alexametrics
25.2C
Jember
Tuesday, 9 March 2021
Desktop_AP_Top Banner

Jalan dan Rumah Warga di Balung Mulai Ambles

Mobile_AP_Top Banner
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pasca meluapnya air Sungai Bedadung akhir Januari lalu, rupanya merembet pada salah satu ruas jalan dan permukiman warga. Tepatnya di jalan penghubung dua desa, Balung Lor dan Balung Kulon di Kecamatan Balung. Di lokasi itu, kondisinya tampak terdapat keretakan dan ambles.

Tak hanya menyasar ruas jalan, kenaikan volume Sungai Bedadung juga membuat tiga rumah yang persis di pinggir sungai ikut terkena imbasnya.

Tak mau ambil risiko, warga setempat terpaksa menutup akses jalan bagi kendaraan roda empat yang melintas di sekitar kawasan itu. “Setelah banjir luapan Bedadung, keesokan harinya jalanan ini mulai retak. Bahkan sampai di rumah saya,” kata Aisyah, warga sekitar yang rumahnya terdampak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beruntung, jalan dan beberapa rumah di lokasi itu masih terdapat pohon bambu sebagai penyangga. “Kalau tidak ada parit-parit ini, pasti amblesnya lebih parah,” imbuh Aisyah.

Kerusakan jalan dan beberapa rumah itu memang tidak seberapa, hanya sekitar tujuh meteran. Namun pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, Selasa (23/2), dari sekitar jalan hingga ke arah selatan, cukup banyak titik yang tergerus derasnya arus Sungai Bedadung.

Warga berharap, kerusakan itu tidak lagi merembet lebih besar dan lebih banyak. “Di sekitar jalanan ini memang ada plengsengan, tapi tidak semua. Inginnya semua diplengseng biar aman bagi warga sini dan pengguna jalan,” imbuh Tholib, warga setempat yang sedang melintas.

 

Reporter: Maulana
Fotografer: Maulana
Editor: Mahrus Sholih

- Advertisement -
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pasca meluapnya air Sungai Bedadung akhir Januari lalu, rupanya merembet pada salah satu ruas jalan dan permukiman warga. Tepatnya di jalan penghubung dua desa, Balung Lor dan Balung Kulon di Kecamatan Balung. Di lokasi itu, kondisinya tampak terdapat keretakan dan ambles.

Tak hanya menyasar ruas jalan, kenaikan volume Sungai Bedadung juga membuat tiga rumah yang persis di pinggir sungai ikut terkena imbasnya.

Tak mau ambil risiko, warga setempat terpaksa menutup akses jalan bagi kendaraan roda empat yang melintas di sekitar kawasan itu. “Setelah banjir luapan Bedadung, keesokan harinya jalanan ini mulai retak. Bahkan sampai di rumah saya,” kata Aisyah, warga sekitar yang rumahnya terdampak.

Mobile_AP_Half Page

Beruntung, jalan dan beberapa rumah di lokasi itu masih terdapat pohon bambu sebagai penyangga. “Kalau tidak ada parit-parit ini, pasti amblesnya lebih parah,” imbuh Aisyah.

Kerusakan jalan dan beberapa rumah itu memang tidak seberapa, hanya sekitar tujuh meteran. Namun pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, Selasa (23/2), dari sekitar jalan hingga ke arah selatan, cukup banyak titik yang tergerus derasnya arus Sungai Bedadung.

Warga berharap, kerusakan itu tidak lagi merembet lebih besar dan lebih banyak. “Di sekitar jalanan ini memang ada plengsengan, tapi tidak semua. Inginnya semua diplengseng biar aman bagi warga sini dan pengguna jalan,” imbuh Tholib, warga setempat yang sedang melintas.

 

Reporter: Maulana
Fotografer: Maulana
Editor: Mahrus Sholih

Desktop_AP_Leaderboard 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pasca meluapnya air Sungai Bedadung akhir Januari lalu, rupanya merembet pada salah satu ruas jalan dan permukiman warga. Tepatnya di jalan penghubung dua desa, Balung Lor dan Balung Kulon di Kecamatan Balung. Di lokasi itu, kondisinya tampak terdapat keretakan dan ambles.

Tak hanya menyasar ruas jalan, kenaikan volume Sungai Bedadung juga membuat tiga rumah yang persis di pinggir sungai ikut terkena imbasnya.

Tak mau ambil risiko, warga setempat terpaksa menutup akses jalan bagi kendaraan roda empat yang melintas di sekitar kawasan itu. “Setelah banjir luapan Bedadung, keesokan harinya jalanan ini mulai retak. Bahkan sampai di rumah saya,” kata Aisyah, warga sekitar yang rumahnya terdampak.

Beruntung, jalan dan beberapa rumah di lokasi itu masih terdapat pohon bambu sebagai penyangga. “Kalau tidak ada parit-parit ini, pasti amblesnya lebih parah,” imbuh Aisyah.

Kerusakan jalan dan beberapa rumah itu memang tidak seberapa, hanya sekitar tujuh meteran. Namun pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, Selasa (23/2), dari sekitar jalan hingga ke arah selatan, cukup banyak titik yang tergerus derasnya arus Sungai Bedadung.

Warga berharap, kerusakan itu tidak lagi merembet lebih besar dan lebih banyak. “Di sekitar jalanan ini memang ada plengsengan, tapi tidak semua. Inginnya semua diplengseng biar aman bagi warga sini dan pengguna jalan,” imbuh Tholib, warga setempat yang sedang melintas.

 

Reporter: Maulana
Fotografer: Maulana
Editor: Mahrus Sholih

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERKINI

Desktop_AP_Half Page

Wajib Dibaca

Desktop_AP_Rectangle 2