alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Selama Ramadan, Tak Ada Peningkatan Volume Sampah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas keseharian di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Pakusari berjalan seperti biasa. Kendati saat ini bulan Ramadan dan cuaca cukup terik, truk pengangkut sampah tetap silih berganti memasuki lokasi tersebut. Sampah tersebut diangkut dari depo penampungan sampah sementara. Begitu diturunkan, langsung dipilah-pilah oleh pemulung.

Hari kesepuluh Ramadan, Kamis (22/4), volume sampah tidak mengalami lonjakan dan terbilang masih normal. Sama seperti hari biasa. Jumlah sampah per hari mencapai 150 ton. Untuk mengatasi permalasahan sampah, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kabupaten Jember mengerahkan 36 truk sampah.

“Selain truk milik dinas, ada pula truk umum dari luar yang datang ke TPA Pakusari menurunkan sampah. Truk itu milik perorangan atau perusahaan. Selama Ramadan ini, volume sampah tetap. Kalaupun ada kenaikan itu tidak terlampau besar,” ungkap RM Masbut, pegawai DKLH Kabupaten Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk menghilangkan atau mengurangi polusi udara akibat bau busuk yang bersumber dari tumpukan sampah, pihaknya rutin melakukan penyemprotan satu minggu dua kali. Bahkan kawasan permukiman padat penduduk di sekitaran TPA Pakusari, juga ikut disemprot. Selain mengurangi bau juga untuk membasmi lalat.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas keseharian di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Pakusari berjalan seperti biasa. Kendati saat ini bulan Ramadan dan cuaca cukup terik, truk pengangkut sampah tetap silih berganti memasuki lokasi tersebut. Sampah tersebut diangkut dari depo penampungan sampah sementara. Begitu diturunkan, langsung dipilah-pilah oleh pemulung.

Hari kesepuluh Ramadan, Kamis (22/4), volume sampah tidak mengalami lonjakan dan terbilang masih normal. Sama seperti hari biasa. Jumlah sampah per hari mencapai 150 ton. Untuk mengatasi permalasahan sampah, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kabupaten Jember mengerahkan 36 truk sampah.

“Selain truk milik dinas, ada pula truk umum dari luar yang datang ke TPA Pakusari menurunkan sampah. Truk itu milik perorangan atau perusahaan. Selama Ramadan ini, volume sampah tetap. Kalaupun ada kenaikan itu tidak terlampau besar,” ungkap RM Masbut, pegawai DKLH Kabupaten Jember.

Untuk menghilangkan atau mengurangi polusi udara akibat bau busuk yang bersumber dari tumpukan sampah, pihaknya rutin melakukan penyemprotan satu minggu dua kali. Bahkan kawasan permukiman padat penduduk di sekitaran TPA Pakusari, juga ikut disemprot. Selain mengurangi bau juga untuk membasmi lalat.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Aktivitas keseharian di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Pakusari berjalan seperti biasa. Kendati saat ini bulan Ramadan dan cuaca cukup terik, truk pengangkut sampah tetap silih berganti memasuki lokasi tersebut. Sampah tersebut diangkut dari depo penampungan sampah sementara. Begitu diturunkan, langsung dipilah-pilah oleh pemulung.

Hari kesepuluh Ramadan, Kamis (22/4), volume sampah tidak mengalami lonjakan dan terbilang masih normal. Sama seperti hari biasa. Jumlah sampah per hari mencapai 150 ton. Untuk mengatasi permalasahan sampah, Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Kabupaten Jember mengerahkan 36 truk sampah.

“Selain truk milik dinas, ada pula truk umum dari luar yang datang ke TPA Pakusari menurunkan sampah. Truk itu milik perorangan atau perusahaan. Selama Ramadan ini, volume sampah tetap. Kalaupun ada kenaikan itu tidak terlampau besar,” ungkap RM Masbut, pegawai DKLH Kabupaten Jember.

Untuk menghilangkan atau mengurangi polusi udara akibat bau busuk yang bersumber dari tumpukan sampah, pihaknya rutin melakukan penyemprotan satu minggu dua kali. Bahkan kawasan permukiman padat penduduk di sekitaran TPA Pakusari, juga ikut disemprot. Selain mengurangi bau juga untuk membasmi lalat.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/