alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Terdakwa Pasar Balung Dituntut 7 Tahun Penjara

Mobile_AP_Rectangle 1

SIDOARJO, Radar Jember – Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) rehabilitasi Pasar Balung memasuki tahap tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Tipikor Surabaya, kemarin (21/6). Kedua terdakwa, Dedy Sucipto dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember serta Junaidi selaku Direktur PT Anugrah Mitra Kinasih, yang menggarap proyek dituntut penjara selama 7 tahun 6 bulan, serta denda 300 juta atau subsider 4 bulan kurungan. Khusus Junaidi membayar uang pengganti 1.8 miliar. Apabila tidak dibayar, harta benda dirampas.

BACA JUGA : Tamu Luar Daerah Batasi

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) melalui Kesi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Soemarno mengatakan, sidang tuntutan kasus tipikor Pasar Balung dilaksanakan semi virtual. JPU Siti Sumartiningsih hadir langsung di ruang sidang Pengadilan Tipikor Surabaya. Sementara terdakwa mengikut secara daring dari Lapas Kelas II A Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus tipikor rehabilitasi Pasar Balung yang menyeret dua terdakwa telah menelan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2019 senilai Rp 7 miliar. Sementara kerugian negara atas tindakan tersebut diduga mencapai Rp 1,8 miliar. Kedua terdakwa dijerat UU Nomor 20 Tahun 2001, subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. “Dari JPU telah memohon kepada hakim agar keduanya dinyatakan bersalah,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember. JPU membacakan tuntutan terdakwa dengan kurungan penjara selama 7 tahun 6 bulan.

- Advertisement -

SIDOARJO, Radar Jember – Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) rehabilitasi Pasar Balung memasuki tahap tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Tipikor Surabaya, kemarin (21/6). Kedua terdakwa, Dedy Sucipto dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember serta Junaidi selaku Direktur PT Anugrah Mitra Kinasih, yang menggarap proyek dituntut penjara selama 7 tahun 6 bulan, serta denda 300 juta atau subsider 4 bulan kurungan. Khusus Junaidi membayar uang pengganti 1.8 miliar. Apabila tidak dibayar, harta benda dirampas.

BACA JUGA : Tamu Luar Daerah Batasi

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) melalui Kesi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Soemarno mengatakan, sidang tuntutan kasus tipikor Pasar Balung dilaksanakan semi virtual. JPU Siti Sumartiningsih hadir langsung di ruang sidang Pengadilan Tipikor Surabaya. Sementara terdakwa mengikut secara daring dari Lapas Kelas II A Jember.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus tipikor rehabilitasi Pasar Balung yang menyeret dua terdakwa telah menelan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2019 senilai Rp 7 miliar. Sementara kerugian negara atas tindakan tersebut diduga mencapai Rp 1,8 miliar. Kedua terdakwa dijerat UU Nomor 20 Tahun 2001, subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. “Dari JPU telah memohon kepada hakim agar keduanya dinyatakan bersalah,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember. JPU membacakan tuntutan terdakwa dengan kurungan penjara selama 7 tahun 6 bulan.

SIDOARJO, Radar Jember – Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) rehabilitasi Pasar Balung memasuki tahap tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Tipikor Surabaya, kemarin (21/6). Kedua terdakwa, Dedy Sucipto dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jember serta Junaidi selaku Direktur PT Anugrah Mitra Kinasih, yang menggarap proyek dituntut penjara selama 7 tahun 6 bulan, serta denda 300 juta atau subsider 4 bulan kurungan. Khusus Junaidi membayar uang pengganti 1.8 miliar. Apabila tidak dibayar, harta benda dirampas.

BACA JUGA : Tamu Luar Daerah Batasi

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) melalui Kesi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember Soemarno mengatakan, sidang tuntutan kasus tipikor Pasar Balung dilaksanakan semi virtual. JPU Siti Sumartiningsih hadir langsung di ruang sidang Pengadilan Tipikor Surabaya. Sementara terdakwa mengikut secara daring dari Lapas Kelas II A Jember.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus tipikor rehabilitasi Pasar Balung yang menyeret dua terdakwa telah menelan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2019 senilai Rp 7 miliar. Sementara kerugian negara atas tindakan tersebut diduga mencapai Rp 1,8 miliar. Kedua terdakwa dijerat UU Nomor 20 Tahun 2001, subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. “Dari JPU telah memohon kepada hakim agar keduanya dinyatakan bersalah,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Jember. JPU membacakan tuntutan terdakwa dengan kurungan penjara selama 7 tahun 6 bulan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/