lakukan sebelumnya. Selain itu, juga melihat realitas masyarakat di daerah Patrang. Meski masuk wilayah kota, tapi kelurahan dengan luas sekitar 400 kilometer persegi itu masih banyak masyarakatnya yang miskin. “Banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan atau memiliki rumah tidak layak huni,” kata Iwan.

Pertemuan antara konsep bela negara dengan kondisi masyarakat inilah yang memantiknya agar mengimplementasikan apa yang pernah dia lakukan dalam membela negara. Sebab, sebelum bertugas di Babinsa Patrang, dirinya pernah berdinas di Kodim 0824 Jember dan sempat menjadi pelatih bela negara. “Dulu ada ide dari Pak Widi (sekarang Plt Kepala Dinas Sosial, Red) tentang gerakan uang receh di sekolah. Saya adopsi saat bertugas di Patrang,” akunya.

Gerakan itu dibentuk pada 19 Desember 2019 lalu. Bertepatan dengan Hari Bela Negara ke-71. Kala itu, tema yang dipilih adalah bela negara untuk kemakmuran rakyat. Ternyata program yang dia gagas itu mendapatkan respons positif dari masyarakat. Baik di lingkungan RT/RW maupun di sekolah. Bahkan, di lingkungan sekolah program ini mendapatkan perhatian khusus oleh dari sekolah. Lantaran dinilai dapat meningkatkan kepekaan sosial generasi muda. “Program ini juga bertujuan menjaga dan melestarikan sikap gotong royong di dalam masyarakat,” ucapnya.

Untuk meyakinkan agar gerakan seribu sebulan tersebut benar-benar nyata dan dapat membantu sesama, setiap sekolah ada dua perwakilan yang dijadikan koordinator. Mereka bisa ikut terjun langsung dalam membantu warga miskin. Sekolah menjadi kunci kesuksesan Serbu Sarang Sabu tersebut karena diawali dengan sosialisasi bela negara.

Gerakan itu semakin masif di tingkat RT. Setiap RT juga ada koordinatornya untuk mengumpulkan uang receh dari warganya sebesar seribu rupiah setiap bulan. Dia mengaku, bila dihitung-hitung, uang seribu rupiah itu sangat kecil. Juga tidak mungkin bisa digunakan merenovasi atau membangun rumah. “Tapi, dengan bersama-sama, uang kecil itu bisa untuk bangun rumah. Dari awal berdiri sampai sekarang bisa renovasi sebanyak tiga unit rumah di wilayah Patrang,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/