alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Kasus Kades Narkoba Catut Nama Polisi

Hasil Penyidikan Sebut Tudingan Tak Cukup Bukti

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus narkoba yang menyeret empat kepala desa, pekan lalu, sejauh ini masih tahap pengembangan. Namun, ada kabar terbaru yang mengejutkan, perkara penyalahgunaan narkoba itu mencatut nama seorang anggota polisi. Oknum aparat penegak hukum ini yang disebut menyuplai narkoba kepada para petinggi desa tersebut.

Keempat kades itu masing-masing adalah Kades Wonojati, Kecamatan Jenggawah, MM, 40; Kades Tempurejo, MA, 48; Kades Tamansari, Kecamatan Wuluhan, SK, 44; dan Kades Glundengan, Kecamatan Wuluhan, HH, 52. Terungkapnya salah seorang personel polisi yang terlibat itu ketika salah satu dari empat kades ini ngoceh bahwa ada keterlibatan oknum berinisial DPW dalam kasus transaksi narkoba jenis sabu-sabu tersebut.

Rupanya, nyanyian kades narkoba itu belum mampu menjerat oknum polisi. Sebab, hasil penyidikan menyebutkan, tudingan itu tak cukup bukti. Padahal dalam berita acara pemeriksaan sebelumnya, Kades Wonojati MM sempat memberikan keterangan bahwa ia mendapatkan sabu-sabu itu dari DPW, oknum polisi yang bertugas di jajaran Polres Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kasatreskoba Polres Jember AKP Dika Hadiyan melalui keterangan tertulisnya menyebut, pihaknya telah memeriksa dua saksi. MA, Kades Tempurejo, dan HH, Kades Glundengan. Bahkan, ia juga melakukan pemeriksaan terhadap DPW atas dugaan tersebut.

Namun hasilnya, tidak didapatkan bukti kuat yang mengarah ada keterlibatan DPW dalam kasus itu. Bukti transaksi sabu-sabu dengan MM juga tidak ditemukan. “Setelah kami lakukan pemeriksaan, hasilnya, keduanya (MA dan HH, Red) tidak mengetahui transaksi narkoba itu berasal dari polisi berinisial DPW,” jelasnya.

Kendati tidak cukup bukti, namun antara DPW dan MM diakuinya sempat bertemu. Sebab, sesaat sebelum ditangkap oleh Tim Ditreskoba Polda Jatim, DPW sempat mampir ke rumah MM di Desa Wonojati. Namun, kepentingan mampir itu untuk dikenalkan dengan Kades HH. Bahkan, sempat ada obrolan kecil di antara keduanya selama sekitar 15 menit. “DPW sekadar mampir ke rumah MM. Karena saat itu mau berangkat dinas piket malam di Polsek Wuluhan,” ucap Dika.

Dia melanjutkan, dugaan itu juga dilemahkan dengan bukti petunjuk yang didapatkan dari ponsel milik MM dan saksi-saksi. Sebab, dari ponsel milik MM tidak ada bukti percakapan pesan atau komunikasi antara keduanya yang mengarah pada transaksi narkoba.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus narkoba yang menyeret empat kepala desa, pekan lalu, sejauh ini masih tahap pengembangan. Namun, ada kabar terbaru yang mengejutkan, perkara penyalahgunaan narkoba itu mencatut nama seorang anggota polisi. Oknum aparat penegak hukum ini yang disebut menyuplai narkoba kepada para petinggi desa tersebut.

Keempat kades itu masing-masing adalah Kades Wonojati, Kecamatan Jenggawah, MM, 40; Kades Tempurejo, MA, 48; Kades Tamansari, Kecamatan Wuluhan, SK, 44; dan Kades Glundengan, Kecamatan Wuluhan, HH, 52. Terungkapnya salah seorang personel polisi yang terlibat itu ketika salah satu dari empat kades ini ngoceh bahwa ada keterlibatan oknum berinisial DPW dalam kasus transaksi narkoba jenis sabu-sabu tersebut.

Rupanya, nyanyian kades narkoba itu belum mampu menjerat oknum polisi. Sebab, hasil penyidikan menyebutkan, tudingan itu tak cukup bukti. Padahal dalam berita acara pemeriksaan sebelumnya, Kades Wonojati MM sempat memberikan keterangan bahwa ia mendapatkan sabu-sabu itu dari DPW, oknum polisi yang bertugas di jajaran Polres Jember.

Kasatreskoba Polres Jember AKP Dika Hadiyan melalui keterangan tertulisnya menyebut, pihaknya telah memeriksa dua saksi. MA, Kades Tempurejo, dan HH, Kades Glundengan. Bahkan, ia juga melakukan pemeriksaan terhadap DPW atas dugaan tersebut.

Namun hasilnya, tidak didapatkan bukti kuat yang mengarah ada keterlibatan DPW dalam kasus itu. Bukti transaksi sabu-sabu dengan MM juga tidak ditemukan. “Setelah kami lakukan pemeriksaan, hasilnya, keduanya (MA dan HH, Red) tidak mengetahui transaksi narkoba itu berasal dari polisi berinisial DPW,” jelasnya.

Kendati tidak cukup bukti, namun antara DPW dan MM diakuinya sempat bertemu. Sebab, sesaat sebelum ditangkap oleh Tim Ditreskoba Polda Jatim, DPW sempat mampir ke rumah MM di Desa Wonojati. Namun, kepentingan mampir itu untuk dikenalkan dengan Kades HH. Bahkan, sempat ada obrolan kecil di antara keduanya selama sekitar 15 menit. “DPW sekadar mampir ke rumah MM. Karena saat itu mau berangkat dinas piket malam di Polsek Wuluhan,” ucap Dika.

Dia melanjutkan, dugaan itu juga dilemahkan dengan bukti petunjuk yang didapatkan dari ponsel milik MM dan saksi-saksi. Sebab, dari ponsel milik MM tidak ada bukti percakapan pesan atau komunikasi antara keduanya yang mengarah pada transaksi narkoba.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus narkoba yang menyeret empat kepala desa, pekan lalu, sejauh ini masih tahap pengembangan. Namun, ada kabar terbaru yang mengejutkan, perkara penyalahgunaan narkoba itu mencatut nama seorang anggota polisi. Oknum aparat penegak hukum ini yang disebut menyuplai narkoba kepada para petinggi desa tersebut.

Keempat kades itu masing-masing adalah Kades Wonojati, Kecamatan Jenggawah, MM, 40; Kades Tempurejo, MA, 48; Kades Tamansari, Kecamatan Wuluhan, SK, 44; dan Kades Glundengan, Kecamatan Wuluhan, HH, 52. Terungkapnya salah seorang personel polisi yang terlibat itu ketika salah satu dari empat kades ini ngoceh bahwa ada keterlibatan oknum berinisial DPW dalam kasus transaksi narkoba jenis sabu-sabu tersebut.

Rupanya, nyanyian kades narkoba itu belum mampu menjerat oknum polisi. Sebab, hasil penyidikan menyebutkan, tudingan itu tak cukup bukti. Padahal dalam berita acara pemeriksaan sebelumnya, Kades Wonojati MM sempat memberikan keterangan bahwa ia mendapatkan sabu-sabu itu dari DPW, oknum polisi yang bertugas di jajaran Polres Jember.

Kasatreskoba Polres Jember AKP Dika Hadiyan melalui keterangan tertulisnya menyebut, pihaknya telah memeriksa dua saksi. MA, Kades Tempurejo, dan HH, Kades Glundengan. Bahkan, ia juga melakukan pemeriksaan terhadap DPW atas dugaan tersebut.

Namun hasilnya, tidak didapatkan bukti kuat yang mengarah ada keterlibatan DPW dalam kasus itu. Bukti transaksi sabu-sabu dengan MM juga tidak ditemukan. “Setelah kami lakukan pemeriksaan, hasilnya, keduanya (MA dan HH, Red) tidak mengetahui transaksi narkoba itu berasal dari polisi berinisial DPW,” jelasnya.

Kendati tidak cukup bukti, namun antara DPW dan MM diakuinya sempat bertemu. Sebab, sesaat sebelum ditangkap oleh Tim Ditreskoba Polda Jatim, DPW sempat mampir ke rumah MM di Desa Wonojati. Namun, kepentingan mampir itu untuk dikenalkan dengan Kades HH. Bahkan, sempat ada obrolan kecil di antara keduanya selama sekitar 15 menit. “DPW sekadar mampir ke rumah MM. Karena saat itu mau berangkat dinas piket malam di Polsek Wuluhan,” ucap Dika.

Dia melanjutkan, dugaan itu juga dilemahkan dengan bukti petunjuk yang didapatkan dari ponsel milik MM dan saksi-saksi. Sebab, dari ponsel milik MM tidak ada bukti percakapan pesan atau komunikasi antara keduanya yang mengarah pada transaksi narkoba.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/