alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Santri Asal Bali, Ditemukan Meninggal di Sungai Mayang Ambulu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar duka menyelimuti pesantren Nurussalam Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu. Salah satu santrinya harus meregang nyawa karena tenggelam di Sungai Mayang Ambulu pada Minggu, (21/3/2021).

Korban yang diketahui bernama Nengah Agus Kurniawan, 14, siswa SMP kelas IX (Sembilan) sekaligus Santri di Pesantren Nurussalam itu tenggelam saat memancing bersama dua rekannya, Arifin, 16, dan Hafiz, 18. Saat itu korban yang diketahui kurang pandai berenang, terseret derasnya arus sungai hingga menyebabkan tenggelam.

Koordinator Pos Basarnas Jember Prahista Dian menjelaskan, ketiga santri itu awalnya hendak memancing di seberang sungai, Minggu siang (21/3/2021). Ketiganya sempat menyebrangi sungai. “Dua teman korban selamat, namun korban kurang pandai berenang, terbawa arus dan tenggelam,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Usai kejadian itu, upaya pencarian korban sempat dilakukan oleh tim dan petugas gabungan. Namun derasnya arus sungai cukup menyulitkan petugas menemukan korban.

Hingga pada Selasa pagi (23/3/2021), kata Dian, sejumlah warga mendapati korban di salah satu sisi sungai Mayang dengan posisi tersangkut ranting. Petugas pun seketika menindaklanjuti dan mengevakuasi korban. “Korban ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi tenggelam,” bebernya.

Saat ditemukan, kondisi fisik korban masih bagus, hanya kulitnya yang tampak sedikit keputihan karena terlalu lama di air. Usai proses evakuasi itu, petugas dan tim gabungan membawa korban ke Pesantren Nurussalam Sumberejo untuk dimandikan, dikafani, dan disalati.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar duka menyelimuti pesantren Nurussalam Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu. Salah satu santrinya harus meregang nyawa karena tenggelam di Sungai Mayang Ambulu pada Minggu, (21/3/2021).

Korban yang diketahui bernama Nengah Agus Kurniawan, 14, siswa SMP kelas IX (Sembilan) sekaligus Santri di Pesantren Nurussalam itu tenggelam saat memancing bersama dua rekannya, Arifin, 16, dan Hafiz, 18. Saat itu korban yang diketahui kurang pandai berenang, terseret derasnya arus sungai hingga menyebabkan tenggelam.

Koordinator Pos Basarnas Jember Prahista Dian menjelaskan, ketiga santri itu awalnya hendak memancing di seberang sungai, Minggu siang (21/3/2021). Ketiganya sempat menyebrangi sungai. “Dua teman korban selamat, namun korban kurang pandai berenang, terbawa arus dan tenggelam,” terangnya.

Usai kejadian itu, upaya pencarian korban sempat dilakukan oleh tim dan petugas gabungan. Namun derasnya arus sungai cukup menyulitkan petugas menemukan korban.

Hingga pada Selasa pagi (23/3/2021), kata Dian, sejumlah warga mendapati korban di salah satu sisi sungai Mayang dengan posisi tersangkut ranting. Petugas pun seketika menindaklanjuti dan mengevakuasi korban. “Korban ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi tenggelam,” bebernya.

Saat ditemukan, kondisi fisik korban masih bagus, hanya kulitnya yang tampak sedikit keputihan karena terlalu lama di air. Usai proses evakuasi itu, petugas dan tim gabungan membawa korban ke Pesantren Nurussalam Sumberejo untuk dimandikan, dikafani, dan disalati.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kabar duka menyelimuti pesantren Nurussalam Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu. Salah satu santrinya harus meregang nyawa karena tenggelam di Sungai Mayang Ambulu pada Minggu, (21/3/2021).

Korban yang diketahui bernama Nengah Agus Kurniawan, 14, siswa SMP kelas IX (Sembilan) sekaligus Santri di Pesantren Nurussalam itu tenggelam saat memancing bersama dua rekannya, Arifin, 16, dan Hafiz, 18. Saat itu korban yang diketahui kurang pandai berenang, terseret derasnya arus sungai hingga menyebabkan tenggelam.

Koordinator Pos Basarnas Jember Prahista Dian menjelaskan, ketiga santri itu awalnya hendak memancing di seberang sungai, Minggu siang (21/3/2021). Ketiganya sempat menyebrangi sungai. “Dua teman korban selamat, namun korban kurang pandai berenang, terbawa arus dan tenggelam,” terangnya.

Usai kejadian itu, upaya pencarian korban sempat dilakukan oleh tim dan petugas gabungan. Namun derasnya arus sungai cukup menyulitkan petugas menemukan korban.

Hingga pada Selasa pagi (23/3/2021), kata Dian, sejumlah warga mendapati korban di salah satu sisi sungai Mayang dengan posisi tersangkut ranting. Petugas pun seketika menindaklanjuti dan mengevakuasi korban. “Korban ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi tenggelam,” bebernya.

Saat ditemukan, kondisi fisik korban masih bagus, hanya kulitnya yang tampak sedikit keputihan karena terlalu lama di air. Usai proses evakuasi itu, petugas dan tim gabungan membawa korban ke Pesantren Nurussalam Sumberejo untuk dimandikan, dikafani, dan disalati.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/