alexametrics
23 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Pernah Masuk Penjara, Masih Nekat Jual Pil Lagi demi Ekonomi

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, Radar Jember – Sidang kasus peredaran alat kesehatan berupa obat-obatan jenis Trihexyphenidyl dan Dextro tanpa izin dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (21/6). Kali ini agendanya adalah pemeriksaan saksi-saksi.

BACA JUGA : Jasad Pemancing yang Hanyut di Sungai Lumajang Ketemu di Pantai Paseban

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua RR Diah Poernomojekti dilakukan semi virtual. Dua saksi dari Unit Satreskoba Polres Jember, jaksa penuntut umum (JPU), serta dua saksi dan penasihat hukum mengikuti langsung di ruang sidang. Sementara, terdakwa Bambang Cahyono mengikuti sidang dari Lapas Kelas II A Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut saksi Tripomo Nugrahadi dan Berliyandi Yolanda Putra yang merupakan anggota Unit Satreskoba Polres Jember, mereka melakukan penangkapan terhadap terdakwa Bambang Cahyono di rumahnya. Saat itu, terdakwa tertangkap tangan dengan barang bukti sebanyak 2 ribu butir obat-obatan jenis Trihexyphenidyl dan Dextro. Obat itu dibungkus menjadi dua kaleng. “Saat proses penangkapan, barang tersebut disembunyikan di dalam ban kendaraan,” terang Tripomo saat diminta keterangannya oleh hakim.

Dengan demikian, terdakwa telah melanggar Pasal 106 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana diubah dalam Pasal 60 angka 10 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. “Terdakwa tidak memiliki izin atau keahlian yang diakui untuk menjual dan mengedarkan alat-alat kesehatan tersebut,” timpal saksi Yolanda.

- Advertisement -

SUMBERSARI, Radar Jember – Sidang kasus peredaran alat kesehatan berupa obat-obatan jenis Trihexyphenidyl dan Dextro tanpa izin dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (21/6). Kali ini agendanya adalah pemeriksaan saksi-saksi.

BACA JUGA : Jasad Pemancing yang Hanyut di Sungai Lumajang Ketemu di Pantai Paseban

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua RR Diah Poernomojekti dilakukan semi virtual. Dua saksi dari Unit Satreskoba Polres Jember, jaksa penuntut umum (JPU), serta dua saksi dan penasihat hukum mengikuti langsung di ruang sidang. Sementara, terdakwa Bambang Cahyono mengikuti sidang dari Lapas Kelas II A Jember.

Menurut saksi Tripomo Nugrahadi dan Berliyandi Yolanda Putra yang merupakan anggota Unit Satreskoba Polres Jember, mereka melakukan penangkapan terhadap terdakwa Bambang Cahyono di rumahnya. Saat itu, terdakwa tertangkap tangan dengan barang bukti sebanyak 2 ribu butir obat-obatan jenis Trihexyphenidyl dan Dextro. Obat itu dibungkus menjadi dua kaleng. “Saat proses penangkapan, barang tersebut disembunyikan di dalam ban kendaraan,” terang Tripomo saat diminta keterangannya oleh hakim.

Dengan demikian, terdakwa telah melanggar Pasal 106 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana diubah dalam Pasal 60 angka 10 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. “Terdakwa tidak memiliki izin atau keahlian yang diakui untuk menjual dan mengedarkan alat-alat kesehatan tersebut,” timpal saksi Yolanda.

SUMBERSARI, Radar Jember – Sidang kasus peredaran alat kesehatan berupa obat-obatan jenis Trihexyphenidyl dan Dextro tanpa izin dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Jember, kemarin (21/6). Kali ini agendanya adalah pemeriksaan saksi-saksi.

BACA JUGA : Jasad Pemancing yang Hanyut di Sungai Lumajang Ketemu di Pantai Paseban

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua RR Diah Poernomojekti dilakukan semi virtual. Dua saksi dari Unit Satreskoba Polres Jember, jaksa penuntut umum (JPU), serta dua saksi dan penasihat hukum mengikuti langsung di ruang sidang. Sementara, terdakwa Bambang Cahyono mengikuti sidang dari Lapas Kelas II A Jember.

Menurut saksi Tripomo Nugrahadi dan Berliyandi Yolanda Putra yang merupakan anggota Unit Satreskoba Polres Jember, mereka melakukan penangkapan terhadap terdakwa Bambang Cahyono di rumahnya. Saat itu, terdakwa tertangkap tangan dengan barang bukti sebanyak 2 ribu butir obat-obatan jenis Trihexyphenidyl dan Dextro. Obat itu dibungkus menjadi dua kaleng. “Saat proses penangkapan, barang tersebut disembunyikan di dalam ban kendaraan,” terang Tripomo saat diminta keterangannya oleh hakim.

Dengan demikian, terdakwa telah melanggar Pasal 106 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana diubah dalam Pasal 60 angka 10 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. “Terdakwa tidak memiliki izin atau keahlian yang diakui untuk menjual dan mengedarkan alat-alat kesehatan tersebut,” timpal saksi Yolanda.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/