alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Salah Ambil Motor, Dua Warga Jember Babak Belur Jadi Sasaran Amuk Massa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hati-hati menuduh orang sebagai pencuri. Karena bisa saja, tudingan itu salah sasaran. Apalagi, jika belum terbukti sudah memukuli. Padahal orang tersebut belum tentu bersalah. Inilah peristiwa yang terjadi di sekitar pasar hewan di Dusun Krajan, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Jember, Selasa (22/3) pagi, sekitar pukul 09.15 WIB.

Dua warga asal Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Jember, menjadi korban salah sasaran hingga dipukuli oleh massa. Keduanya adalah Samsul Arifin, 28, warga Dusun Krajan dan Lukman Sahuri, 39, warga Dusun Karangkokap. Mereka sama-sama warga Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah.

Sebelum menjadi sasaran amuk massa, kedua korban ini hendak ke pasar hewan. Mereka mengendarai sepeda Motor Yamaha Nmax P 2937 HY, warna hitam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lukman, yang mengendarai motor dari rumahnya mengajak anaknya ACF yang masih berusia dua tahun, serta Samsul Arifin, temannya, untuk membeli kambing di pasar hewan.

Sesampainya di lapangan Tempurejo, sekitar pasar hewan, keduanya berhenti di warung untuk membeli kopi. Saat itu, sang anak mengajak Lukman melihat merpati yang ada di tengah lapangan. Dari sinilah petaka itu dimulai.

Kala itu, Lukman meminta bantuan Samsul untuk membayar kopi dan mengambil motor yang terparkir dekat warung. Namun, Samsul salah mengambil motor. Dia mengira Yamaha Nmax yang terparkir dekat warung adalah milik temannya. Padahal ternyata, milik orang lain. Dia mencoba memasukkan kunci kontak berkali-kali, tapi tidak bisa.

Ketika memasukkan kunci secara paksa inilah tiba-tiba ada orang yang menuding dirinya sebagai maling. Perdebatan sempat terjadi, hingga akhirnya memicu kerumunan massa.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hati-hati menuduh orang sebagai pencuri. Karena bisa saja, tudingan itu salah sasaran. Apalagi, jika belum terbukti sudah memukuli. Padahal orang tersebut belum tentu bersalah. Inilah peristiwa yang terjadi di sekitar pasar hewan di Dusun Krajan, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Jember, Selasa (22/3) pagi, sekitar pukul 09.15 WIB.

Dua warga asal Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Jember, menjadi korban salah sasaran hingga dipukuli oleh massa. Keduanya adalah Samsul Arifin, 28, warga Dusun Krajan dan Lukman Sahuri, 39, warga Dusun Karangkokap. Mereka sama-sama warga Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah.

Sebelum menjadi sasaran amuk massa, kedua korban ini hendak ke pasar hewan. Mereka mengendarai sepeda Motor Yamaha Nmax P 2937 HY, warna hitam.

Lukman, yang mengendarai motor dari rumahnya mengajak anaknya ACF yang masih berusia dua tahun, serta Samsul Arifin, temannya, untuk membeli kambing di pasar hewan.

Sesampainya di lapangan Tempurejo, sekitar pasar hewan, keduanya berhenti di warung untuk membeli kopi. Saat itu, sang anak mengajak Lukman melihat merpati yang ada di tengah lapangan. Dari sinilah petaka itu dimulai.

Kala itu, Lukman meminta bantuan Samsul untuk membayar kopi dan mengambil motor yang terparkir dekat warung. Namun, Samsul salah mengambil motor. Dia mengira Yamaha Nmax yang terparkir dekat warung adalah milik temannya. Padahal ternyata, milik orang lain. Dia mencoba memasukkan kunci kontak berkali-kali, tapi tidak bisa.

Ketika memasukkan kunci secara paksa inilah tiba-tiba ada orang yang menuding dirinya sebagai maling. Perdebatan sempat terjadi, hingga akhirnya memicu kerumunan massa.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hati-hati menuduh orang sebagai pencuri. Karena bisa saja, tudingan itu salah sasaran. Apalagi, jika belum terbukti sudah memukuli. Padahal orang tersebut belum tentu bersalah. Inilah peristiwa yang terjadi di sekitar pasar hewan di Dusun Krajan, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Jember, Selasa (22/3) pagi, sekitar pukul 09.15 WIB.

Dua warga asal Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Jember, menjadi korban salah sasaran hingga dipukuli oleh massa. Keduanya adalah Samsul Arifin, 28, warga Dusun Krajan dan Lukman Sahuri, 39, warga Dusun Karangkokap. Mereka sama-sama warga Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah.

Sebelum menjadi sasaran amuk massa, kedua korban ini hendak ke pasar hewan. Mereka mengendarai sepeda Motor Yamaha Nmax P 2937 HY, warna hitam.

Lukman, yang mengendarai motor dari rumahnya mengajak anaknya ACF yang masih berusia dua tahun, serta Samsul Arifin, temannya, untuk membeli kambing di pasar hewan.

Sesampainya di lapangan Tempurejo, sekitar pasar hewan, keduanya berhenti di warung untuk membeli kopi. Saat itu, sang anak mengajak Lukman melihat merpati yang ada di tengah lapangan. Dari sinilah petaka itu dimulai.

Kala itu, Lukman meminta bantuan Samsul untuk membayar kopi dan mengambil motor yang terparkir dekat warung. Namun, Samsul salah mengambil motor. Dia mengira Yamaha Nmax yang terparkir dekat warung adalah milik temannya. Padahal ternyata, milik orang lain. Dia mencoba memasukkan kunci kontak berkali-kali, tapi tidak bisa.

Ketika memasukkan kunci secara paksa inilah tiba-tiba ada orang yang menuding dirinya sebagai maling. Perdebatan sempat terjadi, hingga akhirnya memicu kerumunan massa.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/