alexametrics
22.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Ancam Akan Datangkan Lebih Banyak Massa

Mobile_AP_Rectangle 1

TALANGSARI, Radar Jember – Warga Kelurahan Talangsari akan mendatangkan massa lebih banyak, jika kebijakan pengalihfungsian lapangan Talangsari menjadi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) tetap dilanjutkan. Tak hanya itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember juga disemprot oleh massa aksi dan mereka mengancam menggembosi partai politik yang diketahui menyetujui kebijakan tersebut.

BACA JUGA: Sejumlah Infrastruktur Rusak Akibat Lalu-lalang Kendaraan Besar

Sejumlah massa aksi, kemarin (22/5), telah melakukan penolakan hibah lapangan Talangsari ke BPN. Sejumlah massa dari masyarakat, santri, dan pemain bola mendesak agar DPRD Jember tidak menyetujui kebijakan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kiai Baiquni Purnomo, tokoh masyarakat Talangsari yang memimpin aksi, mengatakan, lapangan tersebut adalah wadah bermain masyarakat. Tidak sedikit pemain andal lahir dari lapangan Talangsari tersebut. “Ini lapangan aktif, setiap hari banyak anak-anak bermain di sini, jangan sampai dialihfungsikan,” tegasnya.

Pihaknya sangat menyayangkan kebijakan Bupati Jember Hendy Siswanto untuk memberikan hibah tanah aset daerah berupa lapangan sepak bola kepada BPN tersebut. Pasalnya, lapangan tersebut adalah satu satunya yang dimiliki masyarakat menengah ke bawah. Gus Baiqun, panggilan akrab Baiquni Purnomo, menilai kebijakan Bupati Hendy tidak membela kepentingan rakyat. “Lapangan ini dinikmati oleh generasi kami. Kalau dialihkan, anak-anak kami mau main di mana nanti,” beber Gus Baiqun.

- Advertisement -

TALANGSARI, Radar Jember – Warga Kelurahan Talangsari akan mendatangkan massa lebih banyak, jika kebijakan pengalihfungsian lapangan Talangsari menjadi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) tetap dilanjutkan. Tak hanya itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember juga disemprot oleh massa aksi dan mereka mengancam menggembosi partai politik yang diketahui menyetujui kebijakan tersebut.

BACA JUGA: Sejumlah Infrastruktur Rusak Akibat Lalu-lalang Kendaraan Besar

Sejumlah massa aksi, kemarin (22/5), telah melakukan penolakan hibah lapangan Talangsari ke BPN. Sejumlah massa dari masyarakat, santri, dan pemain bola mendesak agar DPRD Jember tidak menyetujui kebijakan tersebut.

Kiai Baiquni Purnomo, tokoh masyarakat Talangsari yang memimpin aksi, mengatakan, lapangan tersebut adalah wadah bermain masyarakat. Tidak sedikit pemain andal lahir dari lapangan Talangsari tersebut. “Ini lapangan aktif, setiap hari banyak anak-anak bermain di sini, jangan sampai dialihfungsikan,” tegasnya.

Pihaknya sangat menyayangkan kebijakan Bupati Jember Hendy Siswanto untuk memberikan hibah tanah aset daerah berupa lapangan sepak bola kepada BPN tersebut. Pasalnya, lapangan tersebut adalah satu satunya yang dimiliki masyarakat menengah ke bawah. Gus Baiqun, panggilan akrab Baiquni Purnomo, menilai kebijakan Bupati Hendy tidak membela kepentingan rakyat. “Lapangan ini dinikmati oleh generasi kami. Kalau dialihkan, anak-anak kami mau main di mana nanti,” beber Gus Baiqun.

TALANGSARI, Radar Jember – Warga Kelurahan Talangsari akan mendatangkan massa lebih banyak, jika kebijakan pengalihfungsian lapangan Talangsari menjadi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) tetap dilanjutkan. Tak hanya itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember juga disemprot oleh massa aksi dan mereka mengancam menggembosi partai politik yang diketahui menyetujui kebijakan tersebut.

BACA JUGA: Sejumlah Infrastruktur Rusak Akibat Lalu-lalang Kendaraan Besar

Sejumlah massa aksi, kemarin (22/5), telah melakukan penolakan hibah lapangan Talangsari ke BPN. Sejumlah massa dari masyarakat, santri, dan pemain bola mendesak agar DPRD Jember tidak menyetujui kebijakan tersebut.

Kiai Baiquni Purnomo, tokoh masyarakat Talangsari yang memimpin aksi, mengatakan, lapangan tersebut adalah wadah bermain masyarakat. Tidak sedikit pemain andal lahir dari lapangan Talangsari tersebut. “Ini lapangan aktif, setiap hari banyak anak-anak bermain di sini, jangan sampai dialihfungsikan,” tegasnya.

Pihaknya sangat menyayangkan kebijakan Bupati Jember Hendy Siswanto untuk memberikan hibah tanah aset daerah berupa lapangan sepak bola kepada BPN tersebut. Pasalnya, lapangan tersebut adalah satu satunya yang dimiliki masyarakat menengah ke bawah. Gus Baiqun, panggilan akrab Baiquni Purnomo, menilai kebijakan Bupati Hendy tidak membela kepentingan rakyat. “Lapangan ini dinikmati oleh generasi kami. Kalau dialihkan, anak-anak kami mau main di mana nanti,” beber Gus Baiqun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/